We Are Creative Design Agency

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Illum, fuga, consectetur sequi consequuntur nisi placeat ullam maiores perferendis. Quod, nihil reiciendis saepe optio libero minus et beatae ipsam reprehenderit sequi.

Find Out More Purchase Theme

Our Services

Lovely Design

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

Great Concept

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

Development

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

User Friendly

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

Recent Work

Tampilkan postingan dengan label Pemuda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemuda. Tampilkan semua postingan

Peduli Antar Sesama, Pemuda GPPK Gelar Aksi Sosial Bagi-Bagi 1000 Takjil Pada Masyarakat

Gerakan Pemuda Peduli Kerinci (GPPK) menggelar aksi sosial 1.000 takjil Gratis, Jumat (15/5/2020) sore di 3 kecamatan kabupaten kerinci.

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Gerakan Pemuda Peduli Kerinci (GPPK) menggelar aksi sosial 1.000 takjil Gratis, Jumat (15/5/2020) sore di 3 kecamatan Kabupaten Kerinci.

Aksi diikuti puluhan Pemuda GPPK . Mandala Ade Putra yang menjabat Ketua GPPK  menuturkan, kegiatan Aksi sosial digelar pihaknya untuk memantu masyarakat berekonomi rendah

"Kali ini kita pilih aksi bagi-bagi takjil". Ujar Mandala.

Lebih lanjut Mandala mengatakan bahwa, aksi kali ini diinisiasi langsung Pengurus (GPPK). Dalam aksi tersebut, sebanyak 1000 takjil dibagikan kepada masyarakat.

"Bagi-bagi takjil berlangsung dalam suasana physical distancing, kami tetap jaga jarak serta mengenakan masker," beber Mandala.

Aksi GPPK Saat Bagi-bagi Takjil

Mandala Ade Putra membeberkan bahwa, sumber dana berasal dari Open Donasi dan sukarela dari anggota. Ia berharap kegiatan tersebut dapat bermanfaat bagi warga yang hendak berbuka puasa.

Menurutnya (Mandala.red), GPPK adalah wadah yang dibentuk untuk Pemuda yang berjiwa sosial tinggi terhadap masyarakat kerinci .

"Yang terlibat dalam kegiatan ini adalah mahasiswa dan pemuda dari Tigo Luhah semurup dan sekitarnya.

Ditempat yang sama, Debi Fradinata selaku Sekjen (GPPK) dalam rilis yang diperoleh mengatakan, kegiatan tersebut digelar dengan maksud membantu masyarakat.

"Bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian Pemuda (GPPK) untuk turun langsung dalam membantu masyarakat kerinci yang sedang menjalankan ibadah puasa khusunya saudara - saudara kita yang memiliki ekonomi lemah," bebernya (Debi.red). (Alpino Derizalmi)



Peduli Antar Sesama, Pemuda GPPK Gelar Aksi Sosial Bagi-Bagi 1000 Takjil Pada Masyarakat

Gerakan Pemuda Peduli Kerinci (GPPK) menggelar aksi sosial 1.000 takjil Gratis, Jumat (15/5/2020) sore di 3 kecamatan kabupaten kerinci.

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Gerakan Pemuda Peduli Kerinci (GPPK) menggelar aksi sosial 1.000 takjil Gratis, Jumat (15/5/2020) sore di 3 kecamatan Kabupaten Kerinci.

Aksi diikuti puluhan Pemuda GPPK . Mandala Ade Putra yang menjabat Ketua GPPK  menuturkan, kegiatan Aksi sosial digelar pihaknya untuk memantu masyarakat berekonomi rendah

"Kali ini kita pilih aksi bagi-bagi takjil". Ujar Mandala.

Lebih lanjut Mandala mengatakan bahwa, aksi kali ini diinisiasi langsung Pengurus (GPPK). Dalam aksi tersebut, sebanyak 1000 takjil dibagikan kepada masyarakat.

"Bagi-bagi takjil berlangsung dalam suasana physical distancing, kami tetap jaga jarak serta mengenakan masker," beber Mandala.

Aksi GPPK Saat Bagi-bagi Takjil

Mandala Ade Putra membeberkan bahwa, sumber dana berasal dari Open Donasi dan sukarela dari anggota. Ia berharap kegiatan tersebut dapat bermanfaat bagi warga yang hendak berbuka puasa.

Menurutnya (Mandala.red), GPPK adalah wadah yang dibentuk untuk Pemuda yang berjiwa sosial tinggi terhadap masyarakat kerinci .

"Yang terlibat dalam kegiatan ini adalah mahasiswa dan pemuda dari Tigo Luhah semurup dan sekitarnya.

Ditempat yang sama, Debi Fradinata selaku Sekjen (GPPK) dalam rilis yang diperoleh mengatakan, kegiatan tersebut digelar dengan maksud membantu masyarakat.

"Bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian Pemuda (GPPK) untuk turun langsung dalam membantu masyarakat kerinci yang sedang menjalankan ibadah puasa khusunya saudara - saudara kita yang memiliki ekonomi lemah," bebernya (Debi.red). (Alpino Derizalmi)



Kekacauan Paradigma Demokrasi


Oleh: Ekten Deaf Pariske 
(Sekjend DEMA IAIN Kerinci Periode 2018-2019) 

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Istilah demokrasi pada dua dasawarsa terakhir, khususnya di berbagai negara berkembang kian populer, baik pada tingkat wacana maupun arus gerakan sosial politik. Sebagai suatu sistem politik, demokrasi telah menempati tingkatan teratas yang diterima oleh banyaknegara karena dianggap mampu mengatur dan menyelesaikan hubungan sosial dan politik, baik yang melibatkan kepentingan antar individu dalam masyarakat, hubungan antar masyarakat, masyarakat dan negara maupun antar negara di dunia.

Sebagai sebuah konsep, demokrasi memiliki makna luas dan mengandung banyak elemen yang kompleks. Demokrasi adalah suatu metode politik, sebuah mekanisme untuk memilih pemimpin politik. Warga negara diberi kesempatan untuk memilih salah satu diantara pemimpin-pemimpin politik yang bersaing meraih suara.

Akar sejarah ide demokrasi, yang sekarang berkembang dengan amat pesat, tidak bisa
dilepaskan dari sejarah gelap Eropa abad pertengahan. Hal itu adalah realitas sejarah yang tidak dapat diingkari. Ketika itu, para cendekiawan Eropa melancarkan seruan pentingnya penentangan terhadap dominasi kaum gerejawan terhadap kehidupan umum. Mereka menyerukan agar peranan agamawan dibatasi hanya di dalam lingkungan gereja. Sementara di luar lingkungan gereja, masyarakat umum yang bukan gerejawan berhak menentukan pandangan, sikap, dan kebijakan mengenai kehidupan, terutama yang berkaitan dengan kehidupan publik.

Tentu saja, cara berpikir dan pandangan seperti itu berdampak sangat luas terhadap sikap dan pandangan tentang kehidupan. Dalam dunia pemikiran, cara berpikir seperti itu, dikenal secara luas sebagai cara berpikir sekularistik (pendangkalan agama). Faktanya demokrasi lahir dari pergulatan antara rasionalitas dan kuasa gereja ketika itu. Maka bentuk pemerintahan sekuler menjadi satu-satunya solusi agar pemerintahan despotik dan otoritarian yang dikuasai kaum gerejawan tidak berlanjut.

Secara umum pandangan bahwa esensi demokrasi adalah kedaulatan rakyat hampir menjadi keyakinan sebagian besar masyarakat manusia sekarang ini. Sedangkan kedaulatan rakyat umumnya dimaknai bahwa sumber kekuasaan pemerintah atau negara adalah rakyat. Dengan kata lain rakyatlah yang menjadi sumber keabsahan kekuasaan negara. Oleh karena itu, tanpa persetujuan rakyat, kekuasaan negara tak memeroleh legitimasi dan legalitas yang meyakinkan.

Atas dasar itu, seharusnya dalam negara yang menganut sistem demokrasi rakyat mendapatkan manfaat dari keberadaan suatu pemerintahan dan negara. Sebab esensi lain dari keberadaan suatu pemerintahan dan negara adalah bahwa mengatur dan mengurus rakyat adalah kewajiban negara. Maka demokrasi merupakan wadah masyarakat atau rakyat untuk memilih seseorang yang akan memimpin dan melayani mereka dalam berbagai kehidupan umum. Konsekuensinya para pimpinan di sebuah negara demokrasi bukan orang yang dibenci oleh rakyatnya, sistem yang dijalankannya bukan yang tidak dikehendaki melainkan yang sejalan dengan arah pemkiran rakyatnya.

Namun dalam praktik realitas demokrasi di manapun di dunia ini ditemukan sejumlah ironi. Bahkan dalam banyak hal sudah jelas bertentangan dengan esensi demokrasi itu sendiri. Yang paling mudah ditemukan dan nyaris menjadi fenomena umum di setiap negara yang menganut sistem demokrasi ialah fenomena menguatnya apa yang disebut tirani.

Dalam sebuah negara yang kekuasaanya dikendalikan penuh oleh tirani sangat berpotensi menjungkirbalikkan tata nilai. Oleh karena itu, dalam sistem pemerintahan yang dikuasai tirani bisa jadi sesuatu yang bertentangan dengan apa yang dikendaki oleh nilai-nilai sosialkemasyarakatan yaitu kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

Oleh sebab itu, dalam sistem demokrasi pula berbagai penyimpangan, seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme, mudah ditemukan bahkan nyaris menjadi asas peri kehidupan di negara demokrasi. Hal itu dikarenakan dalam proses pelaksanaan demokrasi alam kaitan pemilihan pemimpin masih disuguhi berbagai kecurangan yang dilakukan oleh para kandidat atau partai pengusungnya.

Salah satu kecurangan Pemilu adalah politik uang yang memaksa masyarakat untuk memilih peserta Pemilu yang melakukan politik uang tersebut. Setidak-tidaknya ada 2 subjek yang menyebabkan merebaknya praktik politik uang, yaitu peserta pemilu dan masyarakat sebagai pemilih.

Pada umumnya para calon yang pernah mencalonkan diri pada Pemilu sebelumnya lebih ahli dalam politik uang dan dipastikan akan mengulang hal yang sama. Adanya ketidakpercayaan masyarakat terhadap para calon yang justru melahirkan efek negatif bagi para elit dengan cara politik uang sering dijadikan alasan untuk melakukan politik uang. Akibatnya masyarakat pun sangat antusias kepada calon yang banyak memberikan uang dan selanjutnya masyarakat pun merasa “berutang budi” pada calon tersebut. Biasanya peserta Pemilu yang tidak memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat akan lebih mengandalkan politik uang. Akibatnya kasus pembelian suara dengan politik uang selalu saja menyertai dalam setiap pelaksanaan Pilpres, Pilkada, atau Pileg.

Meskipun populer dan dianggap terbaik, demokrasi nyatanya adalah sistem yang sangat mahal. Demokrasi membutuhkan biaya tinggi. Saat memberikan pidato kenegaraan di Gedung MPR/DPR, 16 Agustus beberapa tahun lalu, Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bahkan cemas dan prihatin dengan perkembangan demokrasi yang semakin mahal ini. Meluasnya politik uang, kata SBY, hanya membawa kesengsaraan bagi rakyat dan merusak demokrasi yang dibangun. Praktik politik uang, katanya, pasti diterima oleh pelakunya dikembalikan modal yang telah dikeluarkan.

Demokrasi sejatinya sistem yang cacat sejak lahirnya. Sementara sistem ini juga dicaci-maki di negeri asalnya, Yunani. Aristoteles (348-322 SM) menyebut demokrasi sebagai Mobocracy atau aturan massa. Ia mencerminkan demokrasi sebagai sistem yang bobrok, karena pemerintahan yang dilakukan oleh massa, demokrasi rentan akan anarkhisme.

Menurut Aristoteles bila negara dipegang oleh banyak orang (lewat perwakilan legislatif) akan berbuah petaka. Dalam bukunya “Politik”, Aristoteles menyebut demokrasi sebagai bentuk negara yang buruk. Sesuai dengan pemerintahan yang dilakukan oleh kelompok minoritas di dewan perwakilan yang mewakili kelompok yang akan dengan mudah berubah menjadi pemerintahan anarkhis, menjadi ajang pertarungan konflik kepentingan berbagai kelompok sosial
dan pertarungan elit kekuasaan.

Mungkin di masa kini kita, di abad kecanggihan informasi dan komunikasi yang belum pernah dicapai oleh manusia sebelumnya, demokrasi adalah kata atau istilah yang paling mendominasi perbincangan di berbagai pertemuan. 

Begitu luasnya wacana tentang demokrasi, sehingga istilah ini nyaris menjadi menu perbincangan keseharian manusia.

Di sisi lain, demokrasi seolah-olah telah menjadi standar keberadaban suatu bangsa. Oleh sebab itu, jika suatu bangsa, negara, atau kelompok tertentu, bahkan seorang individu, diberi lebel tidak demokratis akan merasa malu besar. Akibatnya kata “anti demokrasi” telah menjadi alat stigma yang cukup efektif untuk menjatuhkan pamor suatu bangsa, masyarakat, kelompok, atau individu.

Makna demokrasi akan semakin kelabu ketika ia dipraktikkan oleh penguasa yang dalam menjalankan kekuasaannya sekedar untuk menghindari sebutan antidemokrasi pada rezimnya. Demokrasi menjadi lebih kabur esensinya jika penerapannya menggunakan kekuatan dan kekerasan, seperti yang terjadi di Irak dan Afghanistan sekarang ini.

Bagaimana di Indonesia? Apa yang bisa kita harapkan dari demokrasi sekarang ini? Cita-cita demokrasi yang substansial, dalam praktek sehari-hari tampaknya kian lama kian menjauh. Demokrasi kita hanya diterjemahkan seperti sebagai rezim partai. Bahkan dalam kenyataannya meninggalkan rakyat yang seharusnya menjadi pemilik kedaulatan politik. Dan rakyat benar-benar menjadi pelaku yang pasif di sini. Mereka memilih, tapi tak bebas memilih. Yang bisa mereka pilih hanyalah mereka yang sudah dapat dipilih, dan tidak dari setiap mereka sudah mewakili semua aspirasi rakyat. Bagaimana ini mau dibilang sebagai sistem yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat?

Rakyat Indonesia pun terbodohi. Dan mereka yang membodohi telah sukses membuat ribuan rakyat negara ini menjadi bodoh. Atau pembodohan yang terselip dalam sistem demokrasi di negara ini hanyalah sebuah kecelakaan?

Kini rakyat Indonesia menjadi terlanjur cinta pada satu sosok. Satu figur. Tanpa sadar sosok tersebut tidaklah bekerja sendirian. Ia bekerja sebagai sebuah tim. Dan ketika tim tersebut pecah, bisakah sosok tersebut bekerja dengan sama baiknya seperti sebelumnya?

Ah, rumit sekali! 

Kekacauan Paradigma Demokrasi


Oleh: Ekten Deaf Pariske 
(Sekjend DEMA IAIN Kerinci Periode 2018-2019) 

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Istilah demokrasi pada dua dasawarsa terakhir, khususnya di berbagai negara berkembang kian populer, baik pada tingkat wacana maupun arus gerakan sosial politik. Sebagai suatu sistem politik, demokrasi telah menempati tingkatan teratas yang diterima oleh banyaknegara karena dianggap mampu mengatur dan menyelesaikan hubungan sosial dan politik, baik yang melibatkan kepentingan antar individu dalam masyarakat, hubungan antar masyarakat, masyarakat dan negara maupun antar negara di dunia.

Sebagai sebuah konsep, demokrasi memiliki makna luas dan mengandung banyak elemen yang kompleks. Demokrasi adalah suatu metode politik, sebuah mekanisme untuk memilih pemimpin politik. Warga negara diberi kesempatan untuk memilih salah satu diantara pemimpin-pemimpin politik yang bersaing meraih suara.

Akar sejarah ide demokrasi, yang sekarang berkembang dengan amat pesat, tidak bisa
dilepaskan dari sejarah gelap Eropa abad pertengahan. Hal itu adalah realitas sejarah yang tidak dapat diingkari. Ketika itu, para cendekiawan Eropa melancarkan seruan pentingnya penentangan terhadap dominasi kaum gerejawan terhadap kehidupan umum. Mereka menyerukan agar peranan agamawan dibatasi hanya di dalam lingkungan gereja. Sementara di luar lingkungan gereja, masyarakat umum yang bukan gerejawan berhak menentukan pandangan, sikap, dan kebijakan mengenai kehidupan, terutama yang berkaitan dengan kehidupan publik.

Tentu saja, cara berpikir dan pandangan seperti itu berdampak sangat luas terhadap sikap dan pandangan tentang kehidupan. Dalam dunia pemikiran, cara berpikir seperti itu, dikenal secara luas sebagai cara berpikir sekularistik (pendangkalan agama). Faktanya demokrasi lahir dari pergulatan antara rasionalitas dan kuasa gereja ketika itu. Maka bentuk pemerintahan sekuler menjadi satu-satunya solusi agar pemerintahan despotik dan otoritarian yang dikuasai kaum gerejawan tidak berlanjut.

Secara umum pandangan bahwa esensi demokrasi adalah kedaulatan rakyat hampir menjadi keyakinan sebagian besar masyarakat manusia sekarang ini. Sedangkan kedaulatan rakyat umumnya dimaknai bahwa sumber kekuasaan pemerintah atau negara adalah rakyat. Dengan kata lain rakyatlah yang menjadi sumber keabsahan kekuasaan negara. Oleh karena itu, tanpa persetujuan rakyat, kekuasaan negara tak memeroleh legitimasi dan legalitas yang meyakinkan.

Atas dasar itu, seharusnya dalam negara yang menganut sistem demokrasi rakyat mendapatkan manfaat dari keberadaan suatu pemerintahan dan negara. Sebab esensi lain dari keberadaan suatu pemerintahan dan negara adalah bahwa mengatur dan mengurus rakyat adalah kewajiban negara. Maka demokrasi merupakan wadah masyarakat atau rakyat untuk memilih seseorang yang akan memimpin dan melayani mereka dalam berbagai kehidupan umum. Konsekuensinya para pimpinan di sebuah negara demokrasi bukan orang yang dibenci oleh rakyatnya, sistem yang dijalankannya bukan yang tidak dikehendaki melainkan yang sejalan dengan arah pemkiran rakyatnya.

Namun dalam praktik realitas demokrasi di manapun di dunia ini ditemukan sejumlah ironi. Bahkan dalam banyak hal sudah jelas bertentangan dengan esensi demokrasi itu sendiri. Yang paling mudah ditemukan dan nyaris menjadi fenomena umum di setiap negara yang menganut sistem demokrasi ialah fenomena menguatnya apa yang disebut tirani.

Dalam sebuah negara yang kekuasaanya dikendalikan penuh oleh tirani sangat berpotensi menjungkirbalikkan tata nilai. Oleh karena itu, dalam sistem pemerintahan yang dikuasai tirani bisa jadi sesuatu yang bertentangan dengan apa yang dikendaki oleh nilai-nilai sosialkemasyarakatan yaitu kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

Oleh sebab itu, dalam sistem demokrasi pula berbagai penyimpangan, seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme, mudah ditemukan bahkan nyaris menjadi asas peri kehidupan di negara demokrasi. Hal itu dikarenakan dalam proses pelaksanaan demokrasi alam kaitan pemilihan pemimpin masih disuguhi berbagai kecurangan yang dilakukan oleh para kandidat atau partai pengusungnya.

Salah satu kecurangan Pemilu adalah politik uang yang memaksa masyarakat untuk memilih peserta Pemilu yang melakukan politik uang tersebut. Setidak-tidaknya ada 2 subjek yang menyebabkan merebaknya praktik politik uang, yaitu peserta pemilu dan masyarakat sebagai pemilih.

Pada umumnya para calon yang pernah mencalonkan diri pada Pemilu sebelumnya lebih ahli dalam politik uang dan dipastikan akan mengulang hal yang sama. Adanya ketidakpercayaan masyarakat terhadap para calon yang justru melahirkan efek negatif bagi para elit dengan cara politik uang sering dijadikan alasan untuk melakukan politik uang. Akibatnya masyarakat pun sangat antusias kepada calon yang banyak memberikan uang dan selanjutnya masyarakat pun merasa “berutang budi” pada calon tersebut. Biasanya peserta Pemilu yang tidak memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat akan lebih mengandalkan politik uang. Akibatnya kasus pembelian suara dengan politik uang selalu saja menyertai dalam setiap pelaksanaan Pilpres, Pilkada, atau Pileg.

Meskipun populer dan dianggap terbaik, demokrasi nyatanya adalah sistem yang sangat mahal. Demokrasi membutuhkan biaya tinggi. Saat memberikan pidato kenegaraan di Gedung MPR/DPR, 16 Agustus beberapa tahun lalu, Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bahkan cemas dan prihatin dengan perkembangan demokrasi yang semakin mahal ini. Meluasnya politik uang, kata SBY, hanya membawa kesengsaraan bagi rakyat dan merusak demokrasi yang dibangun. Praktik politik uang, katanya, pasti diterima oleh pelakunya dikembalikan modal yang telah dikeluarkan.

Demokrasi sejatinya sistem yang cacat sejak lahirnya. Sementara sistem ini juga dicaci-maki di negeri asalnya, Yunani. Aristoteles (348-322 SM) menyebut demokrasi sebagai Mobocracy atau aturan massa. Ia mencerminkan demokrasi sebagai sistem yang bobrok, karena pemerintahan yang dilakukan oleh massa, demokrasi rentan akan anarkhisme.

Menurut Aristoteles bila negara dipegang oleh banyak orang (lewat perwakilan legislatif) akan berbuah petaka. Dalam bukunya “Politik”, Aristoteles menyebut demokrasi sebagai bentuk negara yang buruk. Sesuai dengan pemerintahan yang dilakukan oleh kelompok minoritas di dewan perwakilan yang mewakili kelompok yang akan dengan mudah berubah menjadi pemerintahan anarkhis, menjadi ajang pertarungan konflik kepentingan berbagai kelompok sosial
dan pertarungan elit kekuasaan.

Mungkin di masa kini kita, di abad kecanggihan informasi dan komunikasi yang belum pernah dicapai oleh manusia sebelumnya, demokrasi adalah kata atau istilah yang paling mendominasi perbincangan di berbagai pertemuan. 

Begitu luasnya wacana tentang demokrasi, sehingga istilah ini nyaris menjadi menu perbincangan keseharian manusia.

Di sisi lain, demokrasi seolah-olah telah menjadi standar keberadaban suatu bangsa. Oleh sebab itu, jika suatu bangsa, negara, atau kelompok tertentu, bahkan seorang individu, diberi lebel tidak demokratis akan merasa malu besar. Akibatnya kata “anti demokrasi” telah menjadi alat stigma yang cukup efektif untuk menjatuhkan pamor suatu bangsa, masyarakat, kelompok, atau individu.

Makna demokrasi akan semakin kelabu ketika ia dipraktikkan oleh penguasa yang dalam menjalankan kekuasaannya sekedar untuk menghindari sebutan antidemokrasi pada rezimnya. Demokrasi menjadi lebih kabur esensinya jika penerapannya menggunakan kekuatan dan kekerasan, seperti yang terjadi di Irak dan Afghanistan sekarang ini.

Bagaimana di Indonesia? Apa yang bisa kita harapkan dari demokrasi sekarang ini? Cita-cita demokrasi yang substansial, dalam praktek sehari-hari tampaknya kian lama kian menjauh. Demokrasi kita hanya diterjemahkan seperti sebagai rezim partai. Bahkan dalam kenyataannya meninggalkan rakyat yang seharusnya menjadi pemilik kedaulatan politik. Dan rakyat benar-benar menjadi pelaku yang pasif di sini. Mereka memilih, tapi tak bebas memilih. Yang bisa mereka pilih hanyalah mereka yang sudah dapat dipilih, dan tidak dari setiap mereka sudah mewakili semua aspirasi rakyat. Bagaimana ini mau dibilang sebagai sistem yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat?

Rakyat Indonesia pun terbodohi. Dan mereka yang membodohi telah sukses membuat ribuan rakyat negara ini menjadi bodoh. Atau pembodohan yang terselip dalam sistem demokrasi di negara ini hanyalah sebuah kecelakaan?

Kini rakyat Indonesia menjadi terlanjur cinta pada satu sosok. Satu figur. Tanpa sadar sosok tersebut tidaklah bekerja sendirian. Ia bekerja sebagai sebuah tim. Dan ketika tim tersebut pecah, bisakah sosok tersebut bekerja dengan sama baiknya seperti sebelumnya?

Ah, rumit sekali! 

Kepung Rektorat, Mahasiswa Keluhkan Fasilitas Kampus IAIN Kerinci


KERINCINEWS.COM, KERINCI - Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli IAIN Kerinci gelar aksi kepung Rektorat IAIN Kerinci, Rabu (7/11).

Mereka mulai berorasi di setiap gedung mahasiswa seraya membagikan tuntutan dalam bentuk teks selebaran kepada mahasiswa untuk menghimbau seluruh mahasiswa merapatkan barisan dan menuntut kesejahteraan, alhamdulillah hal itu mampu mengetuk hati mahasiswa dan bergegas masuk dalam barisan dan bergabung. Lalu dilanjutkan berorasi di depan gedung rektor dengan menyampaikan 7 tuntutan.

Korlap aksi Weli Kurnia Parbo mahasiswa Fakultas Fuad IAIN Kerinci menjelaskan bahwa tuntutan mereka adalah bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kampus.

"Kita melaksanakan aksi merupakan wujud dari kepedulian terhadap kampus tercinta, yang dimana IAIN dikenal sebagai kampus terbesar di Kerinci-Sungai Penuh. Namun sanagat disayangkan dengan minimnya fasilitas kampus yang dapat dinikmati oleh mahasiswanya sendiri." Tegas Weli.

Setelah berorasi di depan Rektorat, massa aksi disambut ramah oleh Rektor dan pihak kampus IAIN Kerinci dengan mempersilahkan seluruh massa aksi untuk masuk ke ruangan pertemuan.

Sammy Ahmad Amin dan kawan-kawan menyampaikan semua tuntutannya serta memberi ultimatum kepada pihak kampus untuk segera menangani secepatnya.

"Jika tuntutan kita tidak segera tindak lanjuti, maka kita akan gelar aksi dengan membawa massa dalam jumlah lebih besar." Ujarnya.

Selanjutnya disambung oleh Yoan Adrian Govinda mahasiswa Tarbiyah menyatakan bahwa bentuk kepedulian dari bapak Rektor itu memang rendah, buktinya foto Gubernur Jambi Zumi Zola masih terpampang indah di dalam ruangan, bagaimana ingin melihat lingkungan luas IAIN Kerinci sedangkan di dalam ruangan saja tak di perhatikan.

"Kepedulian Rektor IAIN Kerinci sangat rendah sekali. Buktinya saja Foto Gubernur Jambi tidak diganti, padahal Zumi Zola sudah jelas tidak lagi menjadi Gubernur. Bagaimana pihak kampus akan peduli dengan fasilitas lingkungan kampus, jika fasilitas di ruangan Rektor saja belum bisa diperhatikan." Ungkap Yoan.

Setelah mahasiswa menyampaikan tuntutannya, pihak kampus menanda tangani ultimatum yang di sepakati semua massa aksi. Massa aksi dengan tertib membubarkan diri.

Berikut hasil mediasi tuntutan massa aksi serta telah disepakati oleh Rektor IAIN Kerinci:




Kepung Rektorat, Mahasiswa Keluhkan Fasilitas Kampus IAIN Kerinci


KERINCINEWS.COM, KERINCI - Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli IAIN Kerinci gelar aksi kepung Rektorat IAIN Kerinci, Rabu (7/11).

Mereka mulai berorasi di setiap gedung mahasiswa seraya membagikan tuntutan dalam bentuk teks selebaran kepada mahasiswa untuk menghimbau seluruh mahasiswa merapatkan barisan dan menuntut kesejahteraan, alhamdulillah hal itu mampu mengetuk hati mahasiswa dan bergegas masuk dalam barisan dan bergabung. Lalu dilanjutkan berorasi di depan gedung rektor dengan menyampaikan 7 tuntutan.

Korlap aksi Weli Kurnia Parbo mahasiswa Fakultas Fuad IAIN Kerinci menjelaskan bahwa tuntutan mereka adalah bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kampus.

"Kita melaksanakan aksi merupakan wujud dari kepedulian terhadap kampus tercinta, yang dimana IAIN dikenal sebagai kampus terbesar di Kerinci-Sungai Penuh. Namun sanagat disayangkan dengan minimnya fasilitas kampus yang dapat dinikmati oleh mahasiswanya sendiri." Tegas Weli.

Setelah berorasi di depan Rektorat, massa aksi disambut ramah oleh Rektor dan pihak kampus IAIN Kerinci dengan mempersilahkan seluruh massa aksi untuk masuk ke ruangan pertemuan.

Sammy Ahmad Amin dan kawan-kawan menyampaikan semua tuntutannya serta memberi ultimatum kepada pihak kampus untuk segera menangani secepatnya.

"Jika tuntutan kita tidak segera tindak lanjuti, maka kita akan gelar aksi dengan membawa massa dalam jumlah lebih besar." Ujarnya.

Selanjutnya disambung oleh Yoan Adrian Govinda mahasiswa Tarbiyah menyatakan bahwa bentuk kepedulian dari bapak Rektor itu memang rendah, buktinya foto Gubernur Jambi Zumi Zola masih terpampang indah di dalam ruangan, bagaimana ingin melihat lingkungan luas IAIN Kerinci sedangkan di dalam ruangan saja tak di perhatikan.

"Kepedulian Rektor IAIN Kerinci sangat rendah sekali. Buktinya saja Foto Gubernur Jambi tidak diganti, padahal Zumi Zola sudah jelas tidak lagi menjadi Gubernur. Bagaimana pihak kampus akan peduli dengan fasilitas lingkungan kampus, jika fasilitas di ruangan Rektor saja belum bisa diperhatikan." Ungkap Yoan.

Setelah mahasiswa menyampaikan tuntutannya, pihak kampus menanda tangani ultimatum yang di sepakati semua massa aksi. Massa aksi dengan tertib membubarkan diri.

Berikut hasil mediasi tuntutan massa aksi serta telah disepakati oleh Rektor IAIN Kerinci:




Syuhada Ketum Terpilih Secara Aklamasi di MUSCAB BPC HIPMI Sungai Penuh

Syuhada 
(Formateur/Ketum HIPMI Sungai Penuh Terpilih) 

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Senin (29/10) BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sungai Penuh laksanakan MUSCAB yang ke 3 di Aula Hotel Mahkota Sungai Penuh. Muscab HIPMI ke 3 kali ini dihadiri oleh Ketum HIPMI BPD Jambi, Pengurus BPC HIPMI Kerinci dan Merangin, dan Muscab dibuka langsung oleh Wakil Walikota Sungai Penuh. 

Zulhemi Wakil Wali Kota  Sungai Penuh dalam sambutanya menyampaikan sangat mengapresiasi dilaksanakanya MUSCAB HIPMI ke 3 Sungai Penuh dan beliau juga menyampaikan untuk siap bekerja sama dengan HIPMI untuk kedepanya.

Peserta Musyawarah Cabang HIPMI Sungai Penuh mengamanahkan Syuhada Ketum HIPMI terpilih secara aklamasi untuk memimpin HIPMI Sungai Penuh Periode 2018-2021. Di pidato pertamanya Syuhada mengemukakan bahwasanya pemuda-pemudi Sungai Penuh musti terlibat aktif dalam dunia Entrepreneur serta dalam jangka pendek kita akan membentuk HIPMI Perguruan Tinggi.


“Melalui kegiatan yang akan kami jalankan itu kami harap hubungan seluruh anggota HIPMI Sungai Penuh akan semakin erat dan akhirnya tidak menutup kemungkinan akan menelurkan sinergi bisnis antara mereka Jadi, selain meningkatkan jumlah pengusaha, HIPMI Sungai Penuh harus lebih dulu berpacu menyebarkan virus enterpreneur di Sungai Penuh khususnya.”

Dan yang tidak kalah penting, lanjutnya, adalah melakukan transfer keilmuan antar anggota. Pengusaha kecil atau pemula harus diberikan kesempatan untuk berkarya. Caranya bisa dengan meminta pemerintah untuk lebih simpati dan mau memberikan kesempatan kepada mereka mengerjakan berbagai proyek yang ada.

Kedepanya kita akan bekerja sama dengan pemerintah harus peduli dan memberikan kesempatan kepada mereka. Karena 10 tahun hingga 15 tahun kedepan, pengusaha muda inilah yang akan menjadi penentu pergerakan ekonomi bangsa,” tegas Syuhada. (*) 




Syuhada Ketum Terpilih Secara Aklamasi di MUSCAB BPC HIPMI Sungai Penuh

Syuhada 
(Formateur/Ketum HIPMI Sungai Penuh Terpilih) 

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Senin (29/10) BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sungai Penuh laksanakan MUSCAB yang ke 3 di Aula Hotel Mahkota Sungai Penuh. Muscab HIPMI ke 3 kali ini dihadiri oleh Ketum HIPMI BPD Jambi, Pengurus BPC HIPMI Kerinci dan Merangin, dan Muscab dibuka langsung oleh Wakil Walikota Sungai Penuh. 

Zulhemi Wakil Wali Kota  Sungai Penuh dalam sambutanya menyampaikan sangat mengapresiasi dilaksanakanya MUSCAB HIPMI ke 3 Sungai Penuh dan beliau juga menyampaikan untuk siap bekerja sama dengan HIPMI untuk kedepanya.

Peserta Musyawarah Cabang HIPMI Sungai Penuh mengamanahkan Syuhada Ketum HIPMI terpilih secara aklamasi untuk memimpin HIPMI Sungai Penuh Periode 2018-2021. Di pidato pertamanya Syuhada mengemukakan bahwasanya pemuda-pemudi Sungai Penuh musti terlibat aktif dalam dunia Entrepreneur serta dalam jangka pendek kita akan membentuk HIPMI Perguruan Tinggi.


“Melalui kegiatan yang akan kami jalankan itu kami harap hubungan seluruh anggota HIPMI Sungai Penuh akan semakin erat dan akhirnya tidak menutup kemungkinan akan menelurkan sinergi bisnis antara mereka Jadi, selain meningkatkan jumlah pengusaha, HIPMI Sungai Penuh harus lebih dulu berpacu menyebarkan virus enterpreneur di Sungai Penuh khususnya.”

Dan yang tidak kalah penting, lanjutnya, adalah melakukan transfer keilmuan antar anggota. Pengusaha kecil atau pemula harus diberikan kesempatan untuk berkarya. Caranya bisa dengan meminta pemerintah untuk lebih simpati dan mau memberikan kesempatan kepada mereka mengerjakan berbagai proyek yang ada.

Kedepanya kita akan bekerja sama dengan pemerintah harus peduli dan memberikan kesempatan kepada mereka. Karena 10 tahun hingga 15 tahun kedepan, pengusaha muda inilah yang akan menjadi penentu pergerakan ekonomi bangsa,” tegas Syuhada. (*) 




Aktivis : Hidup Segan Mati Tak Mau


Oleh : Yoanda
(Kabid PTKP HMI KOMISARIAT STIE SAK-STIA NUSA)

KERINCINEWS.COM, Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata aktivis memiliki dua arti. Pertama, aktivis adalah orang yang bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atau berbagai kegiatan dalam organisasinya. Kedua, aktivis adalah seseorang yang menggerakkan.

Berbicara tentang aktivis, bukanlah sesuatu yang baru dan terdengar asing dalam kehidupan masyarakat. Aktivis telah menjadi bagian dari sejarah dalam membawa perubahan pada system kekuasaan dan pemerintahan di negeri ini. Salah satu aksi luar biasa yang pernah dilakukan oleh kelompok aktivis dalam catatan sejarah Indonesia ketika mereka menggulingkan rezim pemerintahan masa Orde Baru yang banyak terjadi penyimpangan dan tidak memihak pada rakyat.

Sebagai masyarakat Indonesia, tentunya kita patut berterima kasih dan mengapresiasi sikap kritis dan mental pemberani mereka dalam memperjuangkan hak rakyat.

Meski berada dalam situasi bahaya dan mengancam jiwa mereka pada waktu itu, tetapi para aktivis muda itu tak pernah merasa gentar dalam melawan pemerintah.Aktivis perempuan misalnya, mereka dikenal dengan visi dan misinya dalam menyuarakan kesetaraan gender serta memperjuangkan hak-hak perempuan yang sering menjadi korban diskrimasi yang belakangan ini terjadi hampir di seluruh pelosok negeri. Aktivis HAM dikenal sebagai orang-orang yang bergerak dalam masalah hak asasi manusia.  Baru-baru ini juga muncul aktivis LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender), yang berusaha memperjuangkan keinginan kaum lesbi dan homo agar diperbolehkan menikah dengan sesama jenis. Dan masih banyak aktivis di bidang lain yang membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat.

Bahkan menjadi mahasiswa aktivis akademisi memang menjadi idaman dari semua mahasiswa. Dan itu tidak dilarang. Maksudnya apa? Bahwa menjadi mahasiswa idaman adalah cita-cita yang harus ditanamkan oleh semua mahasiswa, karena ia nanti tidak hidup di satu lingkungan saja, tetapi mereka akan hidup di banyak lingkungan, yang tidak sama persis di bangku perkuliahan.

Mereka akan menghadapi lingkungan yang berbeda sekali dengan bangku perkuliahan. Untuk itu, di organisasi dilatih untuk mengenal lingkungan yang sebenarnya untuk menjadi pengontrol sosial dan dinamika di masayarakat. Membangun idealisme akan memunculkan semangat untuk mencapai harapan. Berbagai macam strategi pasti digunakan. Pantang menyerah ketika melihat permasalahan, hambatan dan rintangan. Dengan idealisme mahasiwa mampu memompa semangat tak kenal menyerah hingga menjadi dirinya sebagai aktivis sejati.

Namun pada zaman sekarang seringkali ditemukan para aktivis kampus yang kesehariannya hanya bisa mengungkapkan keluh kesah hanya berkoar-koar sebatas di sosial media bahkan memposting kata-kata bijak yg tidak tau arahnya kemana, sekedar mencari sensasi atau ingin dipuji para awak media tanpa ada aksi nyata.

Dan efek dari fakumnya organisasi mahasiswa seperti HMI, PMII, IMM, KAMMI dan organisasi mahasiswa lainnya mengakibatkan kurangnya kritikan terhadap kasus-kasus yang terjadi di kalangan setempat, bahkan organisasi yang di sebutkan di atas tadi seakan-akan bersifat netral menanggapi permasalahan yang sedang terjadi sekarang ini, dalam artian kurangnya rasa ingin menyuarakan aspirasi rakyat atas kelakuan oknum yang tidak bertanggung jawab dan telah merugikan masyarakat kecil yang di anggap sebagai beban anggaran negri, mungkin keinginan mencari solusi aman telah menghampiri aktivis sekarang ini. Bodoh sekali!

Dan mirisnya hanya bisa mengomentari dan menyalahi keadaan pejabat-pejabat tinggi tanpa mengetahui penyebab yg terjadi, bahkan malah sering di intervensi oleh pihak yang tidak tau diri. Banyak aktivis abal-abalan yang tampil di depan publik karena ingin dikenal oleh banyak orang, melakukan demonstrasi sana sini.

Kemana saja mereka pergi, selalu mengenakan baju aktivis sehingga bisa memperlihatkan kepada semua orang kalau mereka adalah seorang aktivis. Lebih miris lagi, ketika berdiri di depan mereka berkoar-koar dengan suara lantang, seolah-olah mereka adalah pemberontak dalam menuntut keadilan rakyat. Tetapi ketika berhadapan dengan penguasa, mereka bungkam setelah ditawarkan sedikit uang, miris sekali. Saking aktifnya, selalu ada di berbagai acara di kampus. Bukan apa- apa mereka memang diundang untuk datang, maklum orang terkenal dan memang untuk meningkatkan relasi organisasi. Sehingga banyak orang kenal degan aktivis, tapi aktivis gak kenal dengan orang yang mengenalnya, hehehehe lucu ya!!! Seperti Presiden yang di kenal banyak orang tapi Presiden ngga kenal rakyat.

Oleh sebab itu mari kita sadarkan aktivis yang selama ini yang memang tujuan dan keinginannya semata-mata hanya untuk memperjuangkan hak-hak rakyat kecil yang ingin merdeka tanpa henti untuk bisa kembali aktif menyuarakan kepentingan masyarakat sejati.

Negeri bukan butuh aktivis yang sok pro mengontrol dinamika yang terjadi , negeri ini hanya butuh aktivis yang benar-benar memperjuangkan hak masyarakat sejati tanpa ada eksploitasi di segala lini.

Mengertilah wahai para aktivis sejati, sadarlah semua yang terjadi hanya bersifat sementara bukan selamanya terjadi.

Ingat kalau bukan seorang aktivis yang mengubah negeri ini siapa lagi?

Bangkitlah aktivis sejati!

Aktivis : Hidup Segan Mati Tak Mau


Oleh : Yoanda
(Kabid PTKP HMI KOMISARIAT STIE SAK-STIA NUSA)

KERINCINEWS.COM, Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata aktivis memiliki dua arti. Pertama, aktivis adalah orang yang bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atau berbagai kegiatan dalam organisasinya. Kedua, aktivis adalah seseorang yang menggerakkan.

Berbicara tentang aktivis, bukanlah sesuatu yang baru dan terdengar asing dalam kehidupan masyarakat. Aktivis telah menjadi bagian dari sejarah dalam membawa perubahan pada system kekuasaan dan pemerintahan di negeri ini. Salah satu aksi luar biasa yang pernah dilakukan oleh kelompok aktivis dalam catatan sejarah Indonesia ketika mereka menggulingkan rezim pemerintahan masa Orde Baru yang banyak terjadi penyimpangan dan tidak memihak pada rakyat.

Sebagai masyarakat Indonesia, tentunya kita patut berterima kasih dan mengapresiasi sikap kritis dan mental pemberani mereka dalam memperjuangkan hak rakyat.

Meski berada dalam situasi bahaya dan mengancam jiwa mereka pada waktu itu, tetapi para aktivis muda itu tak pernah merasa gentar dalam melawan pemerintah.Aktivis perempuan misalnya, mereka dikenal dengan visi dan misinya dalam menyuarakan kesetaraan gender serta memperjuangkan hak-hak perempuan yang sering menjadi korban diskrimasi yang belakangan ini terjadi hampir di seluruh pelosok negeri. Aktivis HAM dikenal sebagai orang-orang yang bergerak dalam masalah hak asasi manusia.  Baru-baru ini juga muncul aktivis LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender), yang berusaha memperjuangkan keinginan kaum lesbi dan homo agar diperbolehkan menikah dengan sesama jenis. Dan masih banyak aktivis di bidang lain yang membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat.

Bahkan menjadi mahasiswa aktivis akademisi memang menjadi idaman dari semua mahasiswa. Dan itu tidak dilarang. Maksudnya apa? Bahwa menjadi mahasiswa idaman adalah cita-cita yang harus ditanamkan oleh semua mahasiswa, karena ia nanti tidak hidup di satu lingkungan saja, tetapi mereka akan hidup di banyak lingkungan, yang tidak sama persis di bangku perkuliahan.

Mereka akan menghadapi lingkungan yang berbeda sekali dengan bangku perkuliahan. Untuk itu, di organisasi dilatih untuk mengenal lingkungan yang sebenarnya untuk menjadi pengontrol sosial dan dinamika di masayarakat. Membangun idealisme akan memunculkan semangat untuk mencapai harapan. Berbagai macam strategi pasti digunakan. Pantang menyerah ketika melihat permasalahan, hambatan dan rintangan. Dengan idealisme mahasiwa mampu memompa semangat tak kenal menyerah hingga menjadi dirinya sebagai aktivis sejati.

Namun pada zaman sekarang seringkali ditemukan para aktivis kampus yang kesehariannya hanya bisa mengungkapkan keluh kesah hanya berkoar-koar sebatas di sosial media bahkan memposting kata-kata bijak yg tidak tau arahnya kemana, sekedar mencari sensasi atau ingin dipuji para awak media tanpa ada aksi nyata.

Dan efek dari fakumnya organisasi mahasiswa seperti HMI, PMII, IMM, KAMMI dan organisasi mahasiswa lainnya mengakibatkan kurangnya kritikan terhadap kasus-kasus yang terjadi di kalangan setempat, bahkan organisasi yang di sebutkan di atas tadi seakan-akan bersifat netral menanggapi permasalahan yang sedang terjadi sekarang ini, dalam artian kurangnya rasa ingin menyuarakan aspirasi rakyat atas kelakuan oknum yang tidak bertanggung jawab dan telah merugikan masyarakat kecil yang di anggap sebagai beban anggaran negri, mungkin keinginan mencari solusi aman telah menghampiri aktivis sekarang ini. Bodoh sekali!

Dan mirisnya hanya bisa mengomentari dan menyalahi keadaan pejabat-pejabat tinggi tanpa mengetahui penyebab yg terjadi, bahkan malah sering di intervensi oleh pihak yang tidak tau diri. Banyak aktivis abal-abalan yang tampil di depan publik karena ingin dikenal oleh banyak orang, melakukan demonstrasi sana sini.

Kemana saja mereka pergi, selalu mengenakan baju aktivis sehingga bisa memperlihatkan kepada semua orang kalau mereka adalah seorang aktivis. Lebih miris lagi, ketika berdiri di depan mereka berkoar-koar dengan suara lantang, seolah-olah mereka adalah pemberontak dalam menuntut keadilan rakyat. Tetapi ketika berhadapan dengan penguasa, mereka bungkam setelah ditawarkan sedikit uang, miris sekali. Saking aktifnya, selalu ada di berbagai acara di kampus. Bukan apa- apa mereka memang diundang untuk datang, maklum orang terkenal dan memang untuk meningkatkan relasi organisasi. Sehingga banyak orang kenal degan aktivis, tapi aktivis gak kenal dengan orang yang mengenalnya, hehehehe lucu ya!!! Seperti Presiden yang di kenal banyak orang tapi Presiden ngga kenal rakyat.

Oleh sebab itu mari kita sadarkan aktivis yang selama ini yang memang tujuan dan keinginannya semata-mata hanya untuk memperjuangkan hak-hak rakyat kecil yang ingin merdeka tanpa henti untuk bisa kembali aktif menyuarakan kepentingan masyarakat sejati.

Negeri bukan butuh aktivis yang sok pro mengontrol dinamika yang terjadi , negeri ini hanya butuh aktivis yang benar-benar memperjuangkan hak masyarakat sejati tanpa ada eksploitasi di segala lini.

Mengertilah wahai para aktivis sejati, sadarlah semua yang terjadi hanya bersifat sementara bukan selamanya terjadi.

Ingat kalau bukan seorang aktivis yang mengubah negeri ini siapa lagi?

Bangkitlah aktivis sejati!

Nahkoda Baru BEM STIA NUSA Periode 2018-2019

Yoga Alfianda dan Iqbal Hanafi
Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa STIA NUSA

KERINCINEWS.COM, KERINCISebagai bentuk kesinambungan organisasi kemahasiswaan, pesta demokrasi untuk memilih Presiden dan wakil presiden BEM STIA NUSA kembali digelar pada senin (23/4) di kampud 2 STIA Nusa Sekungkung. Pemilihan dimulai dari pukul 08.30 s.d 15.00 WIB. 

Pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden BEM STIA NUSA berjalan dengan sukses.  Debi Fradinata selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum  (KPUM) STIA NUSA beserta anggota telah menyelenggarakan rangkaian kegiatan Pemilu presiden dan wakil presiden BEM STIA NUSA ini dengan baik. Diharapkan dengan terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Periode 2018-2019 dapat membawa perubahan positif di dunia kemahasiswaan serta membawa nama baik STIA NUSA. 



Pemilihan presiden mahasiswa dan wakil presiden mahasiswa STIA NUSA kali hanya terdapat satu pasang calon saja yang dinyatakan lulus verifikasi oleh KPUM serta telah melaui tahapan-tahapan yang telah ditetapkan oleh KPUM. Yakni atas nama Yoga Alfianda sebagai calon presiden mahasiswa dan Iqbal Hanafi sebagai wakil presiden mahasiswa. 

Ketua KPUM mengatakan, "alhamdulillah pelaksanaan pemilihan presiden mahasiswa dan wakil presiden dapat kita laksanakan dengan sukses  pada hari ini, setelah melewati tahapan demi tahapan serta dinamika-dinamika sebelum pelaksanaan pemilihan pada hari ini.  Pemilihan kali ini menghabiskan surat suara sebanyak 262 surat suara, yang terdiri dari 218 yanng setuju, 28 tidak setuju dan 16 suara rusak."



Dari hasil tersebut kami dari KPUM serta saksi dari pasang calon menanda tangani berita acara menetapkan saudara Yoga Alfianda dan Iqbal Hanafi terpilih menjadi Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa BEM STIA NUSA Periode 2018-2019. Tambahnya. 


Yoga Alfianda presiden mahasiswa terpilih mengucapkan terimakasih kepada seluruh mahasiswa STIA NUSA telah menjaga kekondisifan tanpa ada kericuhan serta telah menggunakan hak suaranya dalam pemilihan hari ini. Saya juga berharap untuk kedepanya kita bisa saling bahu membahu membangun BEM STIA NUSA dalam satu tahun kedepan. Serta ucapan terimakasih saya kepada semua mahasiswa STIA NUSA telah mengamanahkan saya dan saudara Iqbal Hanafi untuk memimpin BEM STIA NUSA satu tahun kedepan.  (*) 

Nahkoda Baru BEM STIA NUSA Periode 2018-2019

Yoga Alfianda dan Iqbal Hanafi
Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa STIA NUSA

KERINCINEWS.COM, KERINCISebagai bentuk kesinambungan organisasi kemahasiswaan, pesta demokrasi untuk memilih Presiden dan wakil presiden BEM STIA NUSA kembali digelar pada senin (23/4) di kampud 2 STIA Nusa Sekungkung. Pemilihan dimulai dari pukul 08.30 s.d 15.00 WIB. 

Pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden BEM STIA NUSA berjalan dengan sukses.  Debi Fradinata selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum  (KPUM) STIA NUSA beserta anggota telah menyelenggarakan rangkaian kegiatan Pemilu presiden dan wakil presiden BEM STIA NUSA ini dengan baik. Diharapkan dengan terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Periode 2018-2019 dapat membawa perubahan positif di dunia kemahasiswaan serta membawa nama baik STIA NUSA. 



Pemilihan presiden mahasiswa dan wakil presiden mahasiswa STIA NUSA kali hanya terdapat satu pasang calon saja yang dinyatakan lulus verifikasi oleh KPUM serta telah melaui tahapan-tahapan yang telah ditetapkan oleh KPUM. Yakni atas nama Yoga Alfianda sebagai calon presiden mahasiswa dan Iqbal Hanafi sebagai wakil presiden mahasiswa. 

Ketua KPUM mengatakan, "alhamdulillah pelaksanaan pemilihan presiden mahasiswa dan wakil presiden dapat kita laksanakan dengan sukses  pada hari ini, setelah melewati tahapan demi tahapan serta dinamika-dinamika sebelum pelaksanaan pemilihan pada hari ini.  Pemilihan kali ini menghabiskan surat suara sebanyak 262 surat suara, yang terdiri dari 218 yanng setuju, 28 tidak setuju dan 16 suara rusak."



Dari hasil tersebut kami dari KPUM serta saksi dari pasang calon menanda tangani berita acara menetapkan saudara Yoga Alfianda dan Iqbal Hanafi terpilih menjadi Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa BEM STIA NUSA Periode 2018-2019. Tambahnya. 


Yoga Alfianda presiden mahasiswa terpilih mengucapkan terimakasih kepada seluruh mahasiswa STIA NUSA telah menjaga kekondisifan tanpa ada kericuhan serta telah menggunakan hak suaranya dalam pemilihan hari ini. Saya juga berharap untuk kedepanya kita bisa saling bahu membahu membangun BEM STIA NUSA dalam satu tahun kedepan. Serta ucapan terimakasih saya kepada semua mahasiswa STIA NUSA telah mengamanahkan saya dan saudara Iqbal Hanafi untuk memimpin BEM STIA NUSA satu tahun kedepan.  (*) 

KAPAL IMABA SIAP BERLAYAR BERSAMA NAHKODA BARUNYA


KERINCINEWS.COM, KERINCI - Pelantikan Ikatan Mahasiswa Bahar (IMABA) periode 2018/2019, Sabtu, 24 Maret 2018, pukul 10.00 wib yang bertempat di Aula kecamatan Bahar Utara (unit 6).

Pelantikan ini dihadiri oleh semua camat yang ada di Bahar : Camat Sungai Bahar (Darmanto, S.Pd), Camat Bahar Selatan (Tusiem, SE), Camat Utara (Taufiq, S.Ag). Tamu undangan dari seluruh kepala desa sebahar Utara, anggota IMMJ, siswa/i SMA/SMK Utara,  mahasiswa/i bahar dan masyarakat setempat.

Pengurus IMABA ini langsung dilantik oleh Junaidi selaku ketua umum Ikatan Mahasiswa Muaro Jambi (IMMJ). Junaidi juga berpesan IMABA dan IMMJ harus selalu berkoordinasi demi kelancaran program kerja IMABA itu sendiri serta nanti bisa masuk dalam kepengursan IMMJ selanjutnya.

Rahmat hidayat selaku ketua terpilih menyampaikan bahwa indepensi merupakan prinsip dasar IMABA agar suara mahasiswa bahar jernih terdengar dan menjadi informasi yang bisa dipercaya, harapan orangtua ada dipundak kawan-kawan semua yg harus dipikul, kita akan menjadi penjembatan bagi adek-adek SMA/SMK sederajat sebahar ketika mereka akan masuk keperguruan tinggi, berproseslah di IMABA dengan sebaiknya karena di sini kita dihadapkan oleh kawan-kawan yang pola pikirnya berbeda-beda, wataknya berbeda-beda, nah ini akan menjadi modal bagi kita ketika terjun kemasyarakat setelah sarjana nanti, tandasnya.

Camat Utara (Taufiq, S.Ag) juga menyampaikan bahwa ia bangganya kepada mahasiswa bahar yang masih peduli terhadap sesama, masih mimikirkan keadaan masyarakatnya terutama adek-adek SMA/SMK sederajat. Mahasiswa bahar inilah nanti yang akan menjadikan bahar maju, karena kalian adalah putra daerah, kalian yg akan menggantikan pemerintah setempat. Teruslah berbuat, tetap semangat dan dimanapun berada ketika mampu kalian akan dipakai oleh masyarakat, tegasnya. (*) 



KAPAL IMABA SIAP BERLAYAR BERSAMA NAHKODA BARUNYA


KERINCINEWS.COM, KERINCI - Pelantikan Ikatan Mahasiswa Bahar (IMABA) periode 2018/2019, Sabtu, 24 Maret 2018, pukul 10.00 wib yang bertempat di Aula kecamatan Bahar Utara (unit 6).

Pelantikan ini dihadiri oleh semua camat yang ada di Bahar : Camat Sungai Bahar (Darmanto, S.Pd), Camat Bahar Selatan (Tusiem, SE), Camat Utara (Taufiq, S.Ag). Tamu undangan dari seluruh kepala desa sebahar Utara, anggota IMMJ, siswa/i SMA/SMK Utara,  mahasiswa/i bahar dan masyarakat setempat.

Pengurus IMABA ini langsung dilantik oleh Junaidi selaku ketua umum Ikatan Mahasiswa Muaro Jambi (IMMJ). Junaidi juga berpesan IMABA dan IMMJ harus selalu berkoordinasi demi kelancaran program kerja IMABA itu sendiri serta nanti bisa masuk dalam kepengursan IMMJ selanjutnya.

Rahmat hidayat selaku ketua terpilih menyampaikan bahwa indepensi merupakan prinsip dasar IMABA agar suara mahasiswa bahar jernih terdengar dan menjadi informasi yang bisa dipercaya, harapan orangtua ada dipundak kawan-kawan semua yg harus dipikul, kita akan menjadi penjembatan bagi adek-adek SMA/SMK sederajat sebahar ketika mereka akan masuk keperguruan tinggi, berproseslah di IMABA dengan sebaiknya karena di sini kita dihadapkan oleh kawan-kawan yang pola pikirnya berbeda-beda, wataknya berbeda-beda, nah ini akan menjadi modal bagi kita ketika terjun kemasyarakat setelah sarjana nanti, tandasnya.

Camat Utara (Taufiq, S.Ag) juga menyampaikan bahwa ia bangganya kepada mahasiswa bahar yang masih peduli terhadap sesama, masih mimikirkan keadaan masyarakatnya terutama adek-adek SMA/SMK sederajat. Mahasiswa bahar inilah nanti yang akan menjadikan bahar maju, karena kalian adalah putra daerah, kalian yg akan menggantikan pemerintah setempat. Teruslah berbuat, tetap semangat dan dimanapun berada ketika mampu kalian akan dipakai oleh masyarakat, tegasnya. (*) 



Organisasi dan Eksistensi Pemuda

Oleh: Ramon Azmi Pratama 
Ketua Umum IKAMARU-J

KERINCINEWS.COMOrganisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan (Stephen P.Robbins. Teori Organisasi Struktur, Desain, dan Aplikasi, (Jakarta: Arcan: 1994), hlm.4
Untuk mencapai tujuan bersama suatu organisasi seharusnya punya landasan, semakin jelas dan tegas suatu landasan dalam organisasi maka semakin kuat dan terarah apa yang semestinya dilakukan dalam berorganisasi. Sama halnya sebuah negara harusnya punya kontitusi dan negara juga termasuk organisasi. Negara tampa kontitusi sama halnya bendera bernama tanpa makna.
Konstitusi pada umumnya bersifat kodifikasi yaitu sebuah dokumen yang berisian aturan-aturan untuk menjalankan suatu organisasi pemerintahan negara, namun dalam pengertian ini, konstitusi harus diartikan dalam artian tidak semuanya berupa dokumen tertulis (formal). namun menurut para ahli ilmu hukum maupun ilmu politik konstitusi harus diterjemahkan termasuk kesepakatan politik, negara, kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijakan dan distibusi maupun alokasi [Miriam Budiardjo, Miriam B dkk. Dasar-dasar ilmu politik, Gramedia Pustaka Utama (2003)]. Sedangkan menurut K. C. Wheare, konstitusi adalah keseluruhan sistem ketatanegaraaan suatu negara yang berupa kumpulan peraturan yang membentuk mengatur /memerintah dalam pemerintahan suatu negara. Syarat berdirinya suatu negara yang pertama harus adanya (1)rakyat. Rakyatlah yang memiliki kepentingan mewujudkan cita-cita dan harapan negara. Tidak mungkin negara tanpa rakyat, yang dimaksud adalah sekumpulan manusia yang disatukan oleh suatu wilayah tertentu serta tunduk pada kekuasaan negara. Disini sama halnya syarat suatu organisasi yaitu harus adanya anggota, karena tanpa anggota tujuan dari organisasi tidak dapat tercapai. Anggota dalam organisasi juga harus tunduk kepada kekuasaan aturan dalam organisasi yaitu Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga(AD dan ART). Disinilah perlunya AD dan ART dalam organisasi, organisasi terbentuk karena adanya tujuan bersama jika tidak ada AD dan ART maka bukan tidak mungkin tujuan bersama untuk membentuk organisasi itu tidak terlaksana dan anggota-anggota dalam organisasi tersebut jadi tidak terarah dan bisa jadi pengurus dalam organisasi itu menyalahkan wewenangnya.
(2). Wilayah, suatu negara harus punya batas-batas wilayah dalam bernegara. Tujuan dari batas wilayah nagara agar tidak terjadi konflik dengan negara tetangga dan mempertahankan kekuatan negara yaitu rakyat dimana batas-batas wilayah itu terdapat kegiatan rakyat. Selain itu juga mempermudah negara untuk mengetahui masuknya masyarakat negara lain agar tidak terjadi penyusupan untuk memperlemahkan negara. Sama halnya organisasi, wilayah dimana organisasi berkecipung haruslah jelas. Agar anggota dalam organisasi tersebut tidak bepindah haluan dari apa yang di cita-citakan. Maksdunya disini, anggota bisa jadi membentuk organisasi baru ketika mereka merasa organisasi ini sudah tidak jelas ruang lingkup pergerakannya dan tidak menutup kemungkinan anggota dapat bepindah keorganisai lain baik organisasi lawan atau kawan. Ruang lingkup pergerakan dalam berorganisasi haruslah jela untuk menjaga keutuhan dari organisasi tersebut.
(3). Pemerintah yang berdaulat, negara adalah suatu wilayah yang kekuasaannya meliputi politik, militer, ekonomi, sosial dan budaya yang diatur oleh pemerintahan yang berdaulat di wilayah tersebut. Pemerintah yang berdaulat merupakan suatu unsur dari pembentukan suatu negara, pemerintah yang mempunyai kekuasaan berdaulat adalah pemerintah yang mempunyai kekuasaan yang penuh. Pemerintah berdaulat mempunyai kekuasaan yang penuh, terhadap suatu wilayah dan mempunyai rakyat yang baik didalam maupun diluar. Kondisi suatu negara tergantung dari bagaimana suatu pemerintah dalam suatu negara itu memanfaatkan kekuasaan penuh atau kedaulatanya terhadap negara itu. Begitu juga dalam berorganisasi pemerintah yang berdaulat disini diartikan sebagai struktur kepengurusan dalam organisasi. Kepengurusan yang sehat tentunya anggota dan arah pergerkannya jelas. Pengurus dalam organisasi sebagai nahkoda yang mengarahkan kemana organisasi akan berlabuh.
(4). Pengakuan dari negara lain, pengakuan dari negara lain bahwa negara tersebut berdaulat dan patut di sebut negara sangatlah penting terkait dengan keamanan dan keutuhan negara itu sendiri. Selain itu, pengakuan dari negara lain juga mempengaruhi hubungan antara dua negara atau lebih. Dalam organisasi pengakuan bahwa organisasi tersebut jelas pergerkannya dan sangat berguna bagi lingkungan merupakan kekuatan penentu langkah berikutnya dalam berorganisasi baik pengakuan dari organisasi lain maupun dari masyarakat.
Berbagai macam organisasi yang ada seharusnya memperhatikan hal-hal tersebut diatas. Salah satunya adalah organisasi pemuda dimana di bebagai wilayah indonesia punya organisasi kepemudaan tersendiri. Di indonesia ada kementrian yang khusus membidangi urusan pemuda dan olahraga yaitu KAMENPORA.di setiap daerahpun punya organisasi kepemudaan baik didesa, kecematan dan lain sebagainya.
 Mengenai organisasi kepemudaan didesa yang sebagian  punya anggaran di desa yaitu karang taruna di desa.organisasi kepemudaaan kecematan juga sebagian  punya anggaran tersendiri di tingkat camat maupun adat. Namun sebuah pertanyaan besar bagi organisasi kemahasiswaan yang tidak punya anggaran yang mampu melakukan pergerkan di berbagai bidang dengan sumber dana dari sumbangan-sumbangan. Beda halnya organisasi kepemudaan yang jelas anggarannya namunnya kegiatanny hanya memilih pengurus setiap tahun. Selain itu tugas dari organisasi kepemudaan adalah melakukan kegiatan-kegiatan sosial dan mewujudkan kesadaran masyarakat dan pemuda akan aturan yang berlaku di wilayah organisasi kepemudaannya baik itu hukum adat, hukum agama, hukum kesusilaan dan hukum negara. Terwujudnya cita-cita organisasi kepemudaan tersebut untuk saat ini sepengetahuan saya belum dan sulit terlaksana. Kondisi masyarakat sekarang ini yang sangat memperhatinkan menyulitkan terwujudnya tujuan organisasi kepemudaan. Sebagai contoh di lingkungan tempat saya tinggal pada saat acara hiburan malam mulai tertanam bibit sawer menyawer artis, ngisap lem, minuman keras,narkoba, pergaulan bebas, bahkan membawa pelacur masuk desa yang jelas melanggar hukum agama, hukum adat, dan hukum kesusilaan. Masalah ini sangat di perlukan pergerkan pemuda untuk menuntasnya. Jangan lah acuh tak acuh terhadap mesalah ini. Tidak berpikirkan bagaimana nasib pemuda masadepan, bagaimana keluarga kita esoknya, bagaimana anak cucu kita. Relakah jika saudara kita, anak kita, pemuda kita terlibat masalah tersebut. Beralasan duit mereka, rumah mereka, hak mereka maka jikabicara hak di dalam hak seseorang ada hak orang lain dan jika mereka menuntut hak mereka maka ada kewajiban yang harus mereka lakukan. Tidak sewajarny dan benar-benar jelas dalam hukum, agama, hukum adat dan hukum kesusilaan sawer menyawer wanita di pertontongkan di publik, di pertontongkan di jalan, dipertontongkan anak-anak. Hal ini lebih parah dari kota-kota besar yang tepatnya memang diakui ada tapu disembunyikan dibandingkan dengan dilingkungan saya tersebut dimana hal itu dipertontongkan dengan jelas dan nyata di publik. Masalah ini seharusnya menjadi perhatian kita semua baik itu orang adat, pemuda, mahasiswa, dan pemerintahan.



Organisasi dan Eksistensi Pemuda

Oleh: Ramon Azmi Pratama 
Ketua Umum IKAMARU-J

KERINCINEWS.COMOrganisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan (Stephen P.Robbins. Teori Organisasi Struktur, Desain, dan Aplikasi, (Jakarta: Arcan: 1994), hlm.4
Untuk mencapai tujuan bersama suatu organisasi seharusnya punya landasan, semakin jelas dan tegas suatu landasan dalam organisasi maka semakin kuat dan terarah apa yang semestinya dilakukan dalam berorganisasi. Sama halnya sebuah negara harusnya punya kontitusi dan negara juga termasuk organisasi. Negara tampa kontitusi sama halnya bendera bernama tanpa makna.
Konstitusi pada umumnya bersifat kodifikasi yaitu sebuah dokumen yang berisian aturan-aturan untuk menjalankan suatu organisasi pemerintahan negara, namun dalam pengertian ini, konstitusi harus diartikan dalam artian tidak semuanya berupa dokumen tertulis (formal). namun menurut para ahli ilmu hukum maupun ilmu politik konstitusi harus diterjemahkan termasuk kesepakatan politik, negara, kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijakan dan distibusi maupun alokasi [Miriam Budiardjo, Miriam B dkk. Dasar-dasar ilmu politik, Gramedia Pustaka Utama (2003)]. Sedangkan menurut K. C. Wheare, konstitusi adalah keseluruhan sistem ketatanegaraaan suatu negara yang berupa kumpulan peraturan yang membentuk mengatur /memerintah dalam pemerintahan suatu negara. Syarat berdirinya suatu negara yang pertama harus adanya (1)rakyat. Rakyatlah yang memiliki kepentingan mewujudkan cita-cita dan harapan negara. Tidak mungkin negara tanpa rakyat, yang dimaksud adalah sekumpulan manusia yang disatukan oleh suatu wilayah tertentu serta tunduk pada kekuasaan negara. Disini sama halnya syarat suatu organisasi yaitu harus adanya anggota, karena tanpa anggota tujuan dari organisasi tidak dapat tercapai. Anggota dalam organisasi juga harus tunduk kepada kekuasaan aturan dalam organisasi yaitu Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga(AD dan ART). Disinilah perlunya AD dan ART dalam organisasi, organisasi terbentuk karena adanya tujuan bersama jika tidak ada AD dan ART maka bukan tidak mungkin tujuan bersama untuk membentuk organisasi itu tidak terlaksana dan anggota-anggota dalam organisasi tersebut jadi tidak terarah dan bisa jadi pengurus dalam organisasi itu menyalahkan wewenangnya.
(2). Wilayah, suatu negara harus punya batas-batas wilayah dalam bernegara. Tujuan dari batas wilayah nagara agar tidak terjadi konflik dengan negara tetangga dan mempertahankan kekuatan negara yaitu rakyat dimana batas-batas wilayah itu terdapat kegiatan rakyat. Selain itu juga mempermudah negara untuk mengetahui masuknya masyarakat negara lain agar tidak terjadi penyusupan untuk memperlemahkan negara. Sama halnya organisasi, wilayah dimana organisasi berkecipung haruslah jelas. Agar anggota dalam organisasi tersebut tidak bepindah haluan dari apa yang di cita-citakan. Maksdunya disini, anggota bisa jadi membentuk organisasi baru ketika mereka merasa organisasi ini sudah tidak jelas ruang lingkup pergerakannya dan tidak menutup kemungkinan anggota dapat bepindah keorganisai lain baik organisasi lawan atau kawan. Ruang lingkup pergerakan dalam berorganisasi haruslah jela untuk menjaga keutuhan dari organisasi tersebut.
(3). Pemerintah yang berdaulat, negara adalah suatu wilayah yang kekuasaannya meliputi politik, militer, ekonomi, sosial dan budaya yang diatur oleh pemerintahan yang berdaulat di wilayah tersebut. Pemerintah yang berdaulat merupakan suatu unsur dari pembentukan suatu negara, pemerintah yang mempunyai kekuasaan berdaulat adalah pemerintah yang mempunyai kekuasaan yang penuh. Pemerintah berdaulat mempunyai kekuasaan yang penuh, terhadap suatu wilayah dan mempunyai rakyat yang baik didalam maupun diluar. Kondisi suatu negara tergantung dari bagaimana suatu pemerintah dalam suatu negara itu memanfaatkan kekuasaan penuh atau kedaulatanya terhadap negara itu. Begitu juga dalam berorganisasi pemerintah yang berdaulat disini diartikan sebagai struktur kepengurusan dalam organisasi. Kepengurusan yang sehat tentunya anggota dan arah pergerkannya jelas. Pengurus dalam organisasi sebagai nahkoda yang mengarahkan kemana organisasi akan berlabuh.
(4). Pengakuan dari negara lain, pengakuan dari negara lain bahwa negara tersebut berdaulat dan patut di sebut negara sangatlah penting terkait dengan keamanan dan keutuhan negara itu sendiri. Selain itu, pengakuan dari negara lain juga mempengaruhi hubungan antara dua negara atau lebih. Dalam organisasi pengakuan bahwa organisasi tersebut jelas pergerkannya dan sangat berguna bagi lingkungan merupakan kekuatan penentu langkah berikutnya dalam berorganisasi baik pengakuan dari organisasi lain maupun dari masyarakat.
Berbagai macam organisasi yang ada seharusnya memperhatikan hal-hal tersebut diatas. Salah satunya adalah organisasi pemuda dimana di bebagai wilayah indonesia punya organisasi kepemudaan tersendiri. Di indonesia ada kementrian yang khusus membidangi urusan pemuda dan olahraga yaitu KAMENPORA.di setiap daerahpun punya organisasi kepemudaan baik didesa, kecematan dan lain sebagainya.
 Mengenai organisasi kepemudaan didesa yang sebagian  punya anggaran di desa yaitu karang taruna di desa.organisasi kepemudaaan kecematan juga sebagian  punya anggaran tersendiri di tingkat camat maupun adat. Namun sebuah pertanyaan besar bagi organisasi kemahasiswaan yang tidak punya anggaran yang mampu melakukan pergerkan di berbagai bidang dengan sumber dana dari sumbangan-sumbangan. Beda halnya organisasi kepemudaan yang jelas anggarannya namunnya kegiatanny hanya memilih pengurus setiap tahun. Selain itu tugas dari organisasi kepemudaan adalah melakukan kegiatan-kegiatan sosial dan mewujudkan kesadaran masyarakat dan pemuda akan aturan yang berlaku di wilayah organisasi kepemudaannya baik itu hukum adat, hukum agama, hukum kesusilaan dan hukum negara. Terwujudnya cita-cita organisasi kepemudaan tersebut untuk saat ini sepengetahuan saya belum dan sulit terlaksana. Kondisi masyarakat sekarang ini yang sangat memperhatinkan menyulitkan terwujudnya tujuan organisasi kepemudaan. Sebagai contoh di lingkungan tempat saya tinggal pada saat acara hiburan malam mulai tertanam bibit sawer menyawer artis, ngisap lem, minuman keras,narkoba, pergaulan bebas, bahkan membawa pelacur masuk desa yang jelas melanggar hukum agama, hukum adat, dan hukum kesusilaan. Masalah ini sangat di perlukan pergerkan pemuda untuk menuntasnya. Jangan lah acuh tak acuh terhadap mesalah ini. Tidak berpikirkan bagaimana nasib pemuda masadepan, bagaimana keluarga kita esoknya, bagaimana anak cucu kita. Relakah jika saudara kita, anak kita, pemuda kita terlibat masalah tersebut. Beralasan duit mereka, rumah mereka, hak mereka maka jikabicara hak di dalam hak seseorang ada hak orang lain dan jika mereka menuntut hak mereka maka ada kewajiban yang harus mereka lakukan. Tidak sewajarny dan benar-benar jelas dalam hukum, agama, hukum adat dan hukum kesusilaan sawer menyawer wanita di pertontongkan di publik, di pertontongkan di jalan, dipertontongkan anak-anak. Hal ini lebih parah dari kota-kota besar yang tepatnya memang diakui ada tapu disembunyikan dibandingkan dengan dilingkungan saya tersebut dimana hal itu dipertontongkan dengan jelas dan nyata di publik. Masalah ini seharusnya menjadi perhatian kita semua baik itu orang adat, pemuda, mahasiswa, dan pemerintahan.



Irwan Aditama Nahkoda Baru HIMSAK

Keluarga Besar Himpunan Mahasiswa Sakti Alam Kerinci 

KERINCINEWS.COM, Kongres ke II Himpunan Mahasiswa Sakti Alam Kerinci (HIMSAK) telah rampung digelar, Minggu (18/2).  Hasilnya, Irwan Aditama terpilih menjadi nahkoda HIMSAK periode 2018-2019.

Kongres yang berlangsung di Balai Adat Kota Jambi berjalan demokratis dan terbuka. Dua kandidat yang sejak awal muncul yakni Irwan Aditama dan Tesa Mardian melewati proses pencalonan setelah dinyatakan memenuhi syarat.

Setelah dilakukan pemungutan suara, Irwan Aditama berhasil mengumpul 104 dukungan dan Tesa Mardian berhasil mengumpulkan 54 dukungan dari jumlah anggota yang hadir. Hasil inipun ditetapkan presidium sidang yang dipimpin Yano Saputra, Hanief Hermanto, Mota Eja Moneka yang selanjutnya dituangkan dalam berita acara dan ketetapan Kongres.

Terpilihnya Irwan Aditama sebenarnya sejak awal sudah bisa diprediksi. Karena pria kelahiran Koto Majidin ini memiliki kapasitas yang mumpuni.

Irwan Aditama merupakan Gubernur Fakultas Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jambi (FIB UNJA) periode 2016 - 2017. Ia juga adalah aktivis mahasiswa yang konsen terhadap isu sosial di Provinsi Jambi.

Usai terpilih, pria yang akrab disapa Irwan ini mengucapkan terimakasih atas dukungan mahasiswa Kerinci yang ada di Jambi. Ia berharap agar kepercayaan yang diberikan bisa menajdi amanah yang diembannya satu tahun kedepan.

"Saya mengucapkan terimakasih atas dukungan teman-teman dan para senior. Semoga amanah ini bisa saya emban sesuai dengan AD/ART HIMSAK," katanya.

Sementara itu, Kongres tahun ini juga menerima laporan pertanggungjawaban Presiden HIMSAK periode 2017-2018 yang dipimpin Adlin Hifzi. Ini artinya estafet kepemimpinannya akan diteruskan oleh pengurus berikutnya.

"Saya berharap pengurus periode 2018-2019 bisa melanjutkan visi dan misi perjuangan HIMSAK," harapnya.

Adlin menyadari banyak tugas yang harus diselesaikan pengurus kedepan. Untuk itu dirinya berpesan agar pengurus dan anggota selalu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas untuk menghadapi tantangan yang dihadapi mahasiswa dewasa ini.

"Jadikan HIMSAK sebagai wadah untuk berproses dan mengasah kemampuan diri. Berikan konstribusi agar HIMSAK bisa menjadi organisasi yang bisa menyumbangkan pikiran untuk pembangunan Kerinci dan Provinsi Jambi," pungkasnya. 



Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Tim Malkovic
CEO
David Bell
Creative Designer
Eve Stinger
Sales Manager
Will Peters
Developer

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567

JSON Variables

Random Posts

{getFeatured} $results={5} $label={recent}