We Are Creative Design Agency

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Illum, fuga, consectetur sequi consequuntur nisi placeat ullam maiores perferendis. Quod, nihil reiciendis saepe optio libero minus et beatae ipsam reprehenderit sequi.

Find Out More Purchase Theme

Our Services

Lovely Design

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

Great Concept

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

Development

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

User Friendly

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

Recent Work

WHAT DO YOU THINK ABOUT HATE SPEECH?

Oleh : Moni Juwita 
Mahasiswa Semester 2 STIA NUSA

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Saya tidak tahu apakah artikel tentang Hate Speech ini dapat mengubah penilaian orang-orang tentang orang.

lain atau tidak. Namun, saya berharap ini menjadi batu loncatan pemikiran kita di masa yangakan datang tentang orang lain.

Sebenarnya hate speech itu apa?

Hate speech adalah suatu ungkapan kebencian yang membuat jiwa seseorang bisa terguncang atas ungkapan judgement dari orang lain, yang disampaikan baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Bagaimana sih wujud dari hate speech itu sendiri?

Dalam dunia nyata maupun dunia maya, hate speech memang selalu menjadi tradisi bagi kalangan manusia dari jaman kuno hingga jaman sekarang. Bagaimana wujud Hate Speech? Saya mempunyai sedikit cerita yang saya lihat di kehidupan nyata. Begini ceritanya:

Beberapa tahun yang lalu saya bertemu dengan rombongan pertemanan. Mereka menikmati pertemanan itu sebagaimana layaknya. Melakukan apapun yang mereka sukai. Bersenang-senang, Hura-hura, tertawa terbahak-bahak seolah dunia bisa mereka atur semaunya. Hingga pada suatu ketika, salah satu seorang dari mereka mendapati sebuah mimpi telah meninggal dunia. Di mimpi tersebut ia sudah di mandikan, di kafani bahkan akan dikubur. Tersentaklah manusia itu. Menangis dibalut takut sejadi-jadinya. Betapa tertamparnya ia saat mengetahui teman-temannya hanya bisa menangis, bukan sampai mati bersamanya. Kemudian, beberapa hari kemudian ia memutuskan memperbaiki akhlak dan pakaian secara perlahan. Mulai dari memakai pakaian yang membungkus sampai ke pakaian yang menutupi.

Sontak, teman-temannya terkejut kemudian tertawa mencemooh. “hey? Ini kamu? Kok sekarang beda gini? Kok sok suci gini?” ada juga yang berkata “udahlah, buka aja jilbabnya. Udah tau gerah, jangan nyiksa diri”. Ia berusaha tidak menanggapi atas yang mereka katakan. Hingga pada suatu ketika, di depan mata saya sendiri saya melihat perempuan itu di perbudak oleh teman-temannya yang tadi. “eh ambil lap dong”. “eh beli kertas double folio tuh di depan”. Astagfirullah, mungkin teman-teman sekalian bisa lah ya ngebayangkan bagaimana intonasi orang lain memperbudak kita.

Hal yang saya sadar kembali adalah, kita seharusnya bersyukur bahwa di atas langit masih ada langit. Barangkali, perempuan itu merasakan jenuh dan lelah atas ungkapan buruk yang ia terima bahkan dari orang terdekat. Namun, untuk menuju jalan kebaikan, kamu perlu melatih sabar dan ikhlas di hati. Mempasrahkan diri kepada Allah SWT agar diberi kekuatan lebih.

Sebenarnya saya menelusuri secara diam-diam atas Hijrah yang dilaluinya. Bukan sebagai teroris, tetapi saya menelusuri secara diam-diam untuk menjadikan batu loncatan bahwa berharap pada dunia hanya akan membawa kepedihan. Berharaplah pada Yang Maha Kuasa. Karena sungguh, kamu akan merasakan perbedaan yang luar biasa saat berharap kepada Allah SWT.

Apakah Hate Speech juga terjadi di kehidupan dunia maya?

Makin berkembangnya suatu teknologi, maka berkembang pula informasi yang kita gali baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Mudah saja, bahkan di kehidupan suku pedalaman saja bisa kita kuak. Mungkin teman-teman sekalian juga sudah mengetahui apa saja ungkapan kebencian yang terjadi di media sosial. Salah satu contoh yang saya ambil dari Kompas.com :

“KOMPAS.com — "Sekola saya korupsi looh! Pengen saya basmi!" Fresta (17) sungguh sedang kesal ketika menulis kalimat itu di status Facebook-nya. Namun, ia tidak pernah menyangka, kalimat itu bakal membuatnya dikeluarkan dari sekolah. Malah bukan hanya dia, melainkan juga dua temannya yang ikut nimbrung di status itu.”

Juga terdapat beberapa kasus yang terjadi yang di angkat ke media sosial. Seperti kasus pelakor lah, pebinor, korupsi dan sebagainya. Mungkin sangkin kesalnya, kita secara tidak sadar ikut berkomentar sambil geram yang mungkin sudah diluar batas kesopanan. Tanpa menggali lebih jelas lagi bagaimana sebenarnya kasus tersebut, kadang hanya karena banyak yang membuat kasus itu menjadi viral, tanpa sadar kita telah menjadi profokator atas kasus itu.

Bagaimana jika orang yang kita judgement tersebut sedang bersimpuh sujud kepada Allah SWT. Betapa beratnya ujian yang ia lalui. Harus menampung malu dari penilaian orang banyak tentang dirinya. Bagaimana jika kita yang di posisi itu? Bagaimana jika cerita yang sebenarnya bukanlah seperti hal negatif yang kita pikirkan? Bagaimana jika orang tersebut di dzolimi oleh orang yang tidak menyukainya kemudian membuat cerita bahkan gambar editan yang mencemari nama baiknya. Alangkah terpukulnya orang itu. Apakah kita tidak menganalisa sejauh itu sebelum mengkritik?

Beberapa tindakan yang bisa di sebut sebagai Hate Speech :

1). Membuat akun haters, secara sengaja membuat golongan untuk mencurahkan cacian dan hinaan atas orang lain.

2). Share berita yang sumbernya belum jelas

3). Screen capture sembarangan lalu disebarkan

4). Memprofokasi

Bagaimana cara menghadapi para penebar kebencian di dunia nyata?

Menurut saya, dalam kehidupan nyata hal yang wajar terjadi jika kita menerima ungkapan kebencian dari orang-orang. Namun, yang perlu kita lakukan adalah tetap berusaha menjadi diri sendiri, mencintai diri sendiri, berusaha sebaik mungkin, mencari lingkungan yang baik agar dapat membantu memotivasi diri karena sejatinya lingkungan merupakan hal yang cepat mempengaruhi pribadi kita, mempasrahkan diri kepada Allah SWT. Karena, ia yang mendapat ujian itulah yang Allah anggap paling kuat. Bagaimana cara menghadapi para penebar kebencian di dunia maya?

Terlepas dari masalah hukum, para penebar kebencian perlu diberikan hukuman sosial karena itu merupakan musuh besar kebebasan berekspresi, kata para aktivis. Damar Juniarto dari Forum Demokrasi Digital mengatakan ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan ketika menemukan konten semacan itu di lini masa Anda.

Pertama, berikan informasi pada orang yang bersangkutan bahwa konten yang dia tulis itu mengandung kebencian yang akan menyulut kemarahan dan tidak menyelesaikan persoalan," jelasnya.

Kedua, kamu bisa mengingatkan bahwa selain bisa dijerat UU ITE, dia juga bisa dijerat dengan UU 40 tahun 2008 tentang diskriminasi rasial.

Ketiga, jika tidak digubris kita wajib melaporkan dan memastikan bahwa orang lain tahu bahwa akun itu adalah akun penyebar kebencian," lanjut Damar.

Caranya bisa bermacam-macam, misalnya dengan melakukan screenshot dan menyebarkan ke teman-teman.

Pada dasarnya semua orang itu terlahir baik. Barangkali, mereka mengkritik karena ingin memperbaiki apa yang mereka lihat menjadi baik dengan versinya masing-masing. Maka dari itulah lahir dua macam kritik yakni kritik yang membangun dan kritik hate speech. Saat memberi penilaian terhadap orang lain, perlu menggali lebih dalam lagi agar penilaian kita tidak menimbulkan goncangan bagi mental orang yang kita kritik. Ada yang perlu kita kulik untuk mengetahui kebenarannya.

WHAT DO YOU THINK ABOUT HATE SPEECH?

Oleh : Moni Juwita 
Mahasiswa Semester 2 STIA NUSA

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Saya tidak tahu apakah artikel tentang Hate Speech ini dapat mengubah penilaian orang-orang tentang orang.

lain atau tidak. Namun, saya berharap ini menjadi batu loncatan pemikiran kita di masa yangakan datang tentang orang lain.

Sebenarnya hate speech itu apa?

Hate speech adalah suatu ungkapan kebencian yang membuat jiwa seseorang bisa terguncang atas ungkapan judgement dari orang lain, yang disampaikan baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Bagaimana sih wujud dari hate speech itu sendiri?

Dalam dunia nyata maupun dunia maya, hate speech memang selalu menjadi tradisi bagi kalangan manusia dari jaman kuno hingga jaman sekarang. Bagaimana wujud Hate Speech? Saya mempunyai sedikit cerita yang saya lihat di kehidupan nyata. Begini ceritanya:

Beberapa tahun yang lalu saya bertemu dengan rombongan pertemanan. Mereka menikmati pertemanan itu sebagaimana layaknya. Melakukan apapun yang mereka sukai. Bersenang-senang, Hura-hura, tertawa terbahak-bahak seolah dunia bisa mereka atur semaunya. Hingga pada suatu ketika, salah satu seorang dari mereka mendapati sebuah mimpi telah meninggal dunia. Di mimpi tersebut ia sudah di mandikan, di kafani bahkan akan dikubur. Tersentaklah manusia itu. Menangis dibalut takut sejadi-jadinya. Betapa tertamparnya ia saat mengetahui teman-temannya hanya bisa menangis, bukan sampai mati bersamanya. Kemudian, beberapa hari kemudian ia memutuskan memperbaiki akhlak dan pakaian secara perlahan. Mulai dari memakai pakaian yang membungkus sampai ke pakaian yang menutupi.

Sontak, teman-temannya terkejut kemudian tertawa mencemooh. “hey? Ini kamu? Kok sekarang beda gini? Kok sok suci gini?” ada juga yang berkata “udahlah, buka aja jilbabnya. Udah tau gerah, jangan nyiksa diri”. Ia berusaha tidak menanggapi atas yang mereka katakan. Hingga pada suatu ketika, di depan mata saya sendiri saya melihat perempuan itu di perbudak oleh teman-temannya yang tadi. “eh ambil lap dong”. “eh beli kertas double folio tuh di depan”. Astagfirullah, mungkin teman-teman sekalian bisa lah ya ngebayangkan bagaimana intonasi orang lain memperbudak kita.

Hal yang saya sadar kembali adalah, kita seharusnya bersyukur bahwa di atas langit masih ada langit. Barangkali, perempuan itu merasakan jenuh dan lelah atas ungkapan buruk yang ia terima bahkan dari orang terdekat. Namun, untuk menuju jalan kebaikan, kamu perlu melatih sabar dan ikhlas di hati. Mempasrahkan diri kepada Allah SWT agar diberi kekuatan lebih.

Sebenarnya saya menelusuri secara diam-diam atas Hijrah yang dilaluinya. Bukan sebagai teroris, tetapi saya menelusuri secara diam-diam untuk menjadikan batu loncatan bahwa berharap pada dunia hanya akan membawa kepedihan. Berharaplah pada Yang Maha Kuasa. Karena sungguh, kamu akan merasakan perbedaan yang luar biasa saat berharap kepada Allah SWT.

Apakah Hate Speech juga terjadi di kehidupan dunia maya?

Makin berkembangnya suatu teknologi, maka berkembang pula informasi yang kita gali baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Mudah saja, bahkan di kehidupan suku pedalaman saja bisa kita kuak. Mungkin teman-teman sekalian juga sudah mengetahui apa saja ungkapan kebencian yang terjadi di media sosial. Salah satu contoh yang saya ambil dari Kompas.com :

“KOMPAS.com — "Sekola saya korupsi looh! Pengen saya basmi!" Fresta (17) sungguh sedang kesal ketika menulis kalimat itu di status Facebook-nya. Namun, ia tidak pernah menyangka, kalimat itu bakal membuatnya dikeluarkan dari sekolah. Malah bukan hanya dia, melainkan juga dua temannya yang ikut nimbrung di status itu.”

Juga terdapat beberapa kasus yang terjadi yang di angkat ke media sosial. Seperti kasus pelakor lah, pebinor, korupsi dan sebagainya. Mungkin sangkin kesalnya, kita secara tidak sadar ikut berkomentar sambil geram yang mungkin sudah diluar batas kesopanan. Tanpa menggali lebih jelas lagi bagaimana sebenarnya kasus tersebut, kadang hanya karena banyak yang membuat kasus itu menjadi viral, tanpa sadar kita telah menjadi profokator atas kasus itu.

Bagaimana jika orang yang kita judgement tersebut sedang bersimpuh sujud kepada Allah SWT. Betapa beratnya ujian yang ia lalui. Harus menampung malu dari penilaian orang banyak tentang dirinya. Bagaimana jika kita yang di posisi itu? Bagaimana jika cerita yang sebenarnya bukanlah seperti hal negatif yang kita pikirkan? Bagaimana jika orang tersebut di dzolimi oleh orang yang tidak menyukainya kemudian membuat cerita bahkan gambar editan yang mencemari nama baiknya. Alangkah terpukulnya orang itu. Apakah kita tidak menganalisa sejauh itu sebelum mengkritik?

Beberapa tindakan yang bisa di sebut sebagai Hate Speech :

1). Membuat akun haters, secara sengaja membuat golongan untuk mencurahkan cacian dan hinaan atas orang lain.

2). Share berita yang sumbernya belum jelas

3). Screen capture sembarangan lalu disebarkan

4). Memprofokasi

Bagaimana cara menghadapi para penebar kebencian di dunia nyata?

Menurut saya, dalam kehidupan nyata hal yang wajar terjadi jika kita menerima ungkapan kebencian dari orang-orang. Namun, yang perlu kita lakukan adalah tetap berusaha menjadi diri sendiri, mencintai diri sendiri, berusaha sebaik mungkin, mencari lingkungan yang baik agar dapat membantu memotivasi diri karena sejatinya lingkungan merupakan hal yang cepat mempengaruhi pribadi kita, mempasrahkan diri kepada Allah SWT. Karena, ia yang mendapat ujian itulah yang Allah anggap paling kuat. Bagaimana cara menghadapi para penebar kebencian di dunia maya?

Terlepas dari masalah hukum, para penebar kebencian perlu diberikan hukuman sosial karena itu merupakan musuh besar kebebasan berekspresi, kata para aktivis. Damar Juniarto dari Forum Demokrasi Digital mengatakan ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan ketika menemukan konten semacan itu di lini masa Anda.

Pertama, berikan informasi pada orang yang bersangkutan bahwa konten yang dia tulis itu mengandung kebencian yang akan menyulut kemarahan dan tidak menyelesaikan persoalan," jelasnya.

Kedua, kamu bisa mengingatkan bahwa selain bisa dijerat UU ITE, dia juga bisa dijerat dengan UU 40 tahun 2008 tentang diskriminasi rasial.

Ketiga, jika tidak digubris kita wajib melaporkan dan memastikan bahwa orang lain tahu bahwa akun itu adalah akun penyebar kebencian," lanjut Damar.

Caranya bisa bermacam-macam, misalnya dengan melakukan screenshot dan menyebarkan ke teman-teman.

Pada dasarnya semua orang itu terlahir baik. Barangkali, mereka mengkritik karena ingin memperbaiki apa yang mereka lihat menjadi baik dengan versinya masing-masing. Maka dari itulah lahir dua macam kritik yakni kritik yang membangun dan kritik hate speech. Saat memberi penilaian terhadap orang lain, perlu menggali lebih dalam lagi agar penilaian kita tidak menimbulkan goncangan bagi mental orang yang kita kritik. Ada yang perlu kita kulik untuk mengetahui kebenarannya.

Nahkoda Baru BEM STIA NUSA Periode 2018-2019

Yoga Alfianda dan Iqbal Hanafi
Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa STIA NUSA

KERINCINEWS.COM, KERINCISebagai bentuk kesinambungan organisasi kemahasiswaan, pesta demokrasi untuk memilih Presiden dan wakil presiden BEM STIA NUSA kembali digelar pada senin (23/4) di kampud 2 STIA Nusa Sekungkung. Pemilihan dimulai dari pukul 08.30 s.d 15.00 WIB. 

Pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden BEM STIA NUSA berjalan dengan sukses.  Debi Fradinata selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum  (KPUM) STIA NUSA beserta anggota telah menyelenggarakan rangkaian kegiatan Pemilu presiden dan wakil presiden BEM STIA NUSA ini dengan baik. Diharapkan dengan terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Periode 2018-2019 dapat membawa perubahan positif di dunia kemahasiswaan serta membawa nama baik STIA NUSA. 



Pemilihan presiden mahasiswa dan wakil presiden mahasiswa STIA NUSA kali hanya terdapat satu pasang calon saja yang dinyatakan lulus verifikasi oleh KPUM serta telah melaui tahapan-tahapan yang telah ditetapkan oleh KPUM. Yakni atas nama Yoga Alfianda sebagai calon presiden mahasiswa dan Iqbal Hanafi sebagai wakil presiden mahasiswa. 

Ketua KPUM mengatakan, "alhamdulillah pelaksanaan pemilihan presiden mahasiswa dan wakil presiden dapat kita laksanakan dengan sukses  pada hari ini, setelah melewati tahapan demi tahapan serta dinamika-dinamika sebelum pelaksanaan pemilihan pada hari ini.  Pemilihan kali ini menghabiskan surat suara sebanyak 262 surat suara, yang terdiri dari 218 yanng setuju, 28 tidak setuju dan 16 suara rusak."



Dari hasil tersebut kami dari KPUM serta saksi dari pasang calon menanda tangani berita acara menetapkan saudara Yoga Alfianda dan Iqbal Hanafi terpilih menjadi Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa BEM STIA NUSA Periode 2018-2019. Tambahnya. 


Yoga Alfianda presiden mahasiswa terpilih mengucapkan terimakasih kepada seluruh mahasiswa STIA NUSA telah menjaga kekondisifan tanpa ada kericuhan serta telah menggunakan hak suaranya dalam pemilihan hari ini. Saya juga berharap untuk kedepanya kita bisa saling bahu membahu membangun BEM STIA NUSA dalam satu tahun kedepan. Serta ucapan terimakasih saya kepada semua mahasiswa STIA NUSA telah mengamanahkan saya dan saudara Iqbal Hanafi untuk memimpin BEM STIA NUSA satu tahun kedepan.  (*) 

Nahkoda Baru BEM STIA NUSA Periode 2018-2019

Yoga Alfianda dan Iqbal Hanafi
Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa STIA NUSA

KERINCINEWS.COM, KERINCISebagai bentuk kesinambungan organisasi kemahasiswaan, pesta demokrasi untuk memilih Presiden dan wakil presiden BEM STIA NUSA kembali digelar pada senin (23/4) di kampud 2 STIA Nusa Sekungkung. Pemilihan dimulai dari pukul 08.30 s.d 15.00 WIB. 

Pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden BEM STIA NUSA berjalan dengan sukses.  Debi Fradinata selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum  (KPUM) STIA NUSA beserta anggota telah menyelenggarakan rangkaian kegiatan Pemilu presiden dan wakil presiden BEM STIA NUSA ini dengan baik. Diharapkan dengan terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Periode 2018-2019 dapat membawa perubahan positif di dunia kemahasiswaan serta membawa nama baik STIA NUSA. 



Pemilihan presiden mahasiswa dan wakil presiden mahasiswa STIA NUSA kali hanya terdapat satu pasang calon saja yang dinyatakan lulus verifikasi oleh KPUM serta telah melaui tahapan-tahapan yang telah ditetapkan oleh KPUM. Yakni atas nama Yoga Alfianda sebagai calon presiden mahasiswa dan Iqbal Hanafi sebagai wakil presiden mahasiswa. 

Ketua KPUM mengatakan, "alhamdulillah pelaksanaan pemilihan presiden mahasiswa dan wakil presiden dapat kita laksanakan dengan sukses  pada hari ini, setelah melewati tahapan demi tahapan serta dinamika-dinamika sebelum pelaksanaan pemilihan pada hari ini.  Pemilihan kali ini menghabiskan surat suara sebanyak 262 surat suara, yang terdiri dari 218 yanng setuju, 28 tidak setuju dan 16 suara rusak."



Dari hasil tersebut kami dari KPUM serta saksi dari pasang calon menanda tangani berita acara menetapkan saudara Yoga Alfianda dan Iqbal Hanafi terpilih menjadi Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa BEM STIA NUSA Periode 2018-2019. Tambahnya. 


Yoga Alfianda presiden mahasiswa terpilih mengucapkan terimakasih kepada seluruh mahasiswa STIA NUSA telah menjaga kekondisifan tanpa ada kericuhan serta telah menggunakan hak suaranya dalam pemilihan hari ini. Saya juga berharap untuk kedepanya kita bisa saling bahu membahu membangun BEM STIA NUSA dalam satu tahun kedepan. Serta ucapan terimakasih saya kepada semua mahasiswa STIA NUSA telah mengamanahkan saya dan saudara Iqbal Hanafi untuk memimpin BEM STIA NUSA satu tahun kedepan.  (*) 

Pertemuan Terbatas Zainal-Arsal di di Depati Tujuh. Ini Pernyataan dari Dua Desa

depati tujuh

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Pertemuan terbatas Zainal Abidin terus berlanjut, kali ini Sabtu (14/4) pasangan Kerinci Hebat, Zainal Abidin dan Arsal Apri melaksanakan pertemuan terbatas dengan masyarakat Desa Tambak Tinggi, Sekungkung, Kecamatan Depati Tujuh.

Tim pemenangan Kerinci Hebat pun untuk Depati Tujuh secara langsung dikukuhkan oleh Zainal Abidin dan Arsal Apri. Dalam kesempatan ini, mewakili tokoh adat tokoh masyarakat alim ulama dan pemuda, Amrizal, menyampaikan dukungan penuhnya secara lisan dan tertulis kepada Zainal-Arsal.

Hal itu merupakan hitam di atas putih perjuangan untuk memenangkan pasangan Kerinci Hebat periode 2019-2024.

"Kami siap berjuang memenangkan Zainal dan Arsal menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kerinci," ujar Amrizal.

Juga pernyataan sikap Desa Sekungkung dan Desa Tambak Tinggi diwakili Jatman Dpt Jakpar Usman Dpt, Sainul Idris yang berisi mendukung ZA-Arsal serta pelaksanaan Pilkada aman dan damai di Kabupaten Kerinci.

Sementara itu, Zainal Abidin, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada masyarakat Tambak Tinggi, Sekukung, Kecamatan Depati Tujuh yang telah menyatakan kesiapannya untuk berjuang dan memenangkan Kerinci Hebat pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

Untuk mewujudkan visi dan misinya kata Zainal, dukungan dan suara masyarakat sangat dibutuhkan.

"Mari sama-sama datang ke TPS, coblos nomor 3," kata Zainal Abidin, disambut teriakan warga, ZA menang.

Dan perlu masyarakat ketahui tokoh Kerinci dari mudik dan Tokoh Kerinci tengah sudah banyak bergabung ke tim kita, bukan karna Zainal-Arsal tapi program yang jelas dan nyata.

"Kami hadir ditengah masyarakat dengan visi dan misi Kerinci Hebat. Mudah mudahan program ini bisa kami jalankan. Oleh sebab itu kami mohon dukungan dan doa dari masyarakat Desa Sekunkung dan Desa Tambak Tinggi," katanya.

Pertemuan Terbatas Zainal-Arsal di di Depati Tujuh. Ini Pernyataan dari Dua Desa

depati tujuh

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Pertemuan terbatas Zainal Abidin terus berlanjut, kali ini Sabtu (14/4) pasangan Kerinci Hebat, Zainal Abidin dan Arsal Apri melaksanakan pertemuan terbatas dengan masyarakat Desa Tambak Tinggi, Sekungkung, Kecamatan Depati Tujuh.

Tim pemenangan Kerinci Hebat pun untuk Depati Tujuh secara langsung dikukuhkan oleh Zainal Abidin dan Arsal Apri. Dalam kesempatan ini, mewakili tokoh adat tokoh masyarakat alim ulama dan pemuda, Amrizal, menyampaikan dukungan penuhnya secara lisan dan tertulis kepada Zainal-Arsal.

Hal itu merupakan hitam di atas putih perjuangan untuk memenangkan pasangan Kerinci Hebat periode 2019-2024.

"Kami siap berjuang memenangkan Zainal dan Arsal menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kerinci," ujar Amrizal.

Juga pernyataan sikap Desa Sekungkung dan Desa Tambak Tinggi diwakili Jatman Dpt Jakpar Usman Dpt, Sainul Idris yang berisi mendukung ZA-Arsal serta pelaksanaan Pilkada aman dan damai di Kabupaten Kerinci.

Sementara itu, Zainal Abidin, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada masyarakat Tambak Tinggi, Sekukung, Kecamatan Depati Tujuh yang telah menyatakan kesiapannya untuk berjuang dan memenangkan Kerinci Hebat pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

Untuk mewujudkan visi dan misinya kata Zainal, dukungan dan suara masyarakat sangat dibutuhkan.

"Mari sama-sama datang ke TPS, coblos nomor 3," kata Zainal Abidin, disambut teriakan warga, ZA menang.

Dan perlu masyarakat ketahui tokoh Kerinci dari mudik dan Tokoh Kerinci tengah sudah banyak bergabung ke tim kita, bukan karna Zainal-Arsal tapi program yang jelas dan nyata.

"Kami hadir ditengah masyarakat dengan visi dan misi Kerinci Hebat. Mudah mudahan program ini bisa kami jalankan. Oleh sebab itu kami mohon dukungan dan doa dari masyarakat Desa Sekunkung dan Desa Tambak Tinggi," katanya.

Video Alwin Kincai vs Rian Hendris 07 April 2018 Ganasnya Macan Kerinci

Pertarungan Alwin Kincai

KERINCINEWS.COM - Julukan monster layak diberikan kepada petarung BOSS Kickboxing, Alwin Kincai. Menghadapi petarung Tiger Shark, Rian Hendris, Alwin tampil eksplosif dan mampu menganvaskan lawannya di ronde pertama.

Rian tak mau jadi target berjalan Alwin. Dia pun langsung melepaskan shoot dan mencoba menekan Alwin. Tapi, Alwin bukan petarung sembarangan. Macan Kerinci mampu bangun dan mencoba menekan Rian. Alwin kembali ditekan Rian di bawah. Ground and pound dari Rian sempat membuat Alwin tertekan. Hebatnya, Alwin mampu bangkit.

Pukulan telak dilayangkan Alwin kepada Rian. Seketika, Rian jatuh dan itu membuat Alwin leluasa melepaskan serangan bertubi-tubi ke tubuh Rian. Akhirnya, Alwin menang KO atas Rian. Dengan ini, Alwin belum terkalahkan dalam empat laga di One Pride.


Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Tim Malkovic
CEO
David Bell
Creative Designer
Eve Stinger
Sales Manager
Will Peters
Developer

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567

JSON Variables

Random Posts

{getFeatured} $results={5} $label={recent}