We Are Creative Design Agency

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Illum, fuga, consectetur sequi consequuntur nisi placeat ullam maiores perferendis. Quod, nihil reiciendis saepe optio libero minus et beatae ipsam reprehenderit sequi.

Find Out More Purchase Theme

Our Services

Lovely Design

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

Great Concept

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

Development

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

User Friendly

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

Recent Work

Tampilkan postingan dengan label kerinci. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kerinci. Tampilkan semua postingan

Pj Bupati Kerinci Dilantik, Begini Pesan Gubernur Al Haris

Asraf, S.Pt., M.Si resmi menjadi Penjabat (Pj) Bupati Kerinci setelah dilantok oleh Gubernur Jambi, Al Haris S.Sos,MH di rumah Dinas Gubernur Jambi, Sabtu pagi (4/11).



Pelantikan Pj Bupati Kerinci ini dihadiri Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Sekda Sudirman dan sejumlah pimpinan Forkopimda Provinsi Jambi.


Selain itu juga hadir Bupati dan Wakil Bupati Kerinci periode 2019-2024, Adi Rozal dan Ami Taher, dan sejumlah pimpinan Forkopimda Kabupaten Kerinci.


Prosesi pelantikan Pj Bupati Kerinci Asraf ini diawali dengan kirap dari peranginan menuju pendopo Rumah Dinas Gubernur Jambi.


Setibanya di pendopo disambut Gubernur Jambi, dan Gubernur Al Haris langsung menyerahkan petikan surat keputusan Mendagri kepada Asraf menjadi Pj Bupati Kerinci.


Selanjutnya prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Gubernur Jambi, Al Haris. Selanjutnya penyerahan memori jabatan dari Bupati dan Wakil Bupati Kerinci periode 2019-2024, Adirozal dan Ami Taher kepada Pj Bupati Kerinci, Asraf.


Usai pelantikan dilanjutkan dengan serah terima jabatan antara Pj. Bupati Kerinci, Asraf yang saat ini juga sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi dengan Bupati Kerinci dua Periode 2014 - 2023, DR. H. Adirozal, M.Si.


Kemudian diadakan pelantikan Ketua TP-PKK dan Ketua Dekranasda Kabupaten Kerinci oleh Ketua TP-PKK dan Dekranasda Provinsi Jambi Hj. Hesti Haris. Berikut serah terima dengan Ketua TP-PKK dan Dekranasda Kerinci sebelumnya Hj. Nailil Husna.


Sambutan Gubernur Jambi Al Haris antara lain, minta agar Pj. Bupati melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai perundang-undangan yang belaku.


Kemudian kata Gubernur, Pj. Bupati dapat menjaga hubungan yang harmonis dengan pilar-pilar pembangunan di daerah termasuk DPRD.


Terakhir, ucapan terima kasih banyak kepada para Bupati Kerinci yang telah luar biasa dalam membangun daerah.


Sumber : metrojambi.com

Temuan BPK Tentang TPP Petinggi ASN di Kabupaten Kerinci Mencengangkan

Heboh temuan Tunjangan Tambahan Penghasilan (TPP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan menetapkan temuan terhadap TPP bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi sebesar Rp. 15, 7 Miliar. Selain temuan BPK terhadap TPP Zainal Efendi Sekretaris Daerah (Sekda) Kerinci tertinggi diantara seluruh ASN di Kabupaten Kerinci yakni mencapai angka Rp. 223 Juta.

uang pecahan 50 ribu dan 100 ribu dalam ikatan
Ilustrasi


Cukup fantastis temuan BPK juga terhadap TPP Efrawadi Kepala BKPSDM Kerinci dan Nirmala Kepala DPPKAD Kabupaten Kerinci bernilai ratusan juta rupiah.


Temuan BPK terhadap TPP Efrawadi Kepala BKPSDM Kabupaten Kerinci sebesar Rp. 137 Juta, dan Nirmala Kepala DPPKAD Kabupaten Kerinci sebesar Rp. 116 Juta. Temuan berjamaah di ASN Kabupaten Kerinci menjadi catatan sejarah bagi Pemerintah.


Dinilai ada aturan yang diterobos, dan prosedur yang tidak dilewati dalam proses pencairan dana TPP ASN tersebut.


Berikut nama-nama Pejabat yang telah menikmati dan menerima uang TPP lebih besar serta melebihi persetujuan anggaran yang belum di sahkan Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) antara lain sebagai berikut:


1. Zainal Efendi Sekretaris Daerah sebesar Rp. 223 Juta

2. Kepala Badan BKPSPMD, Efrawadi lebih kurang sebesar Rp. 137 Juta.

3. Kepala BPKPD, Hj. Nirmala Putri, Rp. 116 Juta.

4. Dr. Yannizar,SE,M.Si, Rp. 179 Juta,

5. Selhanudin, Rp. 175 Juta

6. H. Atmir SE, Rp. 138 Juta.

7. H.Yonmansyah ST, Rp. 100 Juta.

8. Darifus, Rp. 173 Juta

9. Yuldi Candra, S.KM, Rp. 85 Juta.

10. Eddy, SE, Rp. 65 Juta.

11. Iswanda SE, Rp. 55,5 Juta.

12. Bakhtiar,S.sos, Rp. 65,7 Juta.

13. Yasser Arafat,SE, Rp. 65,8 Juta.

14. Haris Ismatul Hakim, S.KM, Rp. 73 Juta.

15. Dr. Anita ekawati, SE, Rp. 73 Juta.

16. Rendra Kusuma Jaya, SE, Rp. 55 Juta.

17. Febi Diostovel.SE, Rp. 86 Juta.

18. EM.Joni Putra.SIP, Rp. 77 Juta.

19. Wawan Suswanto.S.Sos, Rp. 86 Juta.

20. Miftahul Jannah.ST, Rp.77 Juta.

21. Zufran, Rp. 168 Juta. 2. Rakani, Rp. 42 Juta.

22. Adra Nemires, Rp. 33 Juta.

23. Harkalyus, Rp. 31 Juta.

24. Meri, Rp. 36 Juta.

25. Syafri Antoni, Rp. 40 Juta.

26. Jumadil, Rp. 42 Juta.


Kondisi ini juga berlaku di dinas lainnya di Kabupaten Kerinci yang jumlahnya bervariasi. Perlu diketahui Kerinci tidak mendapatkan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) seperti tahun-tahun belakangan yang selalu bangga dengan WTP.


Untuk kali ini, Pemkab Kerinci hanya memperoleh WDP (Wajar Dengan Pengecualian), artinya pengelolaan belanja barang dan keuangan direalisasikan tidak sesuai dengan aturan berlaku.


Biangnya saat ini Pemkab Kerinci bukan saja tidak memperoleh WTP, tapi malah melanggar ketentuan yang diatur dalam Kemendagri dan mendapat peringatan keras dari Kepala BPK RI Jambi, Rio Tirta.


Dia mengingatkan bahwa berdasarkan Undang-undang Nomor 15 tahun 2004, Pasal 20, tentang pengelolaan dan tanggungjawab Keuangan Negara mengamanatkan bahwa pejabat wajib menindaklanjuti hasil pemeriksaan selambat-lambatnya 60 hari setelah laporan hasil diterima.


Beredar kabar, untuk mengembalikan dana temuan BPK terhadap TPP pejabat dan ASN di Kerinci tersebut, ada kelompok pejabat mengkondisikan agar semua ASN (baik ada temuan dan tidak ada temuan BPK) untuk memberikan sumbangan dan mengumpulkan dana menyelesaikan temuan BPK terhadap TPP tersebut.


Baca juga : Guru di Kerinci Mengeluh Tunjangan Sertifikasi Selalu Telat Dibayar


siasainfo.com

Gunung Kerinci: Keindahan Alam dan Tantangan Pendakian

Gunung Kerinci: Keindahan Alam dan Tantangan Pendakian

Gunung Kerinci adalah gunung berapi tertinggi di Indonesia yang terletak di perbatasan Provinsi Jambi dan Sumatera Barat, Sumatera. Dengan ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut, Gunung Kerinci menjadi salah satu tujuan pendakian yang populer bagi para pendaki, baik dari dalam maupun luar negeri. Selain itu, Gunung Kerinci juga memiliki keindahan alam yang luar biasa dan potensi wisata yang besar untuk dikembangkan.

Gunung Kerinci di Hamparan Kebun Teh

Geologi dan Sejarah Gunung Kerinci

Gunung Kerinci terbentuk dari aktivitas vulkanik yang terjadi sejak jutaan tahun yang lalu. Gunung ini terbentuk dari letusan gunung berapi yang mengeluarkan lava dan material vulkanik lainnya. Gunung Kerinci memiliki kawah yang cukup besar dengan diameter sekitar 600 meter dan kedalaman sekitar 400 meter. Kawah ini terbentuk akibat letusan besar yang terjadi pada masa lalu. Selain itu, Gunung Kerinci juga memiliki beberapa kawah kecil di sekitar puncaknya.

Sejarah Gunung Kerinci mencatat bahwa gunung ini telah meletus beberapa kali dalam sejarahnya. Letusan besar terakhir terjadi pada tahun 2009, yang mengakibatkan penutupan jalur pendakian selama beberapa waktu. Selain itu, Gunung Kerinci juga meletus pada tahun 2013, 2014, 2015, 2016, 2017, 2018, 2019, dan 2022. Meskipun demikian, Gunung Kerinci tetap menjadi tujuan pendakian yang populer bagi para pendaki.

Keindahan Alam Gunung Kerinci

Gunung Kerinci memiliki keindahan alam yang luar biasa. Pendakian ke puncak Gunung Kerinci membutuhkan waktu sekitar 8-10 jam, tergantung pada kondisi fisik dan cuaca. Selama pendakian, para pendaki akan melewati hutan hujan tropis yang lebat dan berbagai jenis flora dan fauna yang hidup di sekitarnya. Di sepanjang perjalanan, para pendaki juga akan disuguhi pemandangan yang menakjubkan, seperti air terjun, sungai, dan lembah yang hijau.

Dari puncak Gunung Kerinci, para pendaki dapat menikmati pemandangan yang spektakuler. Dari puncak, para pendaki dapat melihat pemandangan yang luas, termasuk hamparan hutan hujan tropis, lembah, dan pegunungan yang menjulang tinggi. Pemandangan matahari terbit dan terbenam dari puncak Gunung Kerinci juga sangat memukau.

Potensi Wisata Gunung Kerinci

Gunung Kerinci memiliki potensi wisata yang besar untuk dikembangkan. Selain pendakian, terdapat juga berbagai jenis wisata yang dapat dilakukan di sekitar Gunung Kerinci, seperti wisata alam, wisata budaya, dan wisata kuliner. Beberapa tempat wisata yang populer di sekitar Gunung Kerinci antara lain:

Danau Gunung Tujuh: Danau yang terletak di ketinggian 1.950 meter di atas permukaan laut ini memiliki keindahan alam yang luar biasa. Danau ini dikelilingi oleh hutan hujan tropis yang lebat dan memiliki air yang jernih dan dingin.

Desa Kayu Aro: Desa ini terkenal dengan keindahan alamnya yang menakjubkan. Di desa ini, para wisatawan dapat menikmati pemandangan yang indah dari puncak Gunung Kerinci dan menikmati kuliner khas daerah setempat.

Desa Lempur: Desa ini terkenal dengan tradisi dan budayanya yang masih terjaga dengan baik. Di desa ini, para wisatawan dapat belajar tentang kebudayaan daerah setempat dan menikmati kuliner khas daerah.

Pendidikan dan Konservasi

Gunung Kerinci juga memiliki peran penting dalam pendidikan dan konservasi lingkungan. Terdapat beberapa sekolah di sekitar Gunung Kerinci yang memiliki program pendidikan lingkungan hidup dan pendakian gunung. Selain itu, pemerintah dan organisasi lingkungan setempat juga telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga kelestarian alam di sekitar Gunung Kerinci.

Tantangan dan Risiko Pendakian

Pendakian ke Gunung Kerinci tidaklah mudah dan memiliki risiko yang harus diperhatikan. Selain erupsi, cuaca yang buruk dan medan yang sulit juga dapat menjadi tantangan bagi para pendaki. Oleh karena itu, sebelum melakukan pendakian, para pendaki harus mempersiapkan diri dengan baik dan memperhatikan faktor keselamatan. Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan pendakian antara lain:

Kondisi fisik: Pendakian ke Gunung Kerinci membutuhkan kondisi fisik yang baik. Para pendaki harus mempersiapkan diri dengan melakukan latihan fisik dan menjaga kesehatan tubuh.

Persiapan peralatan: Para pendaki harus mempersiapkan peralatan yang sesuai untuk pendakian, seperti sepatu gunung, jaket tebal, tenda, dan sleeping bag.

Cuaca: Cuaca di sekitar Gunung Kerinci dapat berubah-ubah dengan cepat. Para pendaki harus memperhatikan perkiraan cuaca dan mempersiapkan diri dengan baik.

Faktor keselamatan: Para pendaki harus memperhatikan faktor keselamatan selama pendakian. Jangan memaksakan diri jika merasa lelah atau sakit, dan selalu ikuti instruksi dari pemandu pendakian.

Kesimpulan

Gunung Kerinci adalah tempat yang menarik untuk dikunjungi bagi para pendaki dan wisatawan yang mencari petualangan dan keindahan alam. Meskipun memiliki risiko, dengan persiapan yang baik dan perhatian terhadap faktor keselamatan, pendakian ke Gunung Kerinci dapat menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Selain itu, Gunung Kerinci juga memiliki potensi wisata yang besar untuk dikembangkan, serta peran penting dalam pendidikan

Daftar Tunggu Haji di Kerinci Capai 32 Tahun




KERINCINEWS.COM, KERINCI -  Calon jemaah haji dari Kabupaten Kerinci yang akan mendaftar tahun ini nampaknya harus bersabar. Pasalnya, waktu tunggu keberangkatan bagi jemaah haji di Kerinci mencapai 32 tahun.


Kasi Haji dan Umroh Kementrian Agama Kabupaten Kerinci, Reflisman mengatakan, masa tunggu keberangkatan haji terbilang cukup lama. Meski begitu tidak mengalahkan semangat masyarakat untuk mendaftar haji.


"Untuk masa tunggu keberangkatan haji bisa mencapai 32 tahun, karena kita mengacu kepada kuota Provinsi Jambi," tegasnya.


Lebih lanjut diterangkannya, untuk mengatasi lamanya masa tunggu keberangkatan haji ini, harus ada penambahan kuota keberangkatan haji dari Pemerintah Arab Saudi untuk Indonesia, sehingga masyarakat tidak terlalu lama menunggu untuk berangkat haji.


Ia menambahkan, untuk saat ini jumlah masyarakat Kabupaten Kerinci yang sudah mendaftar haji ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kerinci mencapai 11 ribu orang lebih.


"Berdasarkan data yang ada, untuk jumlah masyarakat yang mendaftar sudah 11 ribuan lebih," katanya.




Sumber: Tribun Jambi

Berikut Beberapa Syarat dan Ketentuan Bagi Calon Pendaki Gunung Kerinci, yang Sudah di Tetapkan dalam Keputusan Kepala BBTNKS

Salah satu destinasi wisata alam populer di Provinsi Jambi adalah Gunung Kerinci, dibuka kembali untuk wisata dan pendakian mulai Senin (8/5/2023).  "Benar, sudah dibuka," ujar Kepala Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS), Senin (8/5/2023).

Gunung Kerinci


Meski dibuka, kata dia, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pengunjung atau pendaki di kawasan Gunung Kerinci.  Pertama, status Gunung Api Kerinci masih berada pada level 2 (Waspada) sehingga pengunjung dilarang mendekati kawah aktif yang berada di puncak Gunung Kerinci. Kedua, pengunjung sudah diperbolehkan melakukan pendakian Gunung Kerinci dengan tetap mengikuti SOP (Prosedur Operasional Standar) yang berlaku dari BBTNKS. "Balai Besar TNKS akan terus melakukan evaluasi dan mengambil kebijakan lebih lanjut dengan memperhatikan perkembangan aktivitas Gunung Kerinci," sambungnya. 

Penampakan Danau Gunung Tujuh dari Gunung Kerinci

Berikut beberapa syarat dan ketentuan bagi pendaki, yang sudah tertulis dalam Keputusan Kepala BBTNKS Nomor: SK.158/T1/BIDTEK/KSA/9/2018 tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) Pendakian Gunung Kerinci di TN Kerinci Seblat: 

  1. Pembelian karcis di Kantor Balai Besar TNKS Sungai Penuh, Pos R10 Kersik Tuo Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi untuk pendakian melalui pintu masuk Kersik Tuo. Sementara itu, pendakian melalui pintu masuk Camping Ground Bangun Rejo Kabupaten Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat menggunakan karcis dan SIMAKSI. 
  2. Batas waktu pendakian melalui Pos R10 Kersik Tuo adalah dua hari, dan pendakian melalui Camping Ground Bangun Rejo adalah empat hari. Apabila merencanakan lebih dari itu wajib menginformasikan di awal keberangkatan dan dikenai biaya kelipatan. 
  3. Pendaki wajib memberitahukan rencana tanggal dan lokasi turun/kembali dan melaporkan kepada petugas di pintu masuk. 
  4. Apabila pendaki melanggar kelebihan hari dalam mendaki akan dikenakan sanksi, kecuali dalam keadaan darurat dan telah dilaporkan kepada petugas. 
  5. Wajib menggunakan jasa pemandu/porter yang telah ditetapkan oleh BBTNKS dan Pemerintah Daerah. Pemandu wajib membawa kelengkapan P3K dan survival kit standar.
  6. Untuk komposisi jumlah pengunjung, pemandu yaitu: Maksimal pemanduan: Satu orang pemandu untuk lima orang pengunjung/pendaki Maksimal beban porter: Satu orang porter seberat 25 kilogram 
  7. Semua calon pendaki wajib menyerahkan fotokopi kartu identitas yang masi berlaku seperti: SIM, KTA, KTP, Paspor, atau Kartu Pelajar serta Surat Keterangan Sehat dokter (asli). 
  8. Calon pendaki berusia kurang dari 17 tahun wajib menyerahkan Surat Izin Orangtua/Wali dan ditandatangani di atas materai Rp 6.000, serta dilampirkan fotokopi KTP Orangtua/Wali yang masih berlaku. 
  9. Berbadan sehat pada saat melakukan pendakian dengan menunjukkan Surat Keterangan Dokter (asli) pada pintu masuk dan pada saat mengurus SIMAKSI.
  10. Masuk jalur pendakian antara pukul 06.00 WIB-17.00 WIB dan mendaki pada jalur yang sudah ditentukan/jalur resmi. 11. Memakai dan membawa perlengkapan standar pendakian gunung, serta perbekalan pendakian yang cukup. 12. Mengisi form identitas diri dan isian barang bawaan yang menghasilkan sampah. 13. Membawa kantung sampah dan membawa sampah bawaannya ke luar kawasan Taman Nasional. 14. Tanggung jawab dan keselamatan pendaki menjadi tangggung jawab pribadi dan tidak akan menuntut pihak pengelola (BBTNKS), pemandu, porter, pemerintah daerah. Untuk diketahui, syarat ini juga bisa ditemukan di tautan di akun Instagram resmi BBTNKS.

sumber : kompas. com

Guru di Kerinci Mengeluh Tunjangan Sertifikasi Selalu Telat Dibayar



KERINCINEWS.COM, KERINCI - Sejumlah guru sertifikasi di Kabupaten Kerinci mengeluh tunjangan profesi guru yang mereka terima setiap triwulan sering telat. Bahkan hingga berbulan-bulan. 

"Padahal melihat dari kota/kabupaten tetangga selalu tepat waktu dan hanya terlambat beberapa hari atau minggu saja," ujar salah seorang guru yang minta namanya tak disebutkan, Selasa (31/5). 

Senada guru lainnya, mengaku heran kenapa tunjangan sertifikasi selalu telat dibayarkan. Hingga dirinya menduga ada yang sengaja melakukan hal itu untuk mencari keuntungan. "Saya sudah 10 tahun menjadi guru, dan selama itu pula sertifikasi kami selalu telat. Entah apa masalahnya, ini sudah masuk triwulan ke 2 belum juga keluar," ujarnya

"Di Kota Sungai Penuh saja sudah cair yang triwulan pertama, saat ini mereka menunggu triwulan yang ke 2 lagi, sedangkan kami, untuk triwulan pertama saja belum cair," tambahnya. 

Padahal lanjutnya, tunjangan tersebut sangat mereka butuhkan. Terutama untuk kebutuhan sehari-hari. 

"Gaji hanya cukup makan sehari-hari, dan bagaimana untuk anak-anak kami yang bersekolah wajar saja kami menunggu sertifikasi. Itu hak kami, kami mau saja demo sama seperti perangkat desa kemarin, tapi kami takut nanti kami diintimidasi," ujarnya.

Terpisah Kadis Pendidikan Kerinci, Murison dihubungi membenarkan jika tunjangan sertifikasi guru untuk triwulan pertama belum cair. Ia berharap para guru sertifikasi bisa bersabar karena saat ini masih dalam proses pencarian.

"Keterlambatan karena ada yang belum keluar SK Dirjen. Sedang dalam proses pencarian," singkatnya.(*)

Baca Juga : Temuan BPK Tentang TPP Petinggi ASN di Kabupaten Kerinci Mencengangkan

Tale Haji Tembang Unik Masyarakat Kerinci



Tale Haji menjadi salah satu bagian tardisi unik proses perjalanan haji bagi masyarakat Kerinci. Budaya ini telah berlangsung secara turun-temurun.


Sekali lagi, ibadah haji mempunyai pengaruh yang begitu mendalam bagi masyarakat Indonesia. Haji mampu menembus kultur masyarakat Indonesia dengan ragam budaya barunya. Tale Haji atau tembang haji menjadi salah satunya tradisi masyarakat Jambi ini adalah telah ada sejak dulu dan hingga kini dan masih terus berlangsung.


Tale sendiri dipahami sebagai lagu tradisional khas masyarakat Kerinci di provinsi Jambi. Tale adalah nyanyian rakyat atau folksong yang lahir, tumbuh dan berkembang di tengah-tengah kehidupan masyarakat pegunungan Kerinci. Masyarakat Semurup, Siulak, Rawang, Belui dan Sungai Penuh dikenal sebagai masyarakat banyak melahirkan irama tale. Biasanya, lirik tale berbentuk pantun yang mempunyai sampiran dan isi. Memang kini tale sudah banyak sudah banyak melalui proses akulturasi dengan kesenian modern. Hingga tidak salah tale berkolaborasi dengan genre musik lainnya seperti dangdut, pop hingga melayu.


Kehadiran tale sendiri seiring dengan masuk dan perkembangan Islam di tanah Kerinci. Disebutkan bahwa kebudayaan masyarakat Kerinci banyak mengandung konsep dan makna Islami. Konon kata “tale” berasal dari kata “tahlil” yang berarti mentauhidkan Tuhan (Allah). Ditambahkannya lagi, kata “hu ala” atau “alaahu ala” yang lazim diselipkan dalam sampiran dan isi pantun dalam tale, terambil dari kata “hu Allah” dan “Allahu ta’ala” yang berarti Dia Allah dan Tuhan yang Maha Tinggi. Begitu pula dengan budaya sike berasal dari kata “zikir” yang berati ingat kepada AllahSWT. Hal ini membuktikan seni budaya merupakan alat untuk menyebarkan Islam bagi masyarakat kerinci.



Dalam beberapa penelitian menyebutka bahwa tale merupakan tradisi lisan di Jambi, khususnya masyarakat kabupaten Kerinci. Hingga tahun 70-an tale masih sering didendangkan masyarakat ketika melakukan “ande” (bekerja bersama-sama), terutama tatkala menuai padi di sawah. Biasanya kelompok ande (asli bahasa Belui) ini memiliki bendera kelompok masing-masing. Tak heran kalau kita bisa menemukan bendera berkibar di tengah sawah. Saat ande menuai padi itulah tale ini sering didendangkan bersama-sama.


Selain dilakukan ketika ande, tale bersama-sama juga sering didendangkan saat menumbuk padi di lesung. Hal ini bisa terjadi bila terdapat dua lesung atau lebih dengan masing-masing lesung menumbuk tiga atau lebih penumbuk padi. Bila dimainkan malam malam hari, irama suling bambu seringsering menjadi pengiringnya. Suasanapun bisa bertambah syahdu dan mengasyikkan.


Tale Haji


Tale joi/jai atau tale Haji adalah tale yang dilakukan untuk melepas keluarga atau anggota masyarakat yang akan bepergian naik haji. Hampir setiap malam, tale jai diperdengarkan angkasa melalui loadspeaker. Ini merupakan bagian dari seremonial pelepasan pemberangkatan calon haji.


Bagi masyarkat Kerinci, pergi haji meruupakan sesuatu yang istimewa. Kita boleh saja pergi ke mancanegara manapun di dunia ini, tanpa setahu sanak keluarga dan masyarakat desa. Tetapi tidak demikian halnya dengan kepergian ke Makkah Almukarramah untuk menunaikan ibadah haji. Dimulai dengan ritual kenduri yang memberitahukan secara resmi kepada keluarga dan tetangga perihal rencana keberangkatan naik haji.


Dari sinilah mulainya tale haji itu. Kemudian giliran sanak saudara, yang secara bergantian mengundang kita untuk ditalekan. Begitulah seterusnya sampai menjelang keberangkatan. Pada hari keberangkatan, masyarakat akan tumpah ruah memenuhi masjid (upacara pelepasan secara resmi) dan kemudian mengantar dengan berjalan kaki, lagi-lagi sambil bertale) sampai ke tempat pemberangkatan.


Tradisi ini menggambarkan wujud kebersamaan warga masyarakat. Selain berfungsi sebagai hiburan juga mempunyuai fungsi ritual. Biasanya tale haji dinyanyikan petale yang terdiri dari laki-laki dan perempuan . Mereka dengan menyenandungkan pesan untuk para jamaah haji agar menjalankan rukun-rukun haji dengan sebaik-baiknya. Selain itu tale juga berisi pujian kepada Illahi Rabbi dan kota suci Mekah. Pewarisan tale keberangkatan haji dilakukan secara formal dan non formal(alamiah).( Dari berbagai sumber)

Ini Jadwal Keberangkatan CJH Asal Kerinci



Kerincinews.com - Kerinci, Jamaah Calon Haji Asal Kabupaten Kerinci yang  berangkat pada musim haji tahun ini, terbagi menjadi dua kloter yakni kloter 21 dan kloter 24, untuk kloter 21 dijadwalkan berangkat pada 8 juni dari kerinci sedangkan kloter 24 diberangkatkan pada 11 juni mendatang.

Kasi penyelenggara Haji dan Umroh Kementrian Agama Kabupaten Kerinci Reflisman mengatakan,  meskipun jamaah calon haji asal Kabupaten Kerinci diberangkatkan melalui embarkasi batam, namun karena di provinsi jambi sudah terdapat embarkasi antara jambi, maka seluruh jemaah asal provinsi jambi akan berkumpul di asrama haji jambi terlebih dahulu,  kemudian esok hari akan diberangkatkan menuju embarkasi batam.


“Kalau jadwal berangkat ke embarkasi batam itu tanggal 9 untuk kloter 21 dan tanggal 12 untuk kloter 24, untuk itu satu hari sebelumnya  jemaah kita sudah berangkat dari kerinci menuju asrama haji jambi,” jelasnya, Kamis (25/05/2023).


Reflisman menyebutkan, pasca tahapan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) Terdapat 414 calon jemaah yang melakukan pelunasan, namun dari 414 calon jemaah tersebut dua diantaranya menunda keberangkatan dikarenakan sakit.


“Jadi  jumlah jemaah calon haji asal kabupaten kerinci yang berangkat pada musim haji tahun ini sebanyak 412 orang,” tutupnya.

Menakar Kekuatan Paslon Walikota Sungai Penuh, Politisi VS Akademisi


KERINCINEWS.COM, SUNGAI PENUH. Pertarungan bakal calon Wali Kota Sungai Penuh 2020, semakin memanas, namun sampai saat ini belum tampak jelas sebaran kekuatan dukungan masing-masing paslon. Sampai saat ini masing-masing paslon masih sebatas saling klaim paling banyak mendapat dukungan. Untuk itu Kerincinews.com menyempatkan diri berdiskusi dengan pengamat politik Kerinci Sungai Penuh Bukhari Muallim di kediamannya, Senin, (19/10). 

Dikediamannya Bukhari mengatakan bahwa, Pilwako Sungai Penuh saat ini adalah pertarungan Politisi VS Akademisi. Dosen STIA-NUSA Sungai Penuh ini mengatakan bahwa, majunya Fikar Azami yang berpasangan dengan Yos Adrino bisa dikatakan sebagai lambang tokoh politisi murmi. Karena saat ini Fikar merupakan Ketua Demokrat Kota Sungai Penuh dan pernah menjadi Ketua Legislatif. Kemudian menjadi lengkap ketika Yos diplot sebagai pasangannya, dimana yos saat ini merupakan pengurus DPW PAN dan pernah menjadi anggota legislatif.. Jadi ini jelas bisa dikatakan bahwa Pasangan Calon Fikar dan Yos DNAnya merupakan politikus murni. 

Sementara sebaliknya pasangan calon Ahmadi antos yang menjadi konpititor di Pilwako Kota Sungai Penuh merupakan dua akademisi kondang di Kerinci dan Kota Sungai Sungai Penuh Karena keduanya merupakan pimpinan perguruan tinggi. Disamping itu keduanya terlibat banyak dalam organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan. Jadi jelas DNA keduanya merupakan akademisi murni. 

Disamping itu, ia menyebut hakikatnya pemilihan kepala daerah (pilkada) sangat dipengaruhi oleh aspek popularitas. Dan kedua Paslon menurutnya merupakan tokoh yang memiliki popularitas tinggi. 

“Siapa sih yang tidak kenal dengan Fikar anak walikota dan Yos mantan legislatif ? siapa yang tidak kenal dengan Ahmadi dan Antos pimpinan perguruan tinggi di Kerinci Sungai penuh ? Karena memang aspek popularitas itu menjadi faktor penting dalam persaingan calon. Karena itulah saat nama kedua paslon tersebut masuk dalam daftar calon wali kota, isu itu semakin kencang,” bebernya kepada Kerincinews.com.

Menurutnya paslon nomor urut 1 yang merupakn pimpinan perguruan tinggi dan dengan banyaknya alumni dari kedua perguruan tinggi tersebut tentu bisa dijadikan modal. Namun tentunya ini juga sangat ditentukan sejauh mana keduanya mampu melakukan komunikasi politik dengan para alumni.

"Dengan dua perguruan Tinggi yang banyak melahirkan alumni merupakan modal bagi Ahmadi dan Antos, namun tentu akan sangat ditentukan oleh komunikasi politik yang dibangun oleh keduanya, mampu tidak keduanya memberikan sesuatu yang berbeda sehingga para alumni betul-betul terpanggil secara emosional untuk menjatuhkan pilihan terhadap keduanya." Jelas Bukhari Muallim.

Disamping itu paslon 1 memiliki basis pemilih yang jelas, dimana gabungan Pesisir Bukit dan Pondok Tinggi merupakan kekuatan yang tak terbendung bila mendapat sentuhan komunikasi politik yang konfiden. Belum lagi pengalaman Ahmadi yang merupakan seorang petarung yang pernah bersaing sengit dengan Asyafri Jaya Bakri yang merupakan ayah kandung dari Fikar Azami, dan itu terjadi sampai putaran kedua. Ditambah kekuatan para relawan antos. Seperti diketahui bahwa antos merupakan ketua PSSI kota Sungai Penuh dan lama berproses di KNPI Kerinci dan Kota Sungai Penuh..

Sementara itu menurut Bukhari, paslon 2 Fikar dan Yos merupakan kekuatan yang tidak bisa dianggap main-main. Fikar yang merupakan anak dari Walikota Sungai Penuh aktif saat ini, bisa dikatakan sebagai inkamben. Menurutnya ini merupakan modal besar bagi paslon 2 dalam tebar pesona dikalangan birokrat dan pengusaha. Belum lagi Fikar pernah menjadi anggota legislatif dan menduduki Ketua DPC Demokrat Kota Sungai Penuh saat ini, yang secara otomatis akan menjadi mesin politik terdepan untuk memenangkan pasangan ini. 

"Secara politik, dimana saja kekuatan petahana saat itu merupakan hal yang sangat diperhitungkan, walau bagaimanapun itu bisa menjadi pengaruh yang besar. Disamping itu kitakan tau Fikar itu mantan legislatif dan petinggi demokrat, banyak sedikit ini akan menjadi penentu penguatan paslon 2 dalam pergerakannya." Jelas Bukhari Muallim

Saat ditanya pengaruh partai pengusung terhadap perolehan suara nantinya, Bukhari tidak menampik bahwa partai salah satu penentu kemenangan. Namun menurutnya secara emosional orang-orang partai bisa saja tidak mendukung calon yang diusung partainya.

"Dalam politik partai bisa saja menjadi kekuatan besar dalam gerakan pemenangan, tapi juga bisa sebagai penggerus kekuatan internal. Siapa bisa jamin secara emosiaonal orang-orang partai mendukung calon yang diusung partainya, siapa yang tau ?," Jelasnya.

Selanjutnya, menutup diskusi Kerincinews.com dengan Dosen Politik dan Kepemimpinan ini. Bahwa yang paling menentukan dalam sebuah pertarungan tetaplah strategi merebut hati masyarakat. Terutama basis-basis masa tak bertuan yang memiliki pemilih yang banyak seperti Hamparan Rawang. Kemudian Bukhari Muallim melihat kebelakang pengalaman pada Pilkada Kerinci, menurutnya siapa sangka H. Murasman menang saat Pilkada Kerinci 2008. 

"Strategi pemenangan dengan segala potensi dan kekuatan, tetaplah menjadi penentu kemenangan dalam pertarungan politik, coba simak sejarah politik kerinci 2008. Disamping itu saya melihat Hamparan Rawang sebagai salah satu wilayah Penentu Kemenangan." Tutup Bukhari Muallim. (Noha).






Pemdes Koto Diair Salurkan BLT Dana Desa

Penerima BLT Dana Desa Koto Diair bersama Kades, Ketua BPD, Babinsa, Babinkamtibmas,C Air Hangat, Kadis PMDK, dan Pimpinan DPRD Kerinci

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Jumat pagi (22/5) Pemerintah Desa Koto Diair Kecamatan Air Hangat salurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kepala keluarga penerima Manfaat masyarakat terdampak Covid-19.

Kepala desa Koto Diair, Jasnadi mengungkapkan bahwa penerima BLT telah dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan BPD dan tokoh masyarakat.

"Sebelum pencairan BLT kita (pemdes) telah melaksanakan musyawarah dengan BPD dan tokoh masyarakat untuk menetapkan keluarga yang terdampak covid-19," ujar Jasnadi

Ia juga menambahkan dalam penyaluran ini kami secara intensif terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan Air Hangat dan kabupaten dalam melakukan percepatan penyaluran BLT dana desa ini.

Terpisah, Camat Air Hangat Dafrisman berharap kepada keluarga penerima BLT Dana Desa agar dapat memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya.

"Saya berharap keluarga penerima BLT agar dapat menggunakan bantuan ini untuk yang prioritas saja, karena kita tidak tahu sampai kapan menghadapi  pandemi covid-19," ujar mantan Humas pemkab Kerinci

Dalam penyaluran BLT Dana Desa tahap pertama juga disaksikan langsung oleh Pimpinan DPRD Kerinci Boy Edwar, Kadis PMDK Syahril Hayadi, Camat Air Hangat Dafrisman, Ketua BPD Roza Pindra, Babinsa dan Babinkamtibmas.

Penyaluran BLT dana desa Koto Diair berjalan dengan lancar. (zen)

Pemdes Koto Diair Salurkan BLT Dana Desa

Penerima BLT Dana Desa Koto Diair bersama Kades, Ketua BPD, Babinsa, Babinkamtibmas,C Air Hangat, Kadis PMDK, dan Pimpinan DPRD Kerinci

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Jumat pagi (22/5) Pemerintah Desa Koto Diair Kecamatan Air Hangat salurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kepala keluarga penerima Manfaat masyarakat terdampak Covid-19.

Kepala desa Koto Diair, Jasnadi mengungkapkan bahwa penerima BLT telah dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan BPD dan tokoh masyarakat.

"Sebelum pencairan BLT kita (pemdes) telah melaksanakan musyawarah dengan BPD dan tokoh masyarakat untuk menetapkan keluarga yang terdampak covid-19," ujar Jasnadi

Ia juga menambahkan dalam penyaluran ini kami secara intensif terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan Air Hangat dan kabupaten dalam melakukan percepatan penyaluran BLT dana desa ini.

Terpisah, Camat Air Hangat Dafrisman berharap kepada keluarga penerima BLT Dana Desa agar dapat memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya.

"Saya berharap keluarga penerima BLT agar dapat menggunakan bantuan ini untuk yang prioritas saja, karena kita tidak tahu sampai kapan menghadapi  pandemi covid-19," ujar mantan Humas pemkab Kerinci

Dalam penyaluran BLT Dana Desa tahap pertama juga disaksikan langsung oleh Pimpinan DPRD Kerinci Boy Edwar, Kadis PMDK Syahril Hayadi, Camat Air Hangat Dafrisman, Ketua BPD Roza Pindra, Babinsa dan Babinkamtibmas.

Penyaluran BLT dana desa Koto Diair berjalan dengan lancar. (zen)

Kekacauan Paradigma Demokrasi


Oleh: Ekten Deaf Pariske 
(Sekjend DEMA IAIN Kerinci Periode 2018-2019) 

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Istilah demokrasi pada dua dasawarsa terakhir, khususnya di berbagai negara berkembang kian populer, baik pada tingkat wacana maupun arus gerakan sosial politik. Sebagai suatu sistem politik, demokrasi telah menempati tingkatan teratas yang diterima oleh banyaknegara karena dianggap mampu mengatur dan menyelesaikan hubungan sosial dan politik, baik yang melibatkan kepentingan antar individu dalam masyarakat, hubungan antar masyarakat, masyarakat dan negara maupun antar negara di dunia.

Sebagai sebuah konsep, demokrasi memiliki makna luas dan mengandung banyak elemen yang kompleks. Demokrasi adalah suatu metode politik, sebuah mekanisme untuk memilih pemimpin politik. Warga negara diberi kesempatan untuk memilih salah satu diantara pemimpin-pemimpin politik yang bersaing meraih suara.

Akar sejarah ide demokrasi, yang sekarang berkembang dengan amat pesat, tidak bisa
dilepaskan dari sejarah gelap Eropa abad pertengahan. Hal itu adalah realitas sejarah yang tidak dapat diingkari. Ketika itu, para cendekiawan Eropa melancarkan seruan pentingnya penentangan terhadap dominasi kaum gerejawan terhadap kehidupan umum. Mereka menyerukan agar peranan agamawan dibatasi hanya di dalam lingkungan gereja. Sementara di luar lingkungan gereja, masyarakat umum yang bukan gerejawan berhak menentukan pandangan, sikap, dan kebijakan mengenai kehidupan, terutama yang berkaitan dengan kehidupan publik.

Tentu saja, cara berpikir dan pandangan seperti itu berdampak sangat luas terhadap sikap dan pandangan tentang kehidupan. Dalam dunia pemikiran, cara berpikir seperti itu, dikenal secara luas sebagai cara berpikir sekularistik (pendangkalan agama). Faktanya demokrasi lahir dari pergulatan antara rasionalitas dan kuasa gereja ketika itu. Maka bentuk pemerintahan sekuler menjadi satu-satunya solusi agar pemerintahan despotik dan otoritarian yang dikuasai kaum gerejawan tidak berlanjut.

Secara umum pandangan bahwa esensi demokrasi adalah kedaulatan rakyat hampir menjadi keyakinan sebagian besar masyarakat manusia sekarang ini. Sedangkan kedaulatan rakyat umumnya dimaknai bahwa sumber kekuasaan pemerintah atau negara adalah rakyat. Dengan kata lain rakyatlah yang menjadi sumber keabsahan kekuasaan negara. Oleh karena itu, tanpa persetujuan rakyat, kekuasaan negara tak memeroleh legitimasi dan legalitas yang meyakinkan.

Atas dasar itu, seharusnya dalam negara yang menganut sistem demokrasi rakyat mendapatkan manfaat dari keberadaan suatu pemerintahan dan negara. Sebab esensi lain dari keberadaan suatu pemerintahan dan negara adalah bahwa mengatur dan mengurus rakyat adalah kewajiban negara. Maka demokrasi merupakan wadah masyarakat atau rakyat untuk memilih seseorang yang akan memimpin dan melayani mereka dalam berbagai kehidupan umum. Konsekuensinya para pimpinan di sebuah negara demokrasi bukan orang yang dibenci oleh rakyatnya, sistem yang dijalankannya bukan yang tidak dikehendaki melainkan yang sejalan dengan arah pemkiran rakyatnya.

Namun dalam praktik realitas demokrasi di manapun di dunia ini ditemukan sejumlah ironi. Bahkan dalam banyak hal sudah jelas bertentangan dengan esensi demokrasi itu sendiri. Yang paling mudah ditemukan dan nyaris menjadi fenomena umum di setiap negara yang menganut sistem demokrasi ialah fenomena menguatnya apa yang disebut tirani.

Dalam sebuah negara yang kekuasaanya dikendalikan penuh oleh tirani sangat berpotensi menjungkirbalikkan tata nilai. Oleh karena itu, dalam sistem pemerintahan yang dikuasai tirani bisa jadi sesuatu yang bertentangan dengan apa yang dikendaki oleh nilai-nilai sosialkemasyarakatan yaitu kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

Oleh sebab itu, dalam sistem demokrasi pula berbagai penyimpangan, seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme, mudah ditemukan bahkan nyaris menjadi asas peri kehidupan di negara demokrasi. Hal itu dikarenakan dalam proses pelaksanaan demokrasi alam kaitan pemilihan pemimpin masih disuguhi berbagai kecurangan yang dilakukan oleh para kandidat atau partai pengusungnya.

Salah satu kecurangan Pemilu adalah politik uang yang memaksa masyarakat untuk memilih peserta Pemilu yang melakukan politik uang tersebut. Setidak-tidaknya ada 2 subjek yang menyebabkan merebaknya praktik politik uang, yaitu peserta pemilu dan masyarakat sebagai pemilih.

Pada umumnya para calon yang pernah mencalonkan diri pada Pemilu sebelumnya lebih ahli dalam politik uang dan dipastikan akan mengulang hal yang sama. Adanya ketidakpercayaan masyarakat terhadap para calon yang justru melahirkan efek negatif bagi para elit dengan cara politik uang sering dijadikan alasan untuk melakukan politik uang. Akibatnya masyarakat pun sangat antusias kepada calon yang banyak memberikan uang dan selanjutnya masyarakat pun merasa “berutang budi” pada calon tersebut. Biasanya peserta Pemilu yang tidak memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat akan lebih mengandalkan politik uang. Akibatnya kasus pembelian suara dengan politik uang selalu saja menyertai dalam setiap pelaksanaan Pilpres, Pilkada, atau Pileg.

Meskipun populer dan dianggap terbaik, demokrasi nyatanya adalah sistem yang sangat mahal. Demokrasi membutuhkan biaya tinggi. Saat memberikan pidato kenegaraan di Gedung MPR/DPR, 16 Agustus beberapa tahun lalu, Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bahkan cemas dan prihatin dengan perkembangan demokrasi yang semakin mahal ini. Meluasnya politik uang, kata SBY, hanya membawa kesengsaraan bagi rakyat dan merusak demokrasi yang dibangun. Praktik politik uang, katanya, pasti diterima oleh pelakunya dikembalikan modal yang telah dikeluarkan.

Demokrasi sejatinya sistem yang cacat sejak lahirnya. Sementara sistem ini juga dicaci-maki di negeri asalnya, Yunani. Aristoteles (348-322 SM) menyebut demokrasi sebagai Mobocracy atau aturan massa. Ia mencerminkan demokrasi sebagai sistem yang bobrok, karena pemerintahan yang dilakukan oleh massa, demokrasi rentan akan anarkhisme.

Menurut Aristoteles bila negara dipegang oleh banyak orang (lewat perwakilan legislatif) akan berbuah petaka. Dalam bukunya “Politik”, Aristoteles menyebut demokrasi sebagai bentuk negara yang buruk. Sesuai dengan pemerintahan yang dilakukan oleh kelompok minoritas di dewan perwakilan yang mewakili kelompok yang akan dengan mudah berubah menjadi pemerintahan anarkhis, menjadi ajang pertarungan konflik kepentingan berbagai kelompok sosial
dan pertarungan elit kekuasaan.

Mungkin di masa kini kita, di abad kecanggihan informasi dan komunikasi yang belum pernah dicapai oleh manusia sebelumnya, demokrasi adalah kata atau istilah yang paling mendominasi perbincangan di berbagai pertemuan. 

Begitu luasnya wacana tentang demokrasi, sehingga istilah ini nyaris menjadi menu perbincangan keseharian manusia.

Di sisi lain, demokrasi seolah-olah telah menjadi standar keberadaban suatu bangsa. Oleh sebab itu, jika suatu bangsa, negara, atau kelompok tertentu, bahkan seorang individu, diberi lebel tidak demokratis akan merasa malu besar. Akibatnya kata “anti demokrasi” telah menjadi alat stigma yang cukup efektif untuk menjatuhkan pamor suatu bangsa, masyarakat, kelompok, atau individu.

Makna demokrasi akan semakin kelabu ketika ia dipraktikkan oleh penguasa yang dalam menjalankan kekuasaannya sekedar untuk menghindari sebutan antidemokrasi pada rezimnya. Demokrasi menjadi lebih kabur esensinya jika penerapannya menggunakan kekuatan dan kekerasan, seperti yang terjadi di Irak dan Afghanistan sekarang ini.

Bagaimana di Indonesia? Apa yang bisa kita harapkan dari demokrasi sekarang ini? Cita-cita demokrasi yang substansial, dalam praktek sehari-hari tampaknya kian lama kian menjauh. Demokrasi kita hanya diterjemahkan seperti sebagai rezim partai. Bahkan dalam kenyataannya meninggalkan rakyat yang seharusnya menjadi pemilik kedaulatan politik. Dan rakyat benar-benar menjadi pelaku yang pasif di sini. Mereka memilih, tapi tak bebas memilih. Yang bisa mereka pilih hanyalah mereka yang sudah dapat dipilih, dan tidak dari setiap mereka sudah mewakili semua aspirasi rakyat. Bagaimana ini mau dibilang sebagai sistem yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat?

Rakyat Indonesia pun terbodohi. Dan mereka yang membodohi telah sukses membuat ribuan rakyat negara ini menjadi bodoh. Atau pembodohan yang terselip dalam sistem demokrasi di negara ini hanyalah sebuah kecelakaan?

Kini rakyat Indonesia menjadi terlanjur cinta pada satu sosok. Satu figur. Tanpa sadar sosok tersebut tidaklah bekerja sendirian. Ia bekerja sebagai sebuah tim. Dan ketika tim tersebut pecah, bisakah sosok tersebut bekerja dengan sama baiknya seperti sebelumnya?

Ah, rumit sekali! 

Kekacauan Paradigma Demokrasi


Oleh: Ekten Deaf Pariske 
(Sekjend DEMA IAIN Kerinci Periode 2018-2019) 

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Istilah demokrasi pada dua dasawarsa terakhir, khususnya di berbagai negara berkembang kian populer, baik pada tingkat wacana maupun arus gerakan sosial politik. Sebagai suatu sistem politik, demokrasi telah menempati tingkatan teratas yang diterima oleh banyaknegara karena dianggap mampu mengatur dan menyelesaikan hubungan sosial dan politik, baik yang melibatkan kepentingan antar individu dalam masyarakat, hubungan antar masyarakat, masyarakat dan negara maupun antar negara di dunia.

Sebagai sebuah konsep, demokrasi memiliki makna luas dan mengandung banyak elemen yang kompleks. Demokrasi adalah suatu metode politik, sebuah mekanisme untuk memilih pemimpin politik. Warga negara diberi kesempatan untuk memilih salah satu diantara pemimpin-pemimpin politik yang bersaing meraih suara.

Akar sejarah ide demokrasi, yang sekarang berkembang dengan amat pesat, tidak bisa
dilepaskan dari sejarah gelap Eropa abad pertengahan. Hal itu adalah realitas sejarah yang tidak dapat diingkari. Ketika itu, para cendekiawan Eropa melancarkan seruan pentingnya penentangan terhadap dominasi kaum gerejawan terhadap kehidupan umum. Mereka menyerukan agar peranan agamawan dibatasi hanya di dalam lingkungan gereja. Sementara di luar lingkungan gereja, masyarakat umum yang bukan gerejawan berhak menentukan pandangan, sikap, dan kebijakan mengenai kehidupan, terutama yang berkaitan dengan kehidupan publik.

Tentu saja, cara berpikir dan pandangan seperti itu berdampak sangat luas terhadap sikap dan pandangan tentang kehidupan. Dalam dunia pemikiran, cara berpikir seperti itu, dikenal secara luas sebagai cara berpikir sekularistik (pendangkalan agama). Faktanya demokrasi lahir dari pergulatan antara rasionalitas dan kuasa gereja ketika itu. Maka bentuk pemerintahan sekuler menjadi satu-satunya solusi agar pemerintahan despotik dan otoritarian yang dikuasai kaum gerejawan tidak berlanjut.

Secara umum pandangan bahwa esensi demokrasi adalah kedaulatan rakyat hampir menjadi keyakinan sebagian besar masyarakat manusia sekarang ini. Sedangkan kedaulatan rakyat umumnya dimaknai bahwa sumber kekuasaan pemerintah atau negara adalah rakyat. Dengan kata lain rakyatlah yang menjadi sumber keabsahan kekuasaan negara. Oleh karena itu, tanpa persetujuan rakyat, kekuasaan negara tak memeroleh legitimasi dan legalitas yang meyakinkan.

Atas dasar itu, seharusnya dalam negara yang menganut sistem demokrasi rakyat mendapatkan manfaat dari keberadaan suatu pemerintahan dan negara. Sebab esensi lain dari keberadaan suatu pemerintahan dan negara adalah bahwa mengatur dan mengurus rakyat adalah kewajiban negara. Maka demokrasi merupakan wadah masyarakat atau rakyat untuk memilih seseorang yang akan memimpin dan melayani mereka dalam berbagai kehidupan umum. Konsekuensinya para pimpinan di sebuah negara demokrasi bukan orang yang dibenci oleh rakyatnya, sistem yang dijalankannya bukan yang tidak dikehendaki melainkan yang sejalan dengan arah pemkiran rakyatnya.

Namun dalam praktik realitas demokrasi di manapun di dunia ini ditemukan sejumlah ironi. Bahkan dalam banyak hal sudah jelas bertentangan dengan esensi demokrasi itu sendiri. Yang paling mudah ditemukan dan nyaris menjadi fenomena umum di setiap negara yang menganut sistem demokrasi ialah fenomena menguatnya apa yang disebut tirani.

Dalam sebuah negara yang kekuasaanya dikendalikan penuh oleh tirani sangat berpotensi menjungkirbalikkan tata nilai. Oleh karena itu, dalam sistem pemerintahan yang dikuasai tirani bisa jadi sesuatu yang bertentangan dengan apa yang dikendaki oleh nilai-nilai sosialkemasyarakatan yaitu kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

Oleh sebab itu, dalam sistem demokrasi pula berbagai penyimpangan, seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme, mudah ditemukan bahkan nyaris menjadi asas peri kehidupan di negara demokrasi. Hal itu dikarenakan dalam proses pelaksanaan demokrasi alam kaitan pemilihan pemimpin masih disuguhi berbagai kecurangan yang dilakukan oleh para kandidat atau partai pengusungnya.

Salah satu kecurangan Pemilu adalah politik uang yang memaksa masyarakat untuk memilih peserta Pemilu yang melakukan politik uang tersebut. Setidak-tidaknya ada 2 subjek yang menyebabkan merebaknya praktik politik uang, yaitu peserta pemilu dan masyarakat sebagai pemilih.

Pada umumnya para calon yang pernah mencalonkan diri pada Pemilu sebelumnya lebih ahli dalam politik uang dan dipastikan akan mengulang hal yang sama. Adanya ketidakpercayaan masyarakat terhadap para calon yang justru melahirkan efek negatif bagi para elit dengan cara politik uang sering dijadikan alasan untuk melakukan politik uang. Akibatnya masyarakat pun sangat antusias kepada calon yang banyak memberikan uang dan selanjutnya masyarakat pun merasa “berutang budi” pada calon tersebut. Biasanya peserta Pemilu yang tidak memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat akan lebih mengandalkan politik uang. Akibatnya kasus pembelian suara dengan politik uang selalu saja menyertai dalam setiap pelaksanaan Pilpres, Pilkada, atau Pileg.

Meskipun populer dan dianggap terbaik, demokrasi nyatanya adalah sistem yang sangat mahal. Demokrasi membutuhkan biaya tinggi. Saat memberikan pidato kenegaraan di Gedung MPR/DPR, 16 Agustus beberapa tahun lalu, Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bahkan cemas dan prihatin dengan perkembangan demokrasi yang semakin mahal ini. Meluasnya politik uang, kata SBY, hanya membawa kesengsaraan bagi rakyat dan merusak demokrasi yang dibangun. Praktik politik uang, katanya, pasti diterima oleh pelakunya dikembalikan modal yang telah dikeluarkan.

Demokrasi sejatinya sistem yang cacat sejak lahirnya. Sementara sistem ini juga dicaci-maki di negeri asalnya, Yunani. Aristoteles (348-322 SM) menyebut demokrasi sebagai Mobocracy atau aturan massa. Ia mencerminkan demokrasi sebagai sistem yang bobrok, karena pemerintahan yang dilakukan oleh massa, demokrasi rentan akan anarkhisme.

Menurut Aristoteles bila negara dipegang oleh banyak orang (lewat perwakilan legislatif) akan berbuah petaka. Dalam bukunya “Politik”, Aristoteles menyebut demokrasi sebagai bentuk negara yang buruk. Sesuai dengan pemerintahan yang dilakukan oleh kelompok minoritas di dewan perwakilan yang mewakili kelompok yang akan dengan mudah berubah menjadi pemerintahan anarkhis, menjadi ajang pertarungan konflik kepentingan berbagai kelompok sosial
dan pertarungan elit kekuasaan.

Mungkin di masa kini kita, di abad kecanggihan informasi dan komunikasi yang belum pernah dicapai oleh manusia sebelumnya, demokrasi adalah kata atau istilah yang paling mendominasi perbincangan di berbagai pertemuan. 

Begitu luasnya wacana tentang demokrasi, sehingga istilah ini nyaris menjadi menu perbincangan keseharian manusia.

Di sisi lain, demokrasi seolah-olah telah menjadi standar keberadaban suatu bangsa. Oleh sebab itu, jika suatu bangsa, negara, atau kelompok tertentu, bahkan seorang individu, diberi lebel tidak demokratis akan merasa malu besar. Akibatnya kata “anti demokrasi” telah menjadi alat stigma yang cukup efektif untuk menjatuhkan pamor suatu bangsa, masyarakat, kelompok, atau individu.

Makna demokrasi akan semakin kelabu ketika ia dipraktikkan oleh penguasa yang dalam menjalankan kekuasaannya sekedar untuk menghindari sebutan antidemokrasi pada rezimnya. Demokrasi menjadi lebih kabur esensinya jika penerapannya menggunakan kekuatan dan kekerasan, seperti yang terjadi di Irak dan Afghanistan sekarang ini.

Bagaimana di Indonesia? Apa yang bisa kita harapkan dari demokrasi sekarang ini? Cita-cita demokrasi yang substansial, dalam praktek sehari-hari tampaknya kian lama kian menjauh. Demokrasi kita hanya diterjemahkan seperti sebagai rezim partai. Bahkan dalam kenyataannya meninggalkan rakyat yang seharusnya menjadi pemilik kedaulatan politik. Dan rakyat benar-benar menjadi pelaku yang pasif di sini. Mereka memilih, tapi tak bebas memilih. Yang bisa mereka pilih hanyalah mereka yang sudah dapat dipilih, dan tidak dari setiap mereka sudah mewakili semua aspirasi rakyat. Bagaimana ini mau dibilang sebagai sistem yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat?

Rakyat Indonesia pun terbodohi. Dan mereka yang membodohi telah sukses membuat ribuan rakyat negara ini menjadi bodoh. Atau pembodohan yang terselip dalam sistem demokrasi di negara ini hanyalah sebuah kecelakaan?

Kini rakyat Indonesia menjadi terlanjur cinta pada satu sosok. Satu figur. Tanpa sadar sosok tersebut tidaklah bekerja sendirian. Ia bekerja sebagai sebuah tim. Dan ketika tim tersebut pecah, bisakah sosok tersebut bekerja dengan sama baiknya seperti sebelumnya?

Ah, rumit sekali! 

Mahasiswa KKN-PPM STIE SAK Posko Sanggaran Agung Jalin Kerja Sama Dengan Koramil


KERINCINEWS.COM, KERINCI - Pada Selasa  (27/11), Mahasiswa STIE SAK yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata-Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (KKN-PPM) di Desa Sanggaran Agung bersama dengan Koramil Danau Kerinci datang meninjau rumah Bapak Surono Warga RT 5 (60) yang akan dijadikan sebagai lokasi pembuatan MCK.

Ketua Pelaksana Kegiatan Sosial Mahasiswa KKN-PPM STIE SAK, Wiedho Echa Pratama ketika diwawancarai mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilakukan berawal dari kepeduliannya bersama rekan-rekannya untuk membantu Bapak Surono agar memiliki MCK sendiri di rumah.

Wiedo juga menjelaskan bahwa kabar tentang bapak surono tersebut juga didengar oleh pihak koramil danau kerinci sehingga dari pihak koramil pun ikut berinisiatif dalam berpartisipasi untuk membantu.

”pada saat pengajian, ada salah satu anggota koramil yang ikut pengajian di RT.5,jadi anggota koramil tersebut juga merespon akan hal ini. Setelah itu, saya mendatangi koramil untuk pembahasan hari pembuatannya.” Tutupnya.


Babinsa koramil Danau Kerinci, juga menyampaikan bahwa kegiata yang digerakkan oleh mahasiswa KKN-PPM STIE SAK Posko Sanggaran Agung adalah sebagai wujud sosial pemuda yang mempunyai semangat membantu masyarakat yang sedang berada dalam ketidakmampuan. Kegiatan yang baik akan mendapatkan pahala yang berlimpah.

”Kegiatan seperti ini semoga menjadi acuan dan pedoman untuk pemuda agar bisa berkontribusi untuk masyarakat sekiranya.” Ujar Babinsa.

Kegiatan Sosial pembangunan MCK tersebut rencananya akan dilaksanakan pada hari selasa dan ditargetkan selesai pembangunannya pada hari senin depan. (*) 



Mahasiswa KKN-PPM STIE SAK Posko Sanggaran Agung Jalin Kerja Sama Dengan Koramil


KERINCINEWS.COM, KERINCI - Pada Selasa  (27/11), Mahasiswa STIE SAK yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata-Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (KKN-PPM) di Desa Sanggaran Agung bersama dengan Koramil Danau Kerinci datang meninjau rumah Bapak Surono Warga RT 5 (60) yang akan dijadikan sebagai lokasi pembuatan MCK.

Ketua Pelaksana Kegiatan Sosial Mahasiswa KKN-PPM STIE SAK, Wiedho Echa Pratama ketika diwawancarai mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilakukan berawal dari kepeduliannya bersama rekan-rekannya untuk membantu Bapak Surono agar memiliki MCK sendiri di rumah.

Wiedo juga menjelaskan bahwa kabar tentang bapak surono tersebut juga didengar oleh pihak koramil danau kerinci sehingga dari pihak koramil pun ikut berinisiatif dalam berpartisipasi untuk membantu.

”pada saat pengajian, ada salah satu anggota koramil yang ikut pengajian di RT.5,jadi anggota koramil tersebut juga merespon akan hal ini. Setelah itu, saya mendatangi koramil untuk pembahasan hari pembuatannya.” Tutupnya.


Babinsa koramil Danau Kerinci, juga menyampaikan bahwa kegiata yang digerakkan oleh mahasiswa KKN-PPM STIE SAK Posko Sanggaran Agung adalah sebagai wujud sosial pemuda yang mempunyai semangat membantu masyarakat yang sedang berada dalam ketidakmampuan. Kegiatan yang baik akan mendapatkan pahala yang berlimpah.

”Kegiatan seperti ini semoga menjadi acuan dan pedoman untuk pemuda agar bisa berkontribusi untuk masyarakat sekiranya.” Ujar Babinsa.

Kegiatan Sosial pembangunan MCK tersebut rencananya akan dilaksanakan pada hari selasa dan ditargetkan selesai pembangunannya pada hari senin depan. (*) 



Kepung Rektorat, Mahasiswa Keluhkan Fasilitas Kampus IAIN Kerinci


KERINCINEWS.COM, KERINCI - Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli IAIN Kerinci gelar aksi kepung Rektorat IAIN Kerinci, Rabu (7/11).

Mereka mulai berorasi di setiap gedung mahasiswa seraya membagikan tuntutan dalam bentuk teks selebaran kepada mahasiswa untuk menghimbau seluruh mahasiswa merapatkan barisan dan menuntut kesejahteraan, alhamdulillah hal itu mampu mengetuk hati mahasiswa dan bergegas masuk dalam barisan dan bergabung. Lalu dilanjutkan berorasi di depan gedung rektor dengan menyampaikan 7 tuntutan.

Korlap aksi Weli Kurnia Parbo mahasiswa Fakultas Fuad IAIN Kerinci menjelaskan bahwa tuntutan mereka adalah bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kampus.

"Kita melaksanakan aksi merupakan wujud dari kepedulian terhadap kampus tercinta, yang dimana IAIN dikenal sebagai kampus terbesar di Kerinci-Sungai Penuh. Namun sanagat disayangkan dengan minimnya fasilitas kampus yang dapat dinikmati oleh mahasiswanya sendiri." Tegas Weli.

Setelah berorasi di depan Rektorat, massa aksi disambut ramah oleh Rektor dan pihak kampus IAIN Kerinci dengan mempersilahkan seluruh massa aksi untuk masuk ke ruangan pertemuan.

Sammy Ahmad Amin dan kawan-kawan menyampaikan semua tuntutannya serta memberi ultimatum kepada pihak kampus untuk segera menangani secepatnya.

"Jika tuntutan kita tidak segera tindak lanjuti, maka kita akan gelar aksi dengan membawa massa dalam jumlah lebih besar." Ujarnya.

Selanjutnya disambung oleh Yoan Adrian Govinda mahasiswa Tarbiyah menyatakan bahwa bentuk kepedulian dari bapak Rektor itu memang rendah, buktinya foto Gubernur Jambi Zumi Zola masih terpampang indah di dalam ruangan, bagaimana ingin melihat lingkungan luas IAIN Kerinci sedangkan di dalam ruangan saja tak di perhatikan.

"Kepedulian Rektor IAIN Kerinci sangat rendah sekali. Buktinya saja Foto Gubernur Jambi tidak diganti, padahal Zumi Zola sudah jelas tidak lagi menjadi Gubernur. Bagaimana pihak kampus akan peduli dengan fasilitas lingkungan kampus, jika fasilitas di ruangan Rektor saja belum bisa diperhatikan." Ungkap Yoan.

Setelah mahasiswa menyampaikan tuntutannya, pihak kampus menanda tangani ultimatum yang di sepakati semua massa aksi. Massa aksi dengan tertib membubarkan diri.

Berikut hasil mediasi tuntutan massa aksi serta telah disepakati oleh Rektor IAIN Kerinci:




Kepung Rektorat, Mahasiswa Keluhkan Fasilitas Kampus IAIN Kerinci


KERINCINEWS.COM, KERINCI - Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli IAIN Kerinci gelar aksi kepung Rektorat IAIN Kerinci, Rabu (7/11).

Mereka mulai berorasi di setiap gedung mahasiswa seraya membagikan tuntutan dalam bentuk teks selebaran kepada mahasiswa untuk menghimbau seluruh mahasiswa merapatkan barisan dan menuntut kesejahteraan, alhamdulillah hal itu mampu mengetuk hati mahasiswa dan bergegas masuk dalam barisan dan bergabung. Lalu dilanjutkan berorasi di depan gedung rektor dengan menyampaikan 7 tuntutan.

Korlap aksi Weli Kurnia Parbo mahasiswa Fakultas Fuad IAIN Kerinci menjelaskan bahwa tuntutan mereka adalah bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kampus.

"Kita melaksanakan aksi merupakan wujud dari kepedulian terhadap kampus tercinta, yang dimana IAIN dikenal sebagai kampus terbesar di Kerinci-Sungai Penuh. Namun sanagat disayangkan dengan minimnya fasilitas kampus yang dapat dinikmati oleh mahasiswanya sendiri." Tegas Weli.

Setelah berorasi di depan Rektorat, massa aksi disambut ramah oleh Rektor dan pihak kampus IAIN Kerinci dengan mempersilahkan seluruh massa aksi untuk masuk ke ruangan pertemuan.

Sammy Ahmad Amin dan kawan-kawan menyampaikan semua tuntutannya serta memberi ultimatum kepada pihak kampus untuk segera menangani secepatnya.

"Jika tuntutan kita tidak segera tindak lanjuti, maka kita akan gelar aksi dengan membawa massa dalam jumlah lebih besar." Ujarnya.

Selanjutnya disambung oleh Yoan Adrian Govinda mahasiswa Tarbiyah menyatakan bahwa bentuk kepedulian dari bapak Rektor itu memang rendah, buktinya foto Gubernur Jambi Zumi Zola masih terpampang indah di dalam ruangan, bagaimana ingin melihat lingkungan luas IAIN Kerinci sedangkan di dalam ruangan saja tak di perhatikan.

"Kepedulian Rektor IAIN Kerinci sangat rendah sekali. Buktinya saja Foto Gubernur Jambi tidak diganti, padahal Zumi Zola sudah jelas tidak lagi menjadi Gubernur. Bagaimana pihak kampus akan peduli dengan fasilitas lingkungan kampus, jika fasilitas di ruangan Rektor saja belum bisa diperhatikan." Ungkap Yoan.

Setelah mahasiswa menyampaikan tuntutannya, pihak kampus menanda tangani ultimatum yang di sepakati semua massa aksi. Massa aksi dengan tertib membubarkan diri.

Berikut hasil mediasi tuntutan massa aksi serta telah disepakati oleh Rektor IAIN Kerinci:




Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Tim Malkovic
CEO
David Bell
Creative Designer
Eve Stinger
Sales Manager
Will Peters
Developer

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567

JSON Variables

Random Posts

{getFeatured} $results={5} $label={recent}