We Are Creative Design Agency

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Illum, fuga, consectetur sequi consequuntur nisi placeat ullam maiores perferendis. Quod, nihil reiciendis saepe optio libero minus et beatae ipsam reprehenderit sequi.

Find Out More Purchase Theme

Our Services

Lovely Design

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

Great Concept

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

Development

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

User Friendly

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

Recent Work

Tampilkan postingan dengan label Politik-Kerinci. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik-Kerinci. Tampilkan semua postingan

Pj Bupati Kerinci Dilantik, Begini Pesan Gubernur Al Haris

Asraf, S.Pt., M.Si resmi menjadi Penjabat (Pj) Bupati Kerinci setelah dilantok oleh Gubernur Jambi, Al Haris S.Sos,MH di rumah Dinas Gubernur Jambi, Sabtu pagi (4/11).



Pelantikan Pj Bupati Kerinci ini dihadiri Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Sekda Sudirman dan sejumlah pimpinan Forkopimda Provinsi Jambi.


Selain itu juga hadir Bupati dan Wakil Bupati Kerinci periode 2019-2024, Adi Rozal dan Ami Taher, dan sejumlah pimpinan Forkopimda Kabupaten Kerinci.


Prosesi pelantikan Pj Bupati Kerinci Asraf ini diawali dengan kirap dari peranginan menuju pendopo Rumah Dinas Gubernur Jambi.


Setibanya di pendopo disambut Gubernur Jambi, dan Gubernur Al Haris langsung menyerahkan petikan surat keputusan Mendagri kepada Asraf menjadi Pj Bupati Kerinci.


Selanjutnya prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Gubernur Jambi, Al Haris. Selanjutnya penyerahan memori jabatan dari Bupati dan Wakil Bupati Kerinci periode 2019-2024, Adirozal dan Ami Taher kepada Pj Bupati Kerinci, Asraf.


Usai pelantikan dilanjutkan dengan serah terima jabatan antara Pj. Bupati Kerinci, Asraf yang saat ini juga sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi dengan Bupati Kerinci dua Periode 2014 - 2023, DR. H. Adirozal, M.Si.


Kemudian diadakan pelantikan Ketua TP-PKK dan Ketua Dekranasda Kabupaten Kerinci oleh Ketua TP-PKK dan Dekranasda Provinsi Jambi Hj. Hesti Haris. Berikut serah terima dengan Ketua TP-PKK dan Dekranasda Kerinci sebelumnya Hj. Nailil Husna.


Sambutan Gubernur Jambi Al Haris antara lain, minta agar Pj. Bupati melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai perundang-undangan yang belaku.


Kemudian kata Gubernur, Pj. Bupati dapat menjaga hubungan yang harmonis dengan pilar-pilar pembangunan di daerah termasuk DPRD.


Terakhir, ucapan terima kasih banyak kepada para Bupati Kerinci yang telah luar biasa dalam membangun daerah.


Sumber : metrojambi.com

KPU Kabupaten Kerinci Tetapkan DPT, Ini Rinciannya Tiap Kecamatan


KERINCINEWS.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kerinci mengelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Tingkat KPU Kabupaten Kerinci, Rabu (21/06/2023).


Ketua KPU Kabupaten Kerinci, Kumaini dalam rapat terbuka tersebut, KPU Kabupaten Kerinci menetapkan rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) dengan jumlah 197.657 pemilih


"Dari 197.657 pemilihan dengan rincian 97.976 pemilih laki-laki, 99.681 pemilih perempuan yang tersebar di 18 kecamatan 287 Kelurahan dan desa, serta 849 TPS di Kabupaten Kerinci," kata Ketua KPU Kabupaten Kerinci, Kumaini.


Baca Juga: Wow! Indonesia Menjadi Negara Pengorbit Satelit Terbanyak di Asia Tenggara, Ini Rinciannya...


Adapun rincian Daftar Pemilih Tetap (DPT) 18 Kecamatan di Kabupaten Kerinci sebagai berikut :

1. Kecamatan Air Hangat

-Jumlah Desa : 16

-Jumlah TPS : 40

-Jumlah Pemilih : 9,031

2. Kecamatan Air Hangat Barat

-Jumlah Desa : 12

-Jumlah TPS : 34

-Jumlah Pemilih : 7,749


3. Kecamatan Air Hangat Timur

-Jumlah Desa : 25

-Jumlah TPS : 67

-Jumlah Pemilih : 15,941


4. Kecamatan Batang Merangin

-Jumlah Desa : 19

-Jumlah TPS : 41

-Jumlah Pemilih : 9,450

5.Kecamatan Bukit Kerman

Jumlah Desa : 15

-Jumlah TPS : 44

-Jumlah Pemilih : 10,631


6. Kecamatan Danau Kerinci

Jumlah Desa : 13

-Jumlah TPS : 43

-Jumlah Pemilih : 10,363


7. Kecamatan Danau Kerinci Barat

Jumlah Desa : 14

-Jumlah TPS : 40

-Jumlah Pemilih : 9,662

8. Kecamatan Depati Tujuh

Jumlah Desa : 20

-Jumlah TPS : 55

-Jumlah Pemilih : 12,950


9. Kecamatan Gunung Kerinci

Jumlah Desa : 16

-Jumlah TPS : 43

-Jumlah Pemilih : 9,669


10. Kecamatan Gunung Raya

Jumlah Desa : 12

-Jumlah TPS : 36

-Jumlah Pemilih : 6,856

11. Kecamatan Gunung Tujuh

Jumlah Desa : 13

-Jumlah TPS : 48

-Jumlah Pemilih : 11,205

12. Kecamatan Kayu Aro

-Jumlah Desa : 21

-Jumlah TPS : 64

-Jumlah Pemilih : 15,322


13. Kecamatan Kayu Barat

-Jumlah Desa : 17

-Jumlah TPS : 71

-Jumlah Pemilih : 16,515

14. Kecamatan Keliling Danau

-Jumlah Desa : 18

-Jumlah TPS : 46

-Jumlah Pemilih : 10,388


15. Kecamatan Setinjau Laut

-Jumlah Desa : 14

-Jumlah TPS : 34

-Jumlah Pemilih : 8,300


16. Kecamatan Siualak

-Jumlah Desa : 26

-Jumlah TPS : 73

-Jumlah Pemilih : 17,333

17. Kecamatan Siulak Mukai

-Jumlah Desa : 14

-Jumlah TPS : 39

-Jumlah Pemilih : 8,912


18. Kecamatan Tanah Cogok

-Jumlah Desa : 12

-Jumlah TPS : 31

-Jumlah Pemilih : 7,380


metrojambi.com

Nuzran Joher dan Harapan Perubahan: Sebuah Catatan Menjelang Pemilu Legislatif 2019



Oleh: RAUSHAN FIKRI

KERINCINEWS.COM, “I will prepare and someday my chance will come.” (Saya akan melakukan persiapan dan suatu hari nanti kesempatan saya akan datang). Demikian kata Presiden Amerika Serikat ke-19, Abraham Lincoln (1809-1865). Ya, Nuzran Joher telah melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan Lincoln. Nuzran—disadari atau pun mungkin juga tanpa disadarinya—telah mempersiapkan diri dalam waktu yang relatif panjang untuk menjadi seorang pemimpin (leader). Nuzran remaja hidup di ujung rezim Orde Baru yang otoriter, kaku, dan cenderung pada hal-hal yang serba simbolis-formalistik yang ekstrem.

Tapi, minat Nuzran lain: ia berbeda dengan trend rekan-rekan seusianya yang berlomba-lomba ingin jadi PNS pada era 90-an. Mungkin karena ia berkelindan dengan dunia pergerakan, aktivis, dan idealisme, ia kurang berminat untuk pakai seragam dinas. Nuzran justru menenggelamkan diri dalam aktivitas-aktivitas organisasi kemahasiswaan yang ia yakini mampu membuatnya besar dan berbeda dari rekan-rekannya kelak: menjadi tokoh dan pemimpin sosial.

Bertahun-tahun ia digembleng dan tergembleng di organisasi perkaderan: HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). Nuzran tumbuh dengan karakter kepemimpinan yang nasionalis-religius. HMI—sebagai sebuah organisasi kemahasiswaan yang telah banyak melahirkan tokoh dan pemimpin-pemimpin cemerlang bangsa ini—adalah organisasi yang dipilihnya ketika menjadi mahasiswa IAIN Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat. Karena kecintaannya pada kemanusiaan (humanity), kemerdekaan intelektual (intellectual freedom), dan kepedulian sosial ia memilih jalan hidup sebagai aktivis mahasiswa. Puncaknya di saat reformasi ’98 ia tampil memimpin gerakan mahasiswa ‘98 di Sumatera Barat dan menjadikan kampus IAIN sebagai pusat pergerakan 48 perguruan tinggi, sampai jatuhnya rezim Orde Baru.

Ia cuekkan apa yang menjadi momok oleh teman-teman kuliahnya di masa Orde Baru dulu, yang apatis dengan organisasi: ancaman DO (drop out). Tapi, tak sia-sia. Nuzran terbukti di kemudian hari, telah menikmati hasil itu: karakter kepemimpinan (leadership) justru banyak ia dapatkan dalam dunia organisasi, bukan di kampus formal. Namun, ia tetap bisa merampungkan kuliah dan berhasil mendapat gelar sarjana.

Tak hanya sukses organisasi, ia juga sukses secara akademis. Kedua hal itu telah membentuk dan memperkuat talenta kepemimpinan yang ada dalam dirinya. Bukti keuletan dan talenta kepemimpinannya: ia bersama aktivis Sumatera Barat dan Jambi mendirikan HMI Cabang Kerinci, dan ia menjadi ketua umum pertama. Sampai saat ini, sudah ribuan kader dan alumni yang lahir dari rahim pengkaderan HMI Cabang Kerinci. Pelan tapi pasti telah muncul kader dan bibit-bibit generasi muda yang tangguh, ulet serta siap mengisi pembangunan di segala bidang baik di Kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi dan Nasional.

Dalam kancah pergulatan sosial organisasi HMI ia berhasil menjadi Sekretaris Jenderal Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) di Jakarta, Kandidat Ketua Umum DPP KNPI 2011-2013 serta menjadi Ketua DPP KNPI Bidang Otonomi Daerah. Sesuatu yang tidak mudah dicapai oleh banyak aktivis dari berbagai daerah di Indonesia.

Kini, Nuzran Joher dipercaya bersama 62 orang tokoh Nasional lainnya—mantan menteri, hakim Mahkamah Konstitusi, akademisi, mantan anggota DPR dan DPD RI—berhimpun mewakili Fraksi Politik di MPR sebagai anggota di Lembaga Pengkajian MPR RI sejak 2016 sampai sekarang.

Figur Bersih, Peduli, dan Santun

Terlahir dari keluarga sederhana, di Desa Maliki Air Rawang, Sungai Penuh-Kerinci, 44 tahun silam, tepatnya 28 Oktober 1973, Nuzran—meminjam istilah wartawan senior Rosihan Anwar dalam salah satu tulisannya di Harian Kompas—adalah sosok “anak kampung tinggi melambung”. Sejak kecil, menurut pengakuannya, ia memang sudah tertarik dengan dunia politik dan kepemimpinan. Ia kerap dibawa mengikuti kegiatan-kegiatan sosial keagamaan dan politik. Bakat kepemimpinannya terus ia asah. Ia aktif di berbagai organisasi, mulai dari Remaja Masjid, Ketua OSIS PGAN/MAN, dan kepemudaan di kampung, sampai—ketika duduk di bangku kuliah di perguruan tinggi—menduduki jabatan sebagai Ketua Umum (sekarang: dikenal dengan istilah “Presiden BEM”). Organisasi adalah bagian dari hidupnya.

Karena organisasi juga, Nuzran telah mengembara ke berbagai tempat di Tanah Air. Jiwa nasionalismenya tumbuh. Idealismenya kokoh. Tidak seperti pada umumnya pemuda-pemudadi kampungnya yang enggan meninggalkan tanah kelahiran, Nuzran justru memilih hijrah keluar daerah. Namun, semua itu tidaklah membuatnya angkuh dan melupakan kampung halaman dan sahabatnya. Ia tetap ingat akan masyarakat daerahnya—Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi—yang saat ini masih banyak yang hidup susah dan mengalami kemiskinan, ketidakadilan, dan keterbelakangan.

Mungkin, bagi Nuzran, berlaku nasihat dari Imam Syafi’i kepada para pencari untuk berani melakukan pengembaraan intelektual: ”Berangkatlah, niscaya engkau akan mendapatkan ganti untuk semua yang engkau tinggalkan. Bersusah payahlah sebab kenikmatan hidup direngkuh dalam kerja keras. Ketika air mengalir, ia akan menjadi jernih dan ketika berhenti ia akan menjadi keruh. Sebagaimana anak panah, jika tidak meninggalkan busurnya tak akan mengenai sasaran. Biji emas yang belum diolah sama dengan debu di tempatnya.”

Ya, benar nasihat Imam Syafi’i. Pada 2004, di usianya yang relatif muda, ia diberi amanah oleh masyarakat Jambi sebagai Senator: menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) mewakili Provinsi Jambi. Ia memperoleh suara yang cukup fantastis dan spektakuler: 137.018 suara. Suara terbanyak di antara seluruh perolehan suara anggota DPD RI ketika itu. Di usia yang sangat belia (31 tahun) ia tampil sebagai tokoh muda di pentas politik Nasional—mengalahkan pesaing-pesaingnya yang berasal dari berbagai latar belakang. Di DPD RI, ia dipercaya sebagai Ketua dan Pimpinan PAH (Panitia Ad Hoc) III DPD RI tiga tahun berturut-turut pada 2004-2007. Ia juga pernah duduk sebagai anggota PAH I yang membidangi urusan hukum dan otonomi daerah, Panitia Perancang Undang-Undang 2004-2009.

Tidak hanya itu, ia juga punya segudang pengalaman internasional ke berbagai negaranegara di dunia seperti Arab Saudi, Dubai, Jepang, Finlandia, Kuba, Norwegia, Polandia, Jerman, China dan lainnya. Sepanjang karirnya, ia tergolong figur yang bersih. Tidak ada catatan hitam. Tidak pernah ia tersandung persoalan-persoalan korupsi, gratifikasi, asusila, dan perilaku bejat lainnya. Selama menjadi anggota DPD RI, ia bekerja jujur untuk masyarakat Jambi. Terkadang ia bekerja dalam sunyi dan luput dari sorotan media. Namun, ia tetap bekerja, walaupun kadang difitnah dan diumpat di sana-sini. Tapi, ia tak pernah merisaukannya. Itulah sebuah karakter kepemimpinan yang kuat.

Bukti lain dari kecintaannya untuk membangun negeri: pada 2008, ia pernah mencalonkan diri untuk menjadi Bupati Kerinci, walaupun pada akhirnya gagal. Tapi, Emil Peria—yang juga aktivis pergerakan dan tokoh politik muda Kerinci—pernah mengatakan yang intinya: tidaklah menjadi soal Nuzran kalah dalam kompetisi di Pilkada Kerinci. Yang penting itu: kita telah mencoba mendobrak status quo (kemapanan) dan kebekuan demokrasi yang selama ini dianggap hanya monopoli dan dominasi “kaum tua”, dan golongan elite.

Pasca kekalahannya sebagai Bupati Kerinci sambil menyelesaikan jabatan sebagai anggota DPD, Nuzran di tarik oleh DR. H. Marzuki Alie sebagai Staf Ahli Ketua DPR RI 2009-2012. Pada masa yang bersamaan, ia didaulat oleh para sesepuh, senior HKK dan MPK se-Indonesia (Masyarakat Peduli Kerinci) sebagai Sekretaris Jenderal DPP MPK selama dua Periode.

Pada 2014, Nuzran kembali ke pentas politik Nasional sebagai calon DPD RI periode 2014, namun gagal. Tapi sebagai tokoh dan pejuang sejati, yang selalu berupaya memperjuangkan nasib rakyat banyak, pada 2015, Nuzran kembali ke arena politik: ia dipercaya sebagai Calon Wakil Walikota Kota Sungai Penuh mendampingi Herman Muchtar. Tapi perjuangannya kembali gagal. Kesuksesan dan kegagalan yang dialami Nuzran dalam suatu perjuangan tak membuatnya patah arang. Nuzran punya prinsip: “Berdamai dengan masa lalu adalah sebuah pelepasan yang bijak. Siapa pun kita di masa itu jangan sampai merusak irama perjuangan hari ini dan harapan besar esok hari.” Itulah sebuah kesantunan politik yang jarang kita dapati. Dan prinsip itu juga yang membuat Nuzran dikagumi dan disegani banyak pihak.

Semangat, keteguhan, dan kesantunan perjuangan politik Nuzran Joher ini sangat menarik dan unik. Hal itu telah menarik minat mahasiswa jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang, Uun Lionar. Uun Lionar mengkaji biografi tematis dalam bentuk skripsi dengan judul: NUZRAN JOHER: Dari Aktivis Mahasiswa Hingga Politisi. Uun dapat mempertahankan skripsinya itu di hadapan penguji dan berhasil menggondol gelar sarjana pada tahun 2015.

Harapan Perubahan

Kini, Buya Ran—sapaan akrab Nuzran Joher—kembali dilirik oleh banyak kalangan tokoh-tokoh, kelompok pro perubahan, partai politik tingkat pusat dan daerah. Ia “turun gunung”. Ia digadang-gadang dan disebut-sebut sebagai tokoh muda yang akan muncul dan mampu melakukan perubahan yang lebih menyegarkan panggung politik Provinsi Jambi. Kini, ia maju sebagai calon anggota DPRD Provinsi Jambi dari PDI-Perjuangan yang lebih berintegritas.

Dari sekian banyak pengalaman, relasi, dan dedikasinya di tingkat Nasional, Nuzran, dipandang oleh banyak pengamat, akan lebih mampu memberikan perubahan signifikan  terhadap peningkatan kualitas kinerja DPRD Provinsi Jambi ke depan. Selama ini, DPRD Provinsi Jambi dinilai belum mampu memberikan kemajuan yang berarti bagi masyarakat  Jambi, khususnya Sungai Penuh-Kerinci. Belum terlihat terobosan-terobosan besar dan  signifikan yang telah dilakukan DPRD Provinsi Jambi selama 4 tahun terakhir ini. Kekecewaan masyarakat diperparah lagi dengan prahara dan tragedi OTT KPK beberapa waktu lalu yang melibatkan eksekutif dan legislatif: suatu kejadian yang sangat mencoreng nama baik lembaga yang terhormat itu.

Oleh karena itu, masyarakat Jambi butuh penyegaran dan perbaikan yang berarti. Wajah dan nama baik Jambi perlu di-”segarkan”. Tidak hanya dalam hal pembangunan fisik, sarana, dan prasarana, tapi juga dalam bidang moralitas, integritas, dan manajemen birokrasi pemerintahan. Masyarakat Jambi menginginkan adanya peningkatan perbaikan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih (clean and good governance), termasuk dalam hal rekrutmen CPNS dan penempatan orang untuk jabatan tertentu sesuai dengan keahliannya (the right man on the right place).

Masyarakat Jambi tidak hanya butuh legislator handal, tapi juga membutuhkan aktor dengan gaya kepemimpinan yang energik, dinamis, visioner, terbuka, tidak bergaya birokrat yang kaku, tidak terlalu formalistik dan feodal; dan yang tidak kalah penting: memiliki jiwa “pendobrak” kebekuan dan anti kemapanan, sehingg bisa melahirkan produk legislasi daerah yang berkualitas yang berpihak kepada rakyat. Tipe itu, dalam pandangan banyak kalangan saat ini, ada pada sosok Nuzran Joher yang berlatar belakang aktivis pergerakan dan aktivis mahasiswa. Karakter aktivis sejati tidak terlalu suka dengan simbol dan gaya formalistik yang kaku yang bersifat lip service belaka.

Nuzran dikenal dengan motto perjuangan: “KBKB” (Kita Bisa Karena Bersama dan Benahi Negeri). Motto ini meneguhkan kepada kita akan prinsip kerjasama dalam berjuang dan menikmatinya secara adil dengan semangat kebersamaan dan kegotongroyongan. Kini ia menambah motto perjuangannya: “Merangkai Semangat Juang, Menuju Kemenangan”. Ia pun berpesan bahwa Pemilu Legislatif ini adalah sebuah kontestasi dan kompetisi yang harmonis, cerdas, dan ceria, bukan arena permusuhan dan saling menjelekkan. Mari nyalakan cahaya kebaikan masing-masing, tapi jangan padamkan cahaya orang lain. Subhanallah...!!

Karena kesungguhan dan keikhlasannya untuk berjuang membangun Jambi, khususnya Sungaipenuh-Kerinci, tidaklah salah jika banyak kalangan masyarakat—tokoh agama, pemangku adat, cerdik pandai, para petani, pedagang kaki lima, ibu-ibu (mak-mak) tukang ojek, sopir angkot, pedagang pasar, buruh, ASN, pemuda dan mahasiswa serta kaum milenial, yang merindukan perubahan (change) ke arah yang lebih baik—menaruh harapan besar pada Nuzran Joher untuk duduk dan memberikan warna positif penuh keadaban moral di lembaga DPRD Provinsi Jambi kedepan. Mungkinkah Nuzran Joher memenuhi harapan itu? Bismillahirrahmanirrahim, semoga...!!! .Selamat Berjuang, Sang Aktivis...!!!

RAUSHAN FIKRI
Aktivis dan Pegiat Anti Korupsi

Nuzran Joher dan Harapan Perubahan: Sebuah Catatan Menjelang Pemilu Legislatif 2019



Oleh: RAUSHAN FIKRI

KERINCINEWS.COM, “I will prepare and someday my chance will come.” (Saya akan melakukan persiapan dan suatu hari nanti kesempatan saya akan datang). Demikian kata Presiden Amerika Serikat ke-19, Abraham Lincoln (1809-1865). Ya, Nuzran Joher telah melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan Lincoln. Nuzran—disadari atau pun mungkin juga tanpa disadarinya—telah mempersiapkan diri dalam waktu yang relatif panjang untuk menjadi seorang pemimpin (leader). Nuzran remaja hidup di ujung rezim Orde Baru yang otoriter, kaku, dan cenderung pada hal-hal yang serba simbolis-formalistik yang ekstrem.

Tapi, minat Nuzran lain: ia berbeda dengan trend rekan-rekan seusianya yang berlomba-lomba ingin jadi PNS pada era 90-an. Mungkin karena ia berkelindan dengan dunia pergerakan, aktivis, dan idealisme, ia kurang berminat untuk pakai seragam dinas. Nuzran justru menenggelamkan diri dalam aktivitas-aktivitas organisasi kemahasiswaan yang ia yakini mampu membuatnya besar dan berbeda dari rekan-rekannya kelak: menjadi tokoh dan pemimpin sosial.

Bertahun-tahun ia digembleng dan tergembleng di organisasi perkaderan: HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). Nuzran tumbuh dengan karakter kepemimpinan yang nasionalis-religius. HMI—sebagai sebuah organisasi kemahasiswaan yang telah banyak melahirkan tokoh dan pemimpin-pemimpin cemerlang bangsa ini—adalah organisasi yang dipilihnya ketika menjadi mahasiswa IAIN Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat. Karena kecintaannya pada kemanusiaan (humanity), kemerdekaan intelektual (intellectual freedom), dan kepedulian sosial ia memilih jalan hidup sebagai aktivis mahasiswa. Puncaknya di saat reformasi ’98 ia tampil memimpin gerakan mahasiswa ‘98 di Sumatera Barat dan menjadikan kampus IAIN sebagai pusat pergerakan 48 perguruan tinggi, sampai jatuhnya rezim Orde Baru.

Ia cuekkan apa yang menjadi momok oleh teman-teman kuliahnya di masa Orde Baru dulu, yang apatis dengan organisasi: ancaman DO (drop out). Tapi, tak sia-sia. Nuzran terbukti di kemudian hari, telah menikmati hasil itu: karakter kepemimpinan (leadership) justru banyak ia dapatkan dalam dunia organisasi, bukan di kampus formal. Namun, ia tetap bisa merampungkan kuliah dan berhasil mendapat gelar sarjana.

Tak hanya sukses organisasi, ia juga sukses secara akademis. Kedua hal itu telah membentuk dan memperkuat talenta kepemimpinan yang ada dalam dirinya. Bukti keuletan dan talenta kepemimpinannya: ia bersama aktivis Sumatera Barat dan Jambi mendirikan HMI Cabang Kerinci, dan ia menjadi ketua umum pertama. Sampai saat ini, sudah ribuan kader dan alumni yang lahir dari rahim pengkaderan HMI Cabang Kerinci. Pelan tapi pasti telah muncul kader dan bibit-bibit generasi muda yang tangguh, ulet serta siap mengisi pembangunan di segala bidang baik di Kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi dan Nasional.

Dalam kancah pergulatan sosial organisasi HMI ia berhasil menjadi Sekretaris Jenderal Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) di Jakarta, Kandidat Ketua Umum DPP KNPI 2011-2013 serta menjadi Ketua DPP KNPI Bidang Otonomi Daerah. Sesuatu yang tidak mudah dicapai oleh banyak aktivis dari berbagai daerah di Indonesia.

Kini, Nuzran Joher dipercaya bersama 62 orang tokoh Nasional lainnya—mantan menteri, hakim Mahkamah Konstitusi, akademisi, mantan anggota DPR dan DPD RI—berhimpun mewakili Fraksi Politik di MPR sebagai anggota di Lembaga Pengkajian MPR RI sejak 2016 sampai sekarang.

Figur Bersih, Peduli, dan Santun

Terlahir dari keluarga sederhana, di Desa Maliki Air Rawang, Sungai Penuh-Kerinci, 44 tahun silam, tepatnya 28 Oktober 1973, Nuzran—meminjam istilah wartawan senior Rosihan Anwar dalam salah satu tulisannya di Harian Kompas—adalah sosok “anak kampung tinggi melambung”. Sejak kecil, menurut pengakuannya, ia memang sudah tertarik dengan dunia politik dan kepemimpinan. Ia kerap dibawa mengikuti kegiatan-kegiatan sosial keagamaan dan politik. Bakat kepemimpinannya terus ia asah. Ia aktif di berbagai organisasi, mulai dari Remaja Masjid, Ketua OSIS PGAN/MAN, dan kepemudaan di kampung, sampai—ketika duduk di bangku kuliah di perguruan tinggi—menduduki jabatan sebagai Ketua Umum (sekarang: dikenal dengan istilah “Presiden BEM”). Organisasi adalah bagian dari hidupnya.

Karena organisasi juga, Nuzran telah mengembara ke berbagai tempat di Tanah Air. Jiwa nasionalismenya tumbuh. Idealismenya kokoh. Tidak seperti pada umumnya pemuda-pemudadi kampungnya yang enggan meninggalkan tanah kelahiran, Nuzran justru memilih hijrah keluar daerah. Namun, semua itu tidaklah membuatnya angkuh dan melupakan kampung halaman dan sahabatnya. Ia tetap ingat akan masyarakat daerahnya—Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi—yang saat ini masih banyak yang hidup susah dan mengalami kemiskinan, ketidakadilan, dan keterbelakangan.

Mungkin, bagi Nuzran, berlaku nasihat dari Imam Syafi’i kepada para pencari untuk berani melakukan pengembaraan intelektual: ”Berangkatlah, niscaya engkau akan mendapatkan ganti untuk semua yang engkau tinggalkan. Bersusah payahlah sebab kenikmatan hidup direngkuh dalam kerja keras. Ketika air mengalir, ia akan menjadi jernih dan ketika berhenti ia akan menjadi keruh. Sebagaimana anak panah, jika tidak meninggalkan busurnya tak akan mengenai sasaran. Biji emas yang belum diolah sama dengan debu di tempatnya.”

Ya, benar nasihat Imam Syafi’i. Pada 2004, di usianya yang relatif muda, ia diberi amanah oleh masyarakat Jambi sebagai Senator: menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) mewakili Provinsi Jambi. Ia memperoleh suara yang cukup fantastis dan spektakuler: 137.018 suara. Suara terbanyak di antara seluruh perolehan suara anggota DPD RI ketika itu. Di usia yang sangat belia (31 tahun) ia tampil sebagai tokoh muda di pentas politik Nasional—mengalahkan pesaing-pesaingnya yang berasal dari berbagai latar belakang. Di DPD RI, ia dipercaya sebagai Ketua dan Pimpinan PAH (Panitia Ad Hoc) III DPD RI tiga tahun berturut-turut pada 2004-2007. Ia juga pernah duduk sebagai anggota PAH I yang membidangi urusan hukum dan otonomi daerah, Panitia Perancang Undang-Undang 2004-2009.

Tidak hanya itu, ia juga punya segudang pengalaman internasional ke berbagai negaranegara di dunia seperti Arab Saudi, Dubai, Jepang, Finlandia, Kuba, Norwegia, Polandia, Jerman, China dan lainnya. Sepanjang karirnya, ia tergolong figur yang bersih. Tidak ada catatan hitam. Tidak pernah ia tersandung persoalan-persoalan korupsi, gratifikasi, asusila, dan perilaku bejat lainnya. Selama menjadi anggota DPD RI, ia bekerja jujur untuk masyarakat Jambi. Terkadang ia bekerja dalam sunyi dan luput dari sorotan media. Namun, ia tetap bekerja, walaupun kadang difitnah dan diumpat di sana-sini. Tapi, ia tak pernah merisaukannya. Itulah sebuah karakter kepemimpinan yang kuat.

Bukti lain dari kecintaannya untuk membangun negeri: pada 2008, ia pernah mencalonkan diri untuk menjadi Bupati Kerinci, walaupun pada akhirnya gagal. Tapi, Emil Peria—yang juga aktivis pergerakan dan tokoh politik muda Kerinci—pernah mengatakan yang intinya: tidaklah menjadi soal Nuzran kalah dalam kompetisi di Pilkada Kerinci. Yang penting itu: kita telah mencoba mendobrak status quo (kemapanan) dan kebekuan demokrasi yang selama ini dianggap hanya monopoli dan dominasi “kaum tua”, dan golongan elite.

Pasca kekalahannya sebagai Bupati Kerinci sambil menyelesaikan jabatan sebagai anggota DPD, Nuzran di tarik oleh DR. H. Marzuki Alie sebagai Staf Ahli Ketua DPR RI 2009-2012. Pada masa yang bersamaan, ia didaulat oleh para sesepuh, senior HKK dan MPK se-Indonesia (Masyarakat Peduli Kerinci) sebagai Sekretaris Jenderal DPP MPK selama dua Periode.

Pada 2014, Nuzran kembali ke pentas politik Nasional sebagai calon DPD RI periode 2014, namun gagal. Tapi sebagai tokoh dan pejuang sejati, yang selalu berupaya memperjuangkan nasib rakyat banyak, pada 2015, Nuzran kembali ke arena politik: ia dipercaya sebagai Calon Wakil Walikota Kota Sungai Penuh mendampingi Herman Muchtar. Tapi perjuangannya kembali gagal. Kesuksesan dan kegagalan yang dialami Nuzran dalam suatu perjuangan tak membuatnya patah arang. Nuzran punya prinsip: “Berdamai dengan masa lalu adalah sebuah pelepasan yang bijak. Siapa pun kita di masa itu jangan sampai merusak irama perjuangan hari ini dan harapan besar esok hari.” Itulah sebuah kesantunan politik yang jarang kita dapati. Dan prinsip itu juga yang membuat Nuzran dikagumi dan disegani banyak pihak.

Semangat, keteguhan, dan kesantunan perjuangan politik Nuzran Joher ini sangat menarik dan unik. Hal itu telah menarik minat mahasiswa jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang, Uun Lionar. Uun Lionar mengkaji biografi tematis dalam bentuk skripsi dengan judul: NUZRAN JOHER: Dari Aktivis Mahasiswa Hingga Politisi. Uun dapat mempertahankan skripsinya itu di hadapan penguji dan berhasil menggondol gelar sarjana pada tahun 2015.

Harapan Perubahan

Kini, Buya Ran—sapaan akrab Nuzran Joher—kembali dilirik oleh banyak kalangan tokoh-tokoh, kelompok pro perubahan, partai politik tingkat pusat dan daerah. Ia “turun gunung”. Ia digadang-gadang dan disebut-sebut sebagai tokoh muda yang akan muncul dan mampu melakukan perubahan yang lebih menyegarkan panggung politik Provinsi Jambi. Kini, ia maju sebagai calon anggota DPRD Provinsi Jambi dari PDI-Perjuangan yang lebih berintegritas.

Dari sekian banyak pengalaman, relasi, dan dedikasinya di tingkat Nasional, Nuzran, dipandang oleh banyak pengamat, akan lebih mampu memberikan perubahan signifikan  terhadap peningkatan kualitas kinerja DPRD Provinsi Jambi ke depan. Selama ini, DPRD Provinsi Jambi dinilai belum mampu memberikan kemajuan yang berarti bagi masyarakat  Jambi, khususnya Sungai Penuh-Kerinci. Belum terlihat terobosan-terobosan besar dan  signifikan yang telah dilakukan DPRD Provinsi Jambi selama 4 tahun terakhir ini. Kekecewaan masyarakat diperparah lagi dengan prahara dan tragedi OTT KPK beberapa waktu lalu yang melibatkan eksekutif dan legislatif: suatu kejadian yang sangat mencoreng nama baik lembaga yang terhormat itu.

Oleh karena itu, masyarakat Jambi butuh penyegaran dan perbaikan yang berarti. Wajah dan nama baik Jambi perlu di-”segarkan”. Tidak hanya dalam hal pembangunan fisik, sarana, dan prasarana, tapi juga dalam bidang moralitas, integritas, dan manajemen birokrasi pemerintahan. Masyarakat Jambi menginginkan adanya peningkatan perbaikan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih (clean and good governance), termasuk dalam hal rekrutmen CPNS dan penempatan orang untuk jabatan tertentu sesuai dengan keahliannya (the right man on the right place).

Masyarakat Jambi tidak hanya butuh legislator handal, tapi juga membutuhkan aktor dengan gaya kepemimpinan yang energik, dinamis, visioner, terbuka, tidak bergaya birokrat yang kaku, tidak terlalu formalistik dan feodal; dan yang tidak kalah penting: memiliki jiwa “pendobrak” kebekuan dan anti kemapanan, sehingg bisa melahirkan produk legislasi daerah yang berkualitas yang berpihak kepada rakyat. Tipe itu, dalam pandangan banyak kalangan saat ini, ada pada sosok Nuzran Joher yang berlatar belakang aktivis pergerakan dan aktivis mahasiswa. Karakter aktivis sejati tidak terlalu suka dengan simbol dan gaya formalistik yang kaku yang bersifat lip service belaka.

Nuzran dikenal dengan motto perjuangan: “KBKB” (Kita Bisa Karena Bersama dan Benahi Negeri). Motto ini meneguhkan kepada kita akan prinsip kerjasama dalam berjuang dan menikmatinya secara adil dengan semangat kebersamaan dan kegotongroyongan. Kini ia menambah motto perjuangannya: “Merangkai Semangat Juang, Menuju Kemenangan”. Ia pun berpesan bahwa Pemilu Legislatif ini adalah sebuah kontestasi dan kompetisi yang harmonis, cerdas, dan ceria, bukan arena permusuhan dan saling menjelekkan. Mari nyalakan cahaya kebaikan masing-masing, tapi jangan padamkan cahaya orang lain. Subhanallah...!!

Karena kesungguhan dan keikhlasannya untuk berjuang membangun Jambi, khususnya Sungaipenuh-Kerinci, tidaklah salah jika banyak kalangan masyarakat—tokoh agama, pemangku adat, cerdik pandai, para petani, pedagang kaki lima, ibu-ibu (mak-mak) tukang ojek, sopir angkot, pedagang pasar, buruh, ASN, pemuda dan mahasiswa serta kaum milenial, yang merindukan perubahan (change) ke arah yang lebih baik—menaruh harapan besar pada Nuzran Joher untuk duduk dan memberikan warna positif penuh keadaban moral di lembaga DPRD Provinsi Jambi kedepan. Mungkinkah Nuzran Joher memenuhi harapan itu? Bismillahirrahmanirrahim, semoga...!!! .Selamat Berjuang, Sang Aktivis...!!!

RAUSHAN FIKRI
Aktivis dan Pegiat Anti Korupsi

Kian Mantap, Ela Nofita Sari Caleg DPR RI Adakan Acara Silaturahim Akbar


KERINCINEWS.COM, KERINCI -  Jum’at (28/9) dikediaman Ela Nofita Sari Caleg DPR RI dapil Jambi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) diadakan acara silaturahim dengan tokoh adat, alim ulama, tokoh perempuan dan tokoh pemuda. Dihapan para tamu undangan Ela menjelaskan bahwa ia serius dan sudah memantapkan niat untuk maju, dan memohon do’a dan dukungan dari yang hadir pada acara tersebut.

“Sudah Saya mantapkan niat dihati, tentunya sebagai manusia biasa yang pertama saya lakukan adalah memohon Ridha Allah, restu kedua orang tua dan juga dukungan semua masyarakat”

Pada sambutannya Ela yang pernah menjabat Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah  Bidang   Hubungan Luar Negeri  Periode 2014-2016, menjelaskan niat ia  maju sebagai CALEG DPR RI untuk mengabdi pada nusa dan bangsa dan setidaknya memberikan manfaat bagi  masyarakat.

“Insya Allah, salah satu misi saya adalah memperjuangkan partisipasi generasi muda dalam menyonsong bonus demografi dengan memastikan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarkat berbasis komunitas.” Ungkap Ela.

Kemudian Ela yang pernah mendapat juara III dalam presentasi makalah pada agenda ASEAN_KOREA FRONTIER FORUM 2016 di Busan Korea, juga menyampaikan dalam sambutannya bahwa anak muda tidak boleh berdiam diri dalam kontestasi perpolitikan ditanah air, karena kemajuan bangsa terletak pada sejauh mana peran generasi muda mengambil sikap untuk peduli dengan persoalan masyarakat. Sudah seharusnya anak muda mengambil peran strategis dalam dinamika politik dewasa ini. Kemudian ia juga berharap bahwa muda-mudahan langkah yang ia ambil setidaknya dapat memotivasi anak muda lainnya.

“Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan, maka sudah sepatutnya kita mempersiapkan diri untuk mulai mengambil peran-peran strategis, seperti terjun ke politik dan menyuarakan aspirasi masyarakat lewat panggung legislatif.” Tegasnya.


Pada kesempatan ini mewakili undangan yang hadir ketua lembaga kerapatan adat Desa Sekungkung – Tambak Tinggi   Jafar Usman DPT, mengapresiasi langkah dan niat Ela untuk maju sebagai Caleg DPR RI, dan menghimbau seluruh undangan yang hadir untuk sama-sama mendukung serta mensosialisasikan Ela kepada masyarakat se-Provinsi Jambi.

“ini adalah susuatu yang langka di Provinsi Jambi, ada anak muda, perempuan yang berani terjun ke politik, maju mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI pusat! Maka saya mengajak kepada seluruh Depati, niniek mamak yang hadir pada kesempatan ini untuk mendukung anak butino kita Ela Nofita Sari. Dan mari kita ajak semua keluarga  dimanapun berada di wilayah provinsi Jambi untuk sama-sama mendukung dan mensosialisakan Ela.” Himbaunya. (*)




Kian Mantap, Ela Nofita Sari Caleg DPR RI Adakan Acara Silaturahim Akbar


KERINCINEWS.COM, KERINCI -  Jum’at (28/9) dikediaman Ela Nofita Sari Caleg DPR RI dapil Jambi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) diadakan acara silaturahim dengan tokoh adat, alim ulama, tokoh perempuan dan tokoh pemuda. Dihapan para tamu undangan Ela menjelaskan bahwa ia serius dan sudah memantapkan niat untuk maju, dan memohon do’a dan dukungan dari yang hadir pada acara tersebut.

“Sudah Saya mantapkan niat dihati, tentunya sebagai manusia biasa yang pertama saya lakukan adalah memohon Ridha Allah, restu kedua orang tua dan juga dukungan semua masyarakat”

Pada sambutannya Ela yang pernah menjabat Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah  Bidang   Hubungan Luar Negeri  Periode 2014-2016, menjelaskan niat ia  maju sebagai CALEG DPR RI untuk mengabdi pada nusa dan bangsa dan setidaknya memberikan manfaat bagi  masyarakat.

“Insya Allah, salah satu misi saya adalah memperjuangkan partisipasi generasi muda dalam menyonsong bonus demografi dengan memastikan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarkat berbasis komunitas.” Ungkap Ela.

Kemudian Ela yang pernah mendapat juara III dalam presentasi makalah pada agenda ASEAN_KOREA FRONTIER FORUM 2016 di Busan Korea, juga menyampaikan dalam sambutannya bahwa anak muda tidak boleh berdiam diri dalam kontestasi perpolitikan ditanah air, karena kemajuan bangsa terletak pada sejauh mana peran generasi muda mengambil sikap untuk peduli dengan persoalan masyarakat. Sudah seharusnya anak muda mengambil peran strategis dalam dinamika politik dewasa ini. Kemudian ia juga berharap bahwa muda-mudahan langkah yang ia ambil setidaknya dapat memotivasi anak muda lainnya.

“Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan, maka sudah sepatutnya kita mempersiapkan diri untuk mulai mengambil peran-peran strategis, seperti terjun ke politik dan menyuarakan aspirasi masyarakat lewat panggung legislatif.” Tegasnya.


Pada kesempatan ini mewakili undangan yang hadir ketua lembaga kerapatan adat Desa Sekungkung – Tambak Tinggi   Jafar Usman DPT, mengapresiasi langkah dan niat Ela untuk maju sebagai Caleg DPR RI, dan menghimbau seluruh undangan yang hadir untuk sama-sama mendukung serta mensosialisasikan Ela kepada masyarakat se-Provinsi Jambi.

“ini adalah susuatu yang langka di Provinsi Jambi, ada anak muda, perempuan yang berani terjun ke politik, maju mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI pusat! Maka saya mengajak kepada seluruh Depati, niniek mamak yang hadir pada kesempatan ini untuk mendukung anak butino kita Ela Nofita Sari. Dan mari kita ajak semua keluarga  dimanapun berada di wilayah provinsi Jambi untuk sama-sama mendukung dan mensosialisakan Ela.” Himbaunya. (*)




Pertemuan Terbatas Zainal-Arsal di di Depati Tujuh. Ini Pernyataan dari Dua Desa

depati tujuh

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Pertemuan terbatas Zainal Abidin terus berlanjut, kali ini Sabtu (14/4) pasangan Kerinci Hebat, Zainal Abidin dan Arsal Apri melaksanakan pertemuan terbatas dengan masyarakat Desa Tambak Tinggi, Sekungkung, Kecamatan Depati Tujuh.

Tim pemenangan Kerinci Hebat pun untuk Depati Tujuh secara langsung dikukuhkan oleh Zainal Abidin dan Arsal Apri. Dalam kesempatan ini, mewakili tokoh adat tokoh masyarakat alim ulama dan pemuda, Amrizal, menyampaikan dukungan penuhnya secara lisan dan tertulis kepada Zainal-Arsal.

Hal itu merupakan hitam di atas putih perjuangan untuk memenangkan pasangan Kerinci Hebat periode 2019-2024.

"Kami siap berjuang memenangkan Zainal dan Arsal menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kerinci," ujar Amrizal.

Juga pernyataan sikap Desa Sekungkung dan Desa Tambak Tinggi diwakili Jatman Dpt Jakpar Usman Dpt, Sainul Idris yang berisi mendukung ZA-Arsal serta pelaksanaan Pilkada aman dan damai di Kabupaten Kerinci.

Sementara itu, Zainal Abidin, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada masyarakat Tambak Tinggi, Sekukung, Kecamatan Depati Tujuh yang telah menyatakan kesiapannya untuk berjuang dan memenangkan Kerinci Hebat pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

Untuk mewujudkan visi dan misinya kata Zainal, dukungan dan suara masyarakat sangat dibutuhkan.

"Mari sama-sama datang ke TPS, coblos nomor 3," kata Zainal Abidin, disambut teriakan warga, ZA menang.

Dan perlu masyarakat ketahui tokoh Kerinci dari mudik dan Tokoh Kerinci tengah sudah banyak bergabung ke tim kita, bukan karna Zainal-Arsal tapi program yang jelas dan nyata.

"Kami hadir ditengah masyarakat dengan visi dan misi Kerinci Hebat. Mudah mudahan program ini bisa kami jalankan. Oleh sebab itu kami mohon dukungan dan doa dari masyarakat Desa Sekunkung dan Desa Tambak Tinggi," katanya.

Pertemuan Terbatas Zainal-Arsal di di Depati Tujuh. Ini Pernyataan dari Dua Desa

depati tujuh

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Pertemuan terbatas Zainal Abidin terus berlanjut, kali ini Sabtu (14/4) pasangan Kerinci Hebat, Zainal Abidin dan Arsal Apri melaksanakan pertemuan terbatas dengan masyarakat Desa Tambak Tinggi, Sekungkung, Kecamatan Depati Tujuh.

Tim pemenangan Kerinci Hebat pun untuk Depati Tujuh secara langsung dikukuhkan oleh Zainal Abidin dan Arsal Apri. Dalam kesempatan ini, mewakili tokoh adat tokoh masyarakat alim ulama dan pemuda, Amrizal, menyampaikan dukungan penuhnya secara lisan dan tertulis kepada Zainal-Arsal.

Hal itu merupakan hitam di atas putih perjuangan untuk memenangkan pasangan Kerinci Hebat periode 2019-2024.

"Kami siap berjuang memenangkan Zainal dan Arsal menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kerinci," ujar Amrizal.

Juga pernyataan sikap Desa Sekungkung dan Desa Tambak Tinggi diwakili Jatman Dpt Jakpar Usman Dpt, Sainul Idris yang berisi mendukung ZA-Arsal serta pelaksanaan Pilkada aman dan damai di Kabupaten Kerinci.

Sementara itu, Zainal Abidin, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada masyarakat Tambak Tinggi, Sekukung, Kecamatan Depati Tujuh yang telah menyatakan kesiapannya untuk berjuang dan memenangkan Kerinci Hebat pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

Untuk mewujudkan visi dan misinya kata Zainal, dukungan dan suara masyarakat sangat dibutuhkan.

"Mari sama-sama datang ke TPS, coblos nomor 3," kata Zainal Abidin, disambut teriakan warga, ZA menang.

Dan perlu masyarakat ketahui tokoh Kerinci dari mudik dan Tokoh Kerinci tengah sudah banyak bergabung ke tim kita, bukan karna Zainal-Arsal tapi program yang jelas dan nyata.

"Kami hadir ditengah masyarakat dengan visi dan misi Kerinci Hebat. Mudah mudahan program ini bisa kami jalankan. Oleh sebab itu kami mohon dukungan dan doa dari masyarakat Desa Sekunkung dan Desa Tambak Tinggi," katanya.

Hadapi Pilkada Kerinci, Monadi Minta Restu Tokoh Agama Syekh Muhammad Djamil

Calon bupati Kerinci, Monadi, saat bersilaturahmi dengan Syekh Muhammad Djamil Metrojambi.com

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Menjelang pelaksanaan Pilkada Kerinci 27 Juni 2018, para calon bupati dan wakil bupati terus melakukan komunikasi politik dengan berbagai elemen masyarakat. Tidak terkecuali Monadi, calon bupati Kerinci nomor urut 1.

Jumat (16/3/2018) pagi, calon bupati Kerinci yang berpasangan dengan Edison tersebut sowan ke salah seorang tokoh agama Kerinci, Syekh Muhammad Djamil, dikediamannya di Semurup, Kecamatan Air Hangat.

Selain bersilaturahmi Monadi sekaligus meminta restu untuk maju di Pilkada Kabupaten Kerinci 2018.

“Saya datang silaturrahmi serta meminta restu kepada beliau. Alhamdulillah saya diterima dan mendapat doa dorongan dan tambahan moral dari Syekh Muhammad Djamil,” ujar Monadi saat dikonfirmasi.

Pantauan di lokasi, suasana pertemuan berlangsung gayeng dan penuh keakraban. Tuan rumah mengapresiasi niat dan itikad Monadi, sebagai sosok pemimpin muda yang berniat mengabdi untuk kampung halamannya.

Diketahui, peluang Monadi ini untuk memenangkan Pilkada Kerinci memang cukup kuat. Sebab, ia memang merupakan putra daerah yang potensial dan aktivis organisasi sosial kemasyarakatan serta dukungan demi dukungan dari masyarakat yang menginginkan ia memimpin Kerinci terus saja berdatangan.


Sumber : metrojambi.com



Hadapi Pilkada Kerinci, Monadi Minta Restu Tokoh Agama Syekh Muhammad Djamil

Calon bupati Kerinci, Monadi, saat bersilaturahmi dengan Syekh Muhammad Djamil Metrojambi.com

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Menjelang pelaksanaan Pilkada Kerinci 27 Juni 2018, para calon bupati dan wakil bupati terus melakukan komunikasi politik dengan berbagai elemen masyarakat. Tidak terkecuali Monadi, calon bupati Kerinci nomor urut 1.

Jumat (16/3/2018) pagi, calon bupati Kerinci yang berpasangan dengan Edison tersebut sowan ke salah seorang tokoh agama Kerinci, Syekh Muhammad Djamil, dikediamannya di Semurup, Kecamatan Air Hangat.

Selain bersilaturahmi Monadi sekaligus meminta restu untuk maju di Pilkada Kabupaten Kerinci 2018.

“Saya datang silaturrahmi serta meminta restu kepada beliau. Alhamdulillah saya diterima dan mendapat doa dorongan dan tambahan moral dari Syekh Muhammad Djamil,” ujar Monadi saat dikonfirmasi.

Pantauan di lokasi, suasana pertemuan berlangsung gayeng dan penuh keakraban. Tuan rumah mengapresiasi niat dan itikad Monadi, sebagai sosok pemimpin muda yang berniat mengabdi untuk kampung halamannya.

Diketahui, peluang Monadi ini untuk memenangkan Pilkada Kerinci memang cukup kuat. Sebab, ia memang merupakan putra daerah yang potensial dan aktivis organisasi sosial kemasyarakatan serta dukungan demi dukungan dari masyarakat yang menginginkan ia memimpin Kerinci terus saja berdatangan.


Sumber : metrojambi.com



Tiga Cabup dan Cawabup Kerinci Ikrarkan Siap Terpilih dan Tidak Terpilih

Deklarasi damai pasangan Cabup dan Cawabup Kerinci di Lapangan Pemda Kerinci, Minggu (18/2/2018)
(Foto : tribunjambi)

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kerinci melakukan deklarasi pilkada damai.

Deklarasi Pilkada damai ini dilaksanakan di Lapangan Pemda Kerinci, Minggu (18/3) mulai pukul 9.30 WIB.

Dalam acara ini hadir ketiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Kerinci yakni nomor urut satu Monadi-Edison (Modis) nomor urut dua Adirozal - Ami Taher (Adam) dan nomor urut tiga Zainal Abidin - Arsal Apri (ZA-AA).

Komisioner KPU Kerinci, Suhardiman mengatakan, untuk mengawali kampanye, pihaknya melaksanakan deklarasi Pilkada damai ini.

"Setelah itu, ketiga pasangan calon akan menandatangani prasasti untuk siap menang dan kalah, serta mewujudkan Pilkada aman, damai," ujarnya

Dalam acara ini juga akan dihadiri tim kampanye dan pendukung pasangan calon, ketiga pasangan calon hanya diperbolehkan membawa 6 mobil dan 1 mobil bak terbuka.

Yang nantinya akan dilakukan pawai mobil hias.

Sedangkan untuk rute, lanjut Suhardiman, akan dimulai dari lapangan Pemda menuju Semurup, terus ke Kemantan hingga Sungai Abu, kemudian dilanjutkan menuju Hiang, Sebukar dan Tanjung Pauh dan kembali ke lapangan Pemda.

Dalam acara deklarasi tersebut tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Kerinci, Monadi-Edison, Adirozal-Ami Taher, dan Zainal Abidin-Arsal Apri meyampaikan ikrar.

Dalam ikrar yang dibacakan, ketiga paslon menyatakan siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dan siap melakukan kampanye yang damai, demokrasi, dan mengedukasi dalam rangka mewujudkan kedaulatan pemilihan.

Selain itu, ketiga paslon juga siap melaksanakan kampanye pemilihan tahun 2018 tanpa hoax, politisi SARA, politik uang, serta menjaga stabilitas politik, keamanan, dan ketertiban masyarakat Kerinci, serta tunduk dan patuh terhadap perundangan-undangan yang berlaku.

Ketiga paslon bupati dan wakil bupati Kerinci menyatakan kesepakatan untuk menghormati hasil pemilihan bupati dan wakil bupati Kerinci tahun 2018, serta siap terpilih dan tidak terpilih.

Pernyataan deklarasi kampanye damai ini ditandai dengan penandatanganan di atas spanduk yang disaksikan oleh Kapolres Kerinci, Dandim 0417/Kerinci, Sekda Kerinci, Ketua KPU Kerinci, serta ketua tim sukses dari ketiga pasangan calon.


Sumber : tribunjambi.com



Tiga Cabup dan Cawabup Kerinci Ikrarkan Siap Terpilih dan Tidak Terpilih

Deklarasi damai pasangan Cabup dan Cawabup Kerinci di Lapangan Pemda Kerinci, Minggu (18/2/2018)
(Foto : tribunjambi)

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kerinci melakukan deklarasi pilkada damai.

Deklarasi Pilkada damai ini dilaksanakan di Lapangan Pemda Kerinci, Minggu (18/3) mulai pukul 9.30 WIB.

Dalam acara ini hadir ketiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Kerinci yakni nomor urut satu Monadi-Edison (Modis) nomor urut dua Adirozal - Ami Taher (Adam) dan nomor urut tiga Zainal Abidin - Arsal Apri (ZA-AA).

Komisioner KPU Kerinci, Suhardiman mengatakan, untuk mengawali kampanye, pihaknya melaksanakan deklarasi Pilkada damai ini.

"Setelah itu, ketiga pasangan calon akan menandatangani prasasti untuk siap menang dan kalah, serta mewujudkan Pilkada aman, damai," ujarnya

Dalam acara ini juga akan dihadiri tim kampanye dan pendukung pasangan calon, ketiga pasangan calon hanya diperbolehkan membawa 6 mobil dan 1 mobil bak terbuka.

Yang nantinya akan dilakukan pawai mobil hias.

Sedangkan untuk rute, lanjut Suhardiman, akan dimulai dari lapangan Pemda menuju Semurup, terus ke Kemantan hingga Sungai Abu, kemudian dilanjutkan menuju Hiang, Sebukar dan Tanjung Pauh dan kembali ke lapangan Pemda.

Dalam acara deklarasi tersebut tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Kerinci, Monadi-Edison, Adirozal-Ami Taher, dan Zainal Abidin-Arsal Apri meyampaikan ikrar.

Dalam ikrar yang dibacakan, ketiga paslon menyatakan siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dan siap melakukan kampanye yang damai, demokrasi, dan mengedukasi dalam rangka mewujudkan kedaulatan pemilihan.

Selain itu, ketiga paslon juga siap melaksanakan kampanye pemilihan tahun 2018 tanpa hoax, politisi SARA, politik uang, serta menjaga stabilitas politik, keamanan, dan ketertiban masyarakat Kerinci, serta tunduk dan patuh terhadap perundangan-undangan yang berlaku.

Ketiga paslon bupati dan wakil bupati Kerinci menyatakan kesepakatan untuk menghormati hasil pemilihan bupati dan wakil bupati Kerinci tahun 2018, serta siap terpilih dan tidak terpilih.

Pernyataan deklarasi kampanye damai ini ditandai dengan penandatanganan di atas spanduk yang disaksikan oleh Kapolres Kerinci, Dandim 0417/Kerinci, Sekda Kerinci, Ketua KPU Kerinci, serta ketua tim sukses dari ketiga pasangan calon.


Sumber : tribunjambi.com



Mantap… Monadi-Edison Datang Lebih Awal Deklarasi Kampanye Damai


KERINCINEWS.COM, KERINCI - Calon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci nomor urut 1 Monadi-Edison datang lebih awal untuk mengikuti Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas Pilkada Kerinci yang digelar KPU setempat di Lapangan Pemda, Minggu (18/02).

Modis tiba di lapangan Pemda sekitar pukul 09.00 Wib. Kandidat yang diusung koalisi partai politik Demokrat, PDIP, Demokrat, Nasdem serta PBB diarak menggunakan mobil Jeep warna merah.

Calon nomor urut 1, Monadi-Edison dengan kostum kemeja putih dan mengenakan topi warna merah ini sempat melayani dan berbincang bersama masyarakat untuk berfoto. (jia/ega)


Sumber : Kerincitime



Mantap… Monadi-Edison Datang Lebih Awal Deklarasi Kampanye Damai


KERINCINEWS.COM, KERINCI - Calon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci nomor urut 1 Monadi-Edison datang lebih awal untuk mengikuti Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas Pilkada Kerinci yang digelar KPU setempat di Lapangan Pemda, Minggu (18/02).

Modis tiba di lapangan Pemda sekitar pukul 09.00 Wib. Kandidat yang diusung koalisi partai politik Demokrat, PDIP, Demokrat, Nasdem serta PBB diarak menggunakan mobil Jeep warna merah.

Calon nomor urut 1, Monadi-Edison dengan kostum kemeja putih dan mengenakan topi warna merah ini sempat melayani dan berbincang bersama masyarakat untuk berfoto. (jia/ega)


Sumber : Kerincitime



Datang di Deklarasi Pilkada Damai Monadi-Edison Diarak Gunakan Jeep Merah

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci Monadi-Edison (Foto : Tribunjambi.com)

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Calon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci nomor urut 1 Monadi-Edison datang lebih awal untuk mengikuti Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas Pilkada Kerinci yang digelar KPU setempat di Lapangan Pemda, Minggu (18/2).

Modis tiba di lapangan Pemda sekitar pukul 09.00 Wib.

Kandidat yang diusung koalisi partai politik Demokrat, PDIP, Demokrat, Nasdem serta PBB diarak menggunakan mobil Jeep warna merah.

Calon nomor urut 1, Monadi-Edison dengan kostum kemeja putih dan mengenakan topi warna merah ini sempat melayani dan berbincang bersama masyarakat untuk berfoto.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kerinci melakukan deklarasi pilkada damai.

Deklarasi Pilkada damai ini dilaksanakan di lapangan Pemda Kerinci, Minggu (18/3) mulai pukul 9.30 WIB.

Komisioner KPU Kerinci, Suhardiman mengatakan, untuk mengawali kampanye, pihaknya melaksanakan deklarasi Pilkada damai ini.

"Setelah itu, ketiga pasangan calon akan menandatangani prasasti untuk siap menang dan kalah, serta mewujudkan Pilkada aman, damai," ujarnya

Dalam acara ini juga akan dihadiri tim kampanye dan pendukung pasangan calon, ketiga pasangan calon hanya diperbolehkan membawa 6 mobil dan 1 mobil bak terbuka.


Sumber : Tribunjambi.com



Datang di Deklarasi Pilkada Damai Monadi-Edison Diarak Gunakan Jeep Merah

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci Monadi-Edison (Foto : Tribunjambi.com)

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Calon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci nomor urut 1 Monadi-Edison datang lebih awal untuk mengikuti Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas Pilkada Kerinci yang digelar KPU setempat di Lapangan Pemda, Minggu (18/2).

Modis tiba di lapangan Pemda sekitar pukul 09.00 Wib.

Kandidat yang diusung koalisi partai politik Demokrat, PDIP, Demokrat, Nasdem serta PBB diarak menggunakan mobil Jeep warna merah.

Calon nomor urut 1, Monadi-Edison dengan kostum kemeja putih dan mengenakan topi warna merah ini sempat melayani dan berbincang bersama masyarakat untuk berfoto.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kerinci melakukan deklarasi pilkada damai.

Deklarasi Pilkada damai ini dilaksanakan di lapangan Pemda Kerinci, Minggu (18/3) mulai pukul 9.30 WIB.

Komisioner KPU Kerinci, Suhardiman mengatakan, untuk mengawali kampanye, pihaknya melaksanakan deklarasi Pilkada damai ini.

"Setelah itu, ketiga pasangan calon akan menandatangani prasasti untuk siap menang dan kalah, serta mewujudkan Pilkada aman, damai," ujarnya

Dalam acara ini juga akan dihadiri tim kampanye dan pendukung pasangan calon, ketiga pasangan calon hanya diperbolehkan membawa 6 mobil dan 1 mobil bak terbuka.


Sumber : Tribunjambi.com



Dukung Monadi-Edison, Sepuluh Pengurus PAN Kerinci Mengundurkan Diri

Surat pengunduran diri pengurus PAN Kerinci (Foto : Metrojambi.com)

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Konstelasi politik di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kerinci terus memuncak. Buktinya, sepuluh kader DPD PAN Kerinci rela mengundurkan diri demi mendukung pasangan Monadi-Edison.

Kesepuluh kader ini merupakan pentolan partai berlambang matahari biru yang merekomendasikan pasangan Adirozal-Ami Taher.

Mereka adalah Ketua MPP DPD PAN Kerinci H. Murasman, Kasmanto, Dori Liwan Dinata, Kusni Darmadi, Dobol, Erfan Kamaruddin, Herman Hadi, Syahbudin, Datril Fahrizal dan Ronny Setiawan. "Pengunduran ini sudah kami sampaikan kepada DPD dan DPW PAN Provinsi Jambi," ujar Kasmanto.

Pengunduran diri disampaikan karena aspirasi pihaknya dalam di Pilkada berbeda dengan keputusan partai. Menurutnya, keputusan ini tidak mengacu dan berpedoman pada AD/ART dan peraturan partai nomor 03 tahun 2015.

"Perbedaan terebut pada hemat kami akan berakibat negatif pada keutuhan dan solidaritas partai dalam menghadapi Pilkada," katanya.

Sehingga pihaknya tidak ingin menjadi beban partai dan dapat secara bebas menyalurkan aspirasi kepada pihak lain yang sesuai hati nurani. "Kami berterima kasih atas yang sebesar-besarnya atas berbagai ke sempat berorganisasi yang pernah diberikan," pungkasnya.


Sumber : Metrojambi.com



Dukung Monadi-Edison, Sepuluh Pengurus PAN Kerinci Mengundurkan Diri

Surat pengunduran diri pengurus PAN Kerinci (Foto : Metrojambi.com)

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Konstelasi politik di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kerinci terus memuncak. Buktinya, sepuluh kader DPD PAN Kerinci rela mengundurkan diri demi mendukung pasangan Monadi-Edison.

Kesepuluh kader ini merupakan pentolan partai berlambang matahari biru yang merekomendasikan pasangan Adirozal-Ami Taher.

Mereka adalah Ketua MPP DPD PAN Kerinci H. Murasman, Kasmanto, Dori Liwan Dinata, Kusni Darmadi, Dobol, Erfan Kamaruddin, Herman Hadi, Syahbudin, Datril Fahrizal dan Ronny Setiawan. "Pengunduran ini sudah kami sampaikan kepada DPD dan DPW PAN Provinsi Jambi," ujar Kasmanto.

Pengunduran diri disampaikan karena aspirasi pihaknya dalam di Pilkada berbeda dengan keputusan partai. Menurutnya, keputusan ini tidak mengacu dan berpedoman pada AD/ART dan peraturan partai nomor 03 tahun 2015.

"Perbedaan terebut pada hemat kami akan berakibat negatif pada keutuhan dan solidaritas partai dalam menghadapi Pilkada," katanya.

Sehingga pihaknya tidak ingin menjadi beban partai dan dapat secara bebas menyalurkan aspirasi kepada pihak lain yang sesuai hati nurani. "Kami berterima kasih atas yang sebesar-besarnya atas berbagai ke sempat berorganisasi yang pernah diberikan," pungkasnya.


Sumber : Metrojambi.com



Dapat Nomor Urut 1, Monadi: Simbol Persatuan


KERINCINEWS.COM, KERINCI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kerinci, Selasa (13/2/2018), telah menggelar penetapan nomor urut pasangan calon. Pasangan Monadi-Edison mendapat nomor urut 1, Adirozal-Ami Taher nomor urut 2, dan Zainal Abidin-Arsal Apri nomor urut 1.

Dikonfirmasi usai penetapan nomor urut, Monadi mengaku bersyukur mendapatkan nomor urut 1. Menurut Monadi, 1 adalah nomor hoki atau keberuntungan.

“Nomor 1 adalah simbol persatuan, yang akan menyatukan masyarakat Kerinci, yang saat ini sudah terkotak-kotak,” kata Monadi.

Mudah-mudahan, tambah Monadi, dia bersama dengan pasangannya Edison, akan menjadi orang nomor satu di Kerinci, yang akan menyatukan rakyat untuk membangun Kerinci yang lebih tangguh.

“Dalam Pancasila, nomor satu adalah ketuhanan yang maha Esa. Ini menegaskan bahwa sendi-sendi keagamaan dan adat di Kerinci, harus kembali ditegakkan. Generasi muda Kerinci harus mendapat tameng yang kuat, dengan nilai-nilai keagamaan,” tegasnya.

Untuk itu, putra mantan Bupati Kerinci, Murasman, itu berharap kepada masyarakat, untuk tidak ragu-ragu lagi dalam menentukan sikap pada Pilkada Kerinci 27 Juni mendatang. Karena pilihan hanya ada satu, bukan dua atau tiga.

“Nomor 1 melambangkan dari segala-galanya. Allah SWT hanya 1, lalu yang menangpun hanya 1 pasang saja,” pungkasnya.


Sumber : Metrojambi



Dapat Nomor Urut 1, Monadi: Simbol Persatuan


KERINCINEWS.COM, KERINCI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kerinci, Selasa (13/2/2018), telah menggelar penetapan nomor urut pasangan calon. Pasangan Monadi-Edison mendapat nomor urut 1, Adirozal-Ami Taher nomor urut 2, dan Zainal Abidin-Arsal Apri nomor urut 1.

Dikonfirmasi usai penetapan nomor urut, Monadi mengaku bersyukur mendapatkan nomor urut 1. Menurut Monadi, 1 adalah nomor hoki atau keberuntungan.

“Nomor 1 adalah simbol persatuan, yang akan menyatukan masyarakat Kerinci, yang saat ini sudah terkotak-kotak,” kata Monadi.

Mudah-mudahan, tambah Monadi, dia bersama dengan pasangannya Edison, akan menjadi orang nomor satu di Kerinci, yang akan menyatukan rakyat untuk membangun Kerinci yang lebih tangguh.

“Dalam Pancasila, nomor satu adalah ketuhanan yang maha Esa. Ini menegaskan bahwa sendi-sendi keagamaan dan adat di Kerinci, harus kembali ditegakkan. Generasi muda Kerinci harus mendapat tameng yang kuat, dengan nilai-nilai keagamaan,” tegasnya.

Untuk itu, putra mantan Bupati Kerinci, Murasman, itu berharap kepada masyarakat, untuk tidak ragu-ragu lagi dalam menentukan sikap pada Pilkada Kerinci 27 Juni mendatang. Karena pilihan hanya ada satu, bukan dua atau tiga.

“Nomor 1 melambangkan dari segala-galanya. Allah SWT hanya 1, lalu yang menangpun hanya 1 pasang saja,” pungkasnya.


Sumber : Metrojambi



Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Tim Malkovic
CEO
David Bell
Creative Designer
Eve Stinger
Sales Manager
Will Peters
Developer

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567

JSON Variables

Random Posts

{getFeatured} $results={5} $label={recent}