We Are Creative Design Agency

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Illum, fuga, consectetur sequi consequuntur nisi placeat ullam maiores perferendis. Quod, nihil reiciendis saepe optio libero minus et beatae ipsam reprehenderit sequi.

Find Out More Purchase Theme

Our Services

Lovely Design

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

Great Concept

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

Development

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

User Friendly

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

Recent Work

Tampilkan postingan dengan label mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mahasiswa. Tampilkan semua postingan

Peduli Antar Sesama, Pemuda GPPK Gelar Aksi Sosial Bagi-Bagi 1000 Takjil Pada Masyarakat

Gerakan Pemuda Peduli Kerinci (GPPK) menggelar aksi sosial 1.000 takjil Gratis, Jumat (15/5/2020) sore di 3 kecamatan kabupaten kerinci.

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Gerakan Pemuda Peduli Kerinci (GPPK) menggelar aksi sosial 1.000 takjil Gratis, Jumat (15/5/2020) sore di 3 kecamatan Kabupaten Kerinci.

Aksi diikuti puluhan Pemuda GPPK . Mandala Ade Putra yang menjabat Ketua GPPK  menuturkan, kegiatan Aksi sosial digelar pihaknya untuk memantu masyarakat berekonomi rendah

"Kali ini kita pilih aksi bagi-bagi takjil". Ujar Mandala.

Lebih lanjut Mandala mengatakan bahwa, aksi kali ini diinisiasi langsung Pengurus (GPPK). Dalam aksi tersebut, sebanyak 1000 takjil dibagikan kepada masyarakat.

"Bagi-bagi takjil berlangsung dalam suasana physical distancing, kami tetap jaga jarak serta mengenakan masker," beber Mandala.

Aksi GPPK Saat Bagi-bagi Takjil

Mandala Ade Putra membeberkan bahwa, sumber dana berasal dari Open Donasi dan sukarela dari anggota. Ia berharap kegiatan tersebut dapat bermanfaat bagi warga yang hendak berbuka puasa.

Menurutnya (Mandala.red), GPPK adalah wadah yang dibentuk untuk Pemuda yang berjiwa sosial tinggi terhadap masyarakat kerinci .

"Yang terlibat dalam kegiatan ini adalah mahasiswa dan pemuda dari Tigo Luhah semurup dan sekitarnya.

Ditempat yang sama, Debi Fradinata selaku Sekjen (GPPK) dalam rilis yang diperoleh mengatakan, kegiatan tersebut digelar dengan maksud membantu masyarakat.

"Bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian Pemuda (GPPK) untuk turun langsung dalam membantu masyarakat kerinci yang sedang menjalankan ibadah puasa khusunya saudara - saudara kita yang memiliki ekonomi lemah," bebernya (Debi.red). (Alpino Derizalmi)



Peduli Antar Sesama, Pemuda GPPK Gelar Aksi Sosial Bagi-Bagi 1000 Takjil Pada Masyarakat

Gerakan Pemuda Peduli Kerinci (GPPK) menggelar aksi sosial 1.000 takjil Gratis, Jumat (15/5/2020) sore di 3 kecamatan kabupaten kerinci.

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Gerakan Pemuda Peduli Kerinci (GPPK) menggelar aksi sosial 1.000 takjil Gratis, Jumat (15/5/2020) sore di 3 kecamatan Kabupaten Kerinci.

Aksi diikuti puluhan Pemuda GPPK . Mandala Ade Putra yang menjabat Ketua GPPK  menuturkan, kegiatan Aksi sosial digelar pihaknya untuk memantu masyarakat berekonomi rendah

"Kali ini kita pilih aksi bagi-bagi takjil". Ujar Mandala.

Lebih lanjut Mandala mengatakan bahwa, aksi kali ini diinisiasi langsung Pengurus (GPPK). Dalam aksi tersebut, sebanyak 1000 takjil dibagikan kepada masyarakat.

"Bagi-bagi takjil berlangsung dalam suasana physical distancing, kami tetap jaga jarak serta mengenakan masker," beber Mandala.

Aksi GPPK Saat Bagi-bagi Takjil

Mandala Ade Putra membeberkan bahwa, sumber dana berasal dari Open Donasi dan sukarela dari anggota. Ia berharap kegiatan tersebut dapat bermanfaat bagi warga yang hendak berbuka puasa.

Menurutnya (Mandala.red), GPPK adalah wadah yang dibentuk untuk Pemuda yang berjiwa sosial tinggi terhadap masyarakat kerinci .

"Yang terlibat dalam kegiatan ini adalah mahasiswa dan pemuda dari Tigo Luhah semurup dan sekitarnya.

Ditempat yang sama, Debi Fradinata selaku Sekjen (GPPK) dalam rilis yang diperoleh mengatakan, kegiatan tersebut digelar dengan maksud membantu masyarakat.

"Bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian Pemuda (GPPK) untuk turun langsung dalam membantu masyarakat kerinci yang sedang menjalankan ibadah puasa khusunya saudara - saudara kita yang memiliki ekonomi lemah," bebernya (Debi.red). (Alpino Derizalmi)



Kekacauan Paradigma Demokrasi


Oleh: Ekten Deaf Pariske 
(Sekjend DEMA IAIN Kerinci Periode 2018-2019) 

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Istilah demokrasi pada dua dasawarsa terakhir, khususnya di berbagai negara berkembang kian populer, baik pada tingkat wacana maupun arus gerakan sosial politik. Sebagai suatu sistem politik, demokrasi telah menempati tingkatan teratas yang diterima oleh banyaknegara karena dianggap mampu mengatur dan menyelesaikan hubungan sosial dan politik, baik yang melibatkan kepentingan antar individu dalam masyarakat, hubungan antar masyarakat, masyarakat dan negara maupun antar negara di dunia.

Sebagai sebuah konsep, demokrasi memiliki makna luas dan mengandung banyak elemen yang kompleks. Demokrasi adalah suatu metode politik, sebuah mekanisme untuk memilih pemimpin politik. Warga negara diberi kesempatan untuk memilih salah satu diantara pemimpin-pemimpin politik yang bersaing meraih suara.

Akar sejarah ide demokrasi, yang sekarang berkembang dengan amat pesat, tidak bisa
dilepaskan dari sejarah gelap Eropa abad pertengahan. Hal itu adalah realitas sejarah yang tidak dapat diingkari. Ketika itu, para cendekiawan Eropa melancarkan seruan pentingnya penentangan terhadap dominasi kaum gerejawan terhadap kehidupan umum. Mereka menyerukan agar peranan agamawan dibatasi hanya di dalam lingkungan gereja. Sementara di luar lingkungan gereja, masyarakat umum yang bukan gerejawan berhak menentukan pandangan, sikap, dan kebijakan mengenai kehidupan, terutama yang berkaitan dengan kehidupan publik.

Tentu saja, cara berpikir dan pandangan seperti itu berdampak sangat luas terhadap sikap dan pandangan tentang kehidupan. Dalam dunia pemikiran, cara berpikir seperti itu, dikenal secara luas sebagai cara berpikir sekularistik (pendangkalan agama). Faktanya demokrasi lahir dari pergulatan antara rasionalitas dan kuasa gereja ketika itu. Maka bentuk pemerintahan sekuler menjadi satu-satunya solusi agar pemerintahan despotik dan otoritarian yang dikuasai kaum gerejawan tidak berlanjut.

Secara umum pandangan bahwa esensi demokrasi adalah kedaulatan rakyat hampir menjadi keyakinan sebagian besar masyarakat manusia sekarang ini. Sedangkan kedaulatan rakyat umumnya dimaknai bahwa sumber kekuasaan pemerintah atau negara adalah rakyat. Dengan kata lain rakyatlah yang menjadi sumber keabsahan kekuasaan negara. Oleh karena itu, tanpa persetujuan rakyat, kekuasaan negara tak memeroleh legitimasi dan legalitas yang meyakinkan.

Atas dasar itu, seharusnya dalam negara yang menganut sistem demokrasi rakyat mendapatkan manfaat dari keberadaan suatu pemerintahan dan negara. Sebab esensi lain dari keberadaan suatu pemerintahan dan negara adalah bahwa mengatur dan mengurus rakyat adalah kewajiban negara. Maka demokrasi merupakan wadah masyarakat atau rakyat untuk memilih seseorang yang akan memimpin dan melayani mereka dalam berbagai kehidupan umum. Konsekuensinya para pimpinan di sebuah negara demokrasi bukan orang yang dibenci oleh rakyatnya, sistem yang dijalankannya bukan yang tidak dikehendaki melainkan yang sejalan dengan arah pemkiran rakyatnya.

Namun dalam praktik realitas demokrasi di manapun di dunia ini ditemukan sejumlah ironi. Bahkan dalam banyak hal sudah jelas bertentangan dengan esensi demokrasi itu sendiri. Yang paling mudah ditemukan dan nyaris menjadi fenomena umum di setiap negara yang menganut sistem demokrasi ialah fenomena menguatnya apa yang disebut tirani.

Dalam sebuah negara yang kekuasaanya dikendalikan penuh oleh tirani sangat berpotensi menjungkirbalikkan tata nilai. Oleh karena itu, dalam sistem pemerintahan yang dikuasai tirani bisa jadi sesuatu yang bertentangan dengan apa yang dikendaki oleh nilai-nilai sosialkemasyarakatan yaitu kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

Oleh sebab itu, dalam sistem demokrasi pula berbagai penyimpangan, seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme, mudah ditemukan bahkan nyaris menjadi asas peri kehidupan di negara demokrasi. Hal itu dikarenakan dalam proses pelaksanaan demokrasi alam kaitan pemilihan pemimpin masih disuguhi berbagai kecurangan yang dilakukan oleh para kandidat atau partai pengusungnya.

Salah satu kecurangan Pemilu adalah politik uang yang memaksa masyarakat untuk memilih peserta Pemilu yang melakukan politik uang tersebut. Setidak-tidaknya ada 2 subjek yang menyebabkan merebaknya praktik politik uang, yaitu peserta pemilu dan masyarakat sebagai pemilih.

Pada umumnya para calon yang pernah mencalonkan diri pada Pemilu sebelumnya lebih ahli dalam politik uang dan dipastikan akan mengulang hal yang sama. Adanya ketidakpercayaan masyarakat terhadap para calon yang justru melahirkan efek negatif bagi para elit dengan cara politik uang sering dijadikan alasan untuk melakukan politik uang. Akibatnya masyarakat pun sangat antusias kepada calon yang banyak memberikan uang dan selanjutnya masyarakat pun merasa “berutang budi” pada calon tersebut. Biasanya peserta Pemilu yang tidak memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat akan lebih mengandalkan politik uang. Akibatnya kasus pembelian suara dengan politik uang selalu saja menyertai dalam setiap pelaksanaan Pilpres, Pilkada, atau Pileg.

Meskipun populer dan dianggap terbaik, demokrasi nyatanya adalah sistem yang sangat mahal. Demokrasi membutuhkan biaya tinggi. Saat memberikan pidato kenegaraan di Gedung MPR/DPR, 16 Agustus beberapa tahun lalu, Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bahkan cemas dan prihatin dengan perkembangan demokrasi yang semakin mahal ini. Meluasnya politik uang, kata SBY, hanya membawa kesengsaraan bagi rakyat dan merusak demokrasi yang dibangun. Praktik politik uang, katanya, pasti diterima oleh pelakunya dikembalikan modal yang telah dikeluarkan.

Demokrasi sejatinya sistem yang cacat sejak lahirnya. Sementara sistem ini juga dicaci-maki di negeri asalnya, Yunani. Aristoteles (348-322 SM) menyebut demokrasi sebagai Mobocracy atau aturan massa. Ia mencerminkan demokrasi sebagai sistem yang bobrok, karena pemerintahan yang dilakukan oleh massa, demokrasi rentan akan anarkhisme.

Menurut Aristoteles bila negara dipegang oleh banyak orang (lewat perwakilan legislatif) akan berbuah petaka. Dalam bukunya “Politik”, Aristoteles menyebut demokrasi sebagai bentuk negara yang buruk. Sesuai dengan pemerintahan yang dilakukan oleh kelompok minoritas di dewan perwakilan yang mewakili kelompok yang akan dengan mudah berubah menjadi pemerintahan anarkhis, menjadi ajang pertarungan konflik kepentingan berbagai kelompok sosial
dan pertarungan elit kekuasaan.

Mungkin di masa kini kita, di abad kecanggihan informasi dan komunikasi yang belum pernah dicapai oleh manusia sebelumnya, demokrasi adalah kata atau istilah yang paling mendominasi perbincangan di berbagai pertemuan. 

Begitu luasnya wacana tentang demokrasi, sehingga istilah ini nyaris menjadi menu perbincangan keseharian manusia.

Di sisi lain, demokrasi seolah-olah telah menjadi standar keberadaban suatu bangsa. Oleh sebab itu, jika suatu bangsa, negara, atau kelompok tertentu, bahkan seorang individu, diberi lebel tidak demokratis akan merasa malu besar. Akibatnya kata “anti demokrasi” telah menjadi alat stigma yang cukup efektif untuk menjatuhkan pamor suatu bangsa, masyarakat, kelompok, atau individu.

Makna demokrasi akan semakin kelabu ketika ia dipraktikkan oleh penguasa yang dalam menjalankan kekuasaannya sekedar untuk menghindari sebutan antidemokrasi pada rezimnya. Demokrasi menjadi lebih kabur esensinya jika penerapannya menggunakan kekuatan dan kekerasan, seperti yang terjadi di Irak dan Afghanistan sekarang ini.

Bagaimana di Indonesia? Apa yang bisa kita harapkan dari demokrasi sekarang ini? Cita-cita demokrasi yang substansial, dalam praktek sehari-hari tampaknya kian lama kian menjauh. Demokrasi kita hanya diterjemahkan seperti sebagai rezim partai. Bahkan dalam kenyataannya meninggalkan rakyat yang seharusnya menjadi pemilik kedaulatan politik. Dan rakyat benar-benar menjadi pelaku yang pasif di sini. Mereka memilih, tapi tak bebas memilih. Yang bisa mereka pilih hanyalah mereka yang sudah dapat dipilih, dan tidak dari setiap mereka sudah mewakili semua aspirasi rakyat. Bagaimana ini mau dibilang sebagai sistem yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat?

Rakyat Indonesia pun terbodohi. Dan mereka yang membodohi telah sukses membuat ribuan rakyat negara ini menjadi bodoh. Atau pembodohan yang terselip dalam sistem demokrasi di negara ini hanyalah sebuah kecelakaan?

Kini rakyat Indonesia menjadi terlanjur cinta pada satu sosok. Satu figur. Tanpa sadar sosok tersebut tidaklah bekerja sendirian. Ia bekerja sebagai sebuah tim. Dan ketika tim tersebut pecah, bisakah sosok tersebut bekerja dengan sama baiknya seperti sebelumnya?

Ah, rumit sekali! 

Kekacauan Paradigma Demokrasi


Oleh: Ekten Deaf Pariske 
(Sekjend DEMA IAIN Kerinci Periode 2018-2019) 

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Istilah demokrasi pada dua dasawarsa terakhir, khususnya di berbagai negara berkembang kian populer, baik pada tingkat wacana maupun arus gerakan sosial politik. Sebagai suatu sistem politik, demokrasi telah menempati tingkatan teratas yang diterima oleh banyaknegara karena dianggap mampu mengatur dan menyelesaikan hubungan sosial dan politik, baik yang melibatkan kepentingan antar individu dalam masyarakat, hubungan antar masyarakat, masyarakat dan negara maupun antar negara di dunia.

Sebagai sebuah konsep, demokrasi memiliki makna luas dan mengandung banyak elemen yang kompleks. Demokrasi adalah suatu metode politik, sebuah mekanisme untuk memilih pemimpin politik. Warga negara diberi kesempatan untuk memilih salah satu diantara pemimpin-pemimpin politik yang bersaing meraih suara.

Akar sejarah ide demokrasi, yang sekarang berkembang dengan amat pesat, tidak bisa
dilepaskan dari sejarah gelap Eropa abad pertengahan. Hal itu adalah realitas sejarah yang tidak dapat diingkari. Ketika itu, para cendekiawan Eropa melancarkan seruan pentingnya penentangan terhadap dominasi kaum gerejawan terhadap kehidupan umum. Mereka menyerukan agar peranan agamawan dibatasi hanya di dalam lingkungan gereja. Sementara di luar lingkungan gereja, masyarakat umum yang bukan gerejawan berhak menentukan pandangan, sikap, dan kebijakan mengenai kehidupan, terutama yang berkaitan dengan kehidupan publik.

Tentu saja, cara berpikir dan pandangan seperti itu berdampak sangat luas terhadap sikap dan pandangan tentang kehidupan. Dalam dunia pemikiran, cara berpikir seperti itu, dikenal secara luas sebagai cara berpikir sekularistik (pendangkalan agama). Faktanya demokrasi lahir dari pergulatan antara rasionalitas dan kuasa gereja ketika itu. Maka bentuk pemerintahan sekuler menjadi satu-satunya solusi agar pemerintahan despotik dan otoritarian yang dikuasai kaum gerejawan tidak berlanjut.

Secara umum pandangan bahwa esensi demokrasi adalah kedaulatan rakyat hampir menjadi keyakinan sebagian besar masyarakat manusia sekarang ini. Sedangkan kedaulatan rakyat umumnya dimaknai bahwa sumber kekuasaan pemerintah atau negara adalah rakyat. Dengan kata lain rakyatlah yang menjadi sumber keabsahan kekuasaan negara. Oleh karena itu, tanpa persetujuan rakyat, kekuasaan negara tak memeroleh legitimasi dan legalitas yang meyakinkan.

Atas dasar itu, seharusnya dalam negara yang menganut sistem demokrasi rakyat mendapatkan manfaat dari keberadaan suatu pemerintahan dan negara. Sebab esensi lain dari keberadaan suatu pemerintahan dan negara adalah bahwa mengatur dan mengurus rakyat adalah kewajiban negara. Maka demokrasi merupakan wadah masyarakat atau rakyat untuk memilih seseorang yang akan memimpin dan melayani mereka dalam berbagai kehidupan umum. Konsekuensinya para pimpinan di sebuah negara demokrasi bukan orang yang dibenci oleh rakyatnya, sistem yang dijalankannya bukan yang tidak dikehendaki melainkan yang sejalan dengan arah pemkiran rakyatnya.

Namun dalam praktik realitas demokrasi di manapun di dunia ini ditemukan sejumlah ironi. Bahkan dalam banyak hal sudah jelas bertentangan dengan esensi demokrasi itu sendiri. Yang paling mudah ditemukan dan nyaris menjadi fenomena umum di setiap negara yang menganut sistem demokrasi ialah fenomena menguatnya apa yang disebut tirani.

Dalam sebuah negara yang kekuasaanya dikendalikan penuh oleh tirani sangat berpotensi menjungkirbalikkan tata nilai. Oleh karena itu, dalam sistem pemerintahan yang dikuasai tirani bisa jadi sesuatu yang bertentangan dengan apa yang dikendaki oleh nilai-nilai sosialkemasyarakatan yaitu kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

Oleh sebab itu, dalam sistem demokrasi pula berbagai penyimpangan, seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme, mudah ditemukan bahkan nyaris menjadi asas peri kehidupan di negara demokrasi. Hal itu dikarenakan dalam proses pelaksanaan demokrasi alam kaitan pemilihan pemimpin masih disuguhi berbagai kecurangan yang dilakukan oleh para kandidat atau partai pengusungnya.

Salah satu kecurangan Pemilu adalah politik uang yang memaksa masyarakat untuk memilih peserta Pemilu yang melakukan politik uang tersebut. Setidak-tidaknya ada 2 subjek yang menyebabkan merebaknya praktik politik uang, yaitu peserta pemilu dan masyarakat sebagai pemilih.

Pada umumnya para calon yang pernah mencalonkan diri pada Pemilu sebelumnya lebih ahli dalam politik uang dan dipastikan akan mengulang hal yang sama. Adanya ketidakpercayaan masyarakat terhadap para calon yang justru melahirkan efek negatif bagi para elit dengan cara politik uang sering dijadikan alasan untuk melakukan politik uang. Akibatnya masyarakat pun sangat antusias kepada calon yang banyak memberikan uang dan selanjutnya masyarakat pun merasa “berutang budi” pada calon tersebut. Biasanya peserta Pemilu yang tidak memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat akan lebih mengandalkan politik uang. Akibatnya kasus pembelian suara dengan politik uang selalu saja menyertai dalam setiap pelaksanaan Pilpres, Pilkada, atau Pileg.

Meskipun populer dan dianggap terbaik, demokrasi nyatanya adalah sistem yang sangat mahal. Demokrasi membutuhkan biaya tinggi. Saat memberikan pidato kenegaraan di Gedung MPR/DPR, 16 Agustus beberapa tahun lalu, Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bahkan cemas dan prihatin dengan perkembangan demokrasi yang semakin mahal ini. Meluasnya politik uang, kata SBY, hanya membawa kesengsaraan bagi rakyat dan merusak demokrasi yang dibangun. Praktik politik uang, katanya, pasti diterima oleh pelakunya dikembalikan modal yang telah dikeluarkan.

Demokrasi sejatinya sistem yang cacat sejak lahirnya. Sementara sistem ini juga dicaci-maki di negeri asalnya, Yunani. Aristoteles (348-322 SM) menyebut demokrasi sebagai Mobocracy atau aturan massa. Ia mencerminkan demokrasi sebagai sistem yang bobrok, karena pemerintahan yang dilakukan oleh massa, demokrasi rentan akan anarkhisme.

Menurut Aristoteles bila negara dipegang oleh banyak orang (lewat perwakilan legislatif) akan berbuah petaka. Dalam bukunya “Politik”, Aristoteles menyebut demokrasi sebagai bentuk negara yang buruk. Sesuai dengan pemerintahan yang dilakukan oleh kelompok minoritas di dewan perwakilan yang mewakili kelompok yang akan dengan mudah berubah menjadi pemerintahan anarkhis, menjadi ajang pertarungan konflik kepentingan berbagai kelompok sosial
dan pertarungan elit kekuasaan.

Mungkin di masa kini kita, di abad kecanggihan informasi dan komunikasi yang belum pernah dicapai oleh manusia sebelumnya, demokrasi adalah kata atau istilah yang paling mendominasi perbincangan di berbagai pertemuan. 

Begitu luasnya wacana tentang demokrasi, sehingga istilah ini nyaris menjadi menu perbincangan keseharian manusia.

Di sisi lain, demokrasi seolah-olah telah menjadi standar keberadaban suatu bangsa. Oleh sebab itu, jika suatu bangsa, negara, atau kelompok tertentu, bahkan seorang individu, diberi lebel tidak demokratis akan merasa malu besar. Akibatnya kata “anti demokrasi” telah menjadi alat stigma yang cukup efektif untuk menjatuhkan pamor suatu bangsa, masyarakat, kelompok, atau individu.

Makna demokrasi akan semakin kelabu ketika ia dipraktikkan oleh penguasa yang dalam menjalankan kekuasaannya sekedar untuk menghindari sebutan antidemokrasi pada rezimnya. Demokrasi menjadi lebih kabur esensinya jika penerapannya menggunakan kekuatan dan kekerasan, seperti yang terjadi di Irak dan Afghanistan sekarang ini.

Bagaimana di Indonesia? Apa yang bisa kita harapkan dari demokrasi sekarang ini? Cita-cita demokrasi yang substansial, dalam praktek sehari-hari tampaknya kian lama kian menjauh. Demokrasi kita hanya diterjemahkan seperti sebagai rezim partai. Bahkan dalam kenyataannya meninggalkan rakyat yang seharusnya menjadi pemilik kedaulatan politik. Dan rakyat benar-benar menjadi pelaku yang pasif di sini. Mereka memilih, tapi tak bebas memilih. Yang bisa mereka pilih hanyalah mereka yang sudah dapat dipilih, dan tidak dari setiap mereka sudah mewakili semua aspirasi rakyat. Bagaimana ini mau dibilang sebagai sistem yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat?

Rakyat Indonesia pun terbodohi. Dan mereka yang membodohi telah sukses membuat ribuan rakyat negara ini menjadi bodoh. Atau pembodohan yang terselip dalam sistem demokrasi di negara ini hanyalah sebuah kecelakaan?

Kini rakyat Indonesia menjadi terlanjur cinta pada satu sosok. Satu figur. Tanpa sadar sosok tersebut tidaklah bekerja sendirian. Ia bekerja sebagai sebuah tim. Dan ketika tim tersebut pecah, bisakah sosok tersebut bekerja dengan sama baiknya seperti sebelumnya?

Ah, rumit sekali! 

Mahasiswa KKN-PPM STIE SAK Posko Sanggaran Agung Jalin Kerja Sama Dengan Koramil


KERINCINEWS.COM, KERINCI - Pada Selasa  (27/11), Mahasiswa STIE SAK yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata-Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (KKN-PPM) di Desa Sanggaran Agung bersama dengan Koramil Danau Kerinci datang meninjau rumah Bapak Surono Warga RT 5 (60) yang akan dijadikan sebagai lokasi pembuatan MCK.

Ketua Pelaksana Kegiatan Sosial Mahasiswa KKN-PPM STIE SAK, Wiedho Echa Pratama ketika diwawancarai mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilakukan berawal dari kepeduliannya bersama rekan-rekannya untuk membantu Bapak Surono agar memiliki MCK sendiri di rumah.

Wiedo juga menjelaskan bahwa kabar tentang bapak surono tersebut juga didengar oleh pihak koramil danau kerinci sehingga dari pihak koramil pun ikut berinisiatif dalam berpartisipasi untuk membantu.

”pada saat pengajian, ada salah satu anggota koramil yang ikut pengajian di RT.5,jadi anggota koramil tersebut juga merespon akan hal ini. Setelah itu, saya mendatangi koramil untuk pembahasan hari pembuatannya.” Tutupnya.


Babinsa koramil Danau Kerinci, juga menyampaikan bahwa kegiata yang digerakkan oleh mahasiswa KKN-PPM STIE SAK Posko Sanggaran Agung adalah sebagai wujud sosial pemuda yang mempunyai semangat membantu masyarakat yang sedang berada dalam ketidakmampuan. Kegiatan yang baik akan mendapatkan pahala yang berlimpah.

”Kegiatan seperti ini semoga menjadi acuan dan pedoman untuk pemuda agar bisa berkontribusi untuk masyarakat sekiranya.” Ujar Babinsa.

Kegiatan Sosial pembangunan MCK tersebut rencananya akan dilaksanakan pada hari selasa dan ditargetkan selesai pembangunannya pada hari senin depan. (*) 



Mahasiswa KKN-PPM STIE SAK Posko Sanggaran Agung Jalin Kerja Sama Dengan Koramil


KERINCINEWS.COM, KERINCI - Pada Selasa  (27/11), Mahasiswa STIE SAK yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata-Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (KKN-PPM) di Desa Sanggaran Agung bersama dengan Koramil Danau Kerinci datang meninjau rumah Bapak Surono Warga RT 5 (60) yang akan dijadikan sebagai lokasi pembuatan MCK.

Ketua Pelaksana Kegiatan Sosial Mahasiswa KKN-PPM STIE SAK, Wiedho Echa Pratama ketika diwawancarai mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilakukan berawal dari kepeduliannya bersama rekan-rekannya untuk membantu Bapak Surono agar memiliki MCK sendiri di rumah.

Wiedo juga menjelaskan bahwa kabar tentang bapak surono tersebut juga didengar oleh pihak koramil danau kerinci sehingga dari pihak koramil pun ikut berinisiatif dalam berpartisipasi untuk membantu.

”pada saat pengajian, ada salah satu anggota koramil yang ikut pengajian di RT.5,jadi anggota koramil tersebut juga merespon akan hal ini. Setelah itu, saya mendatangi koramil untuk pembahasan hari pembuatannya.” Tutupnya.


Babinsa koramil Danau Kerinci, juga menyampaikan bahwa kegiata yang digerakkan oleh mahasiswa KKN-PPM STIE SAK Posko Sanggaran Agung adalah sebagai wujud sosial pemuda yang mempunyai semangat membantu masyarakat yang sedang berada dalam ketidakmampuan. Kegiatan yang baik akan mendapatkan pahala yang berlimpah.

”Kegiatan seperti ini semoga menjadi acuan dan pedoman untuk pemuda agar bisa berkontribusi untuk masyarakat sekiranya.” Ujar Babinsa.

Kegiatan Sosial pembangunan MCK tersebut rencananya akan dilaksanakan pada hari selasa dan ditargetkan selesai pembangunannya pada hari senin depan. (*) 



Kepung Rektorat, Mahasiswa Keluhkan Fasilitas Kampus IAIN Kerinci


KERINCINEWS.COM, KERINCI - Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli IAIN Kerinci gelar aksi kepung Rektorat IAIN Kerinci, Rabu (7/11).

Mereka mulai berorasi di setiap gedung mahasiswa seraya membagikan tuntutan dalam bentuk teks selebaran kepada mahasiswa untuk menghimbau seluruh mahasiswa merapatkan barisan dan menuntut kesejahteraan, alhamdulillah hal itu mampu mengetuk hati mahasiswa dan bergegas masuk dalam barisan dan bergabung. Lalu dilanjutkan berorasi di depan gedung rektor dengan menyampaikan 7 tuntutan.

Korlap aksi Weli Kurnia Parbo mahasiswa Fakultas Fuad IAIN Kerinci menjelaskan bahwa tuntutan mereka adalah bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kampus.

"Kita melaksanakan aksi merupakan wujud dari kepedulian terhadap kampus tercinta, yang dimana IAIN dikenal sebagai kampus terbesar di Kerinci-Sungai Penuh. Namun sanagat disayangkan dengan minimnya fasilitas kampus yang dapat dinikmati oleh mahasiswanya sendiri." Tegas Weli.

Setelah berorasi di depan Rektorat, massa aksi disambut ramah oleh Rektor dan pihak kampus IAIN Kerinci dengan mempersilahkan seluruh massa aksi untuk masuk ke ruangan pertemuan.

Sammy Ahmad Amin dan kawan-kawan menyampaikan semua tuntutannya serta memberi ultimatum kepada pihak kampus untuk segera menangani secepatnya.

"Jika tuntutan kita tidak segera tindak lanjuti, maka kita akan gelar aksi dengan membawa massa dalam jumlah lebih besar." Ujarnya.

Selanjutnya disambung oleh Yoan Adrian Govinda mahasiswa Tarbiyah menyatakan bahwa bentuk kepedulian dari bapak Rektor itu memang rendah, buktinya foto Gubernur Jambi Zumi Zola masih terpampang indah di dalam ruangan, bagaimana ingin melihat lingkungan luas IAIN Kerinci sedangkan di dalam ruangan saja tak di perhatikan.

"Kepedulian Rektor IAIN Kerinci sangat rendah sekali. Buktinya saja Foto Gubernur Jambi tidak diganti, padahal Zumi Zola sudah jelas tidak lagi menjadi Gubernur. Bagaimana pihak kampus akan peduli dengan fasilitas lingkungan kampus, jika fasilitas di ruangan Rektor saja belum bisa diperhatikan." Ungkap Yoan.

Setelah mahasiswa menyampaikan tuntutannya, pihak kampus menanda tangani ultimatum yang di sepakati semua massa aksi. Massa aksi dengan tertib membubarkan diri.

Berikut hasil mediasi tuntutan massa aksi serta telah disepakati oleh Rektor IAIN Kerinci:




Kepung Rektorat, Mahasiswa Keluhkan Fasilitas Kampus IAIN Kerinci


KERINCINEWS.COM, KERINCI - Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli IAIN Kerinci gelar aksi kepung Rektorat IAIN Kerinci, Rabu (7/11).

Mereka mulai berorasi di setiap gedung mahasiswa seraya membagikan tuntutan dalam bentuk teks selebaran kepada mahasiswa untuk menghimbau seluruh mahasiswa merapatkan barisan dan menuntut kesejahteraan, alhamdulillah hal itu mampu mengetuk hati mahasiswa dan bergegas masuk dalam barisan dan bergabung. Lalu dilanjutkan berorasi di depan gedung rektor dengan menyampaikan 7 tuntutan.

Korlap aksi Weli Kurnia Parbo mahasiswa Fakultas Fuad IAIN Kerinci menjelaskan bahwa tuntutan mereka adalah bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kampus.

"Kita melaksanakan aksi merupakan wujud dari kepedulian terhadap kampus tercinta, yang dimana IAIN dikenal sebagai kampus terbesar di Kerinci-Sungai Penuh. Namun sanagat disayangkan dengan minimnya fasilitas kampus yang dapat dinikmati oleh mahasiswanya sendiri." Tegas Weli.

Setelah berorasi di depan Rektorat, massa aksi disambut ramah oleh Rektor dan pihak kampus IAIN Kerinci dengan mempersilahkan seluruh massa aksi untuk masuk ke ruangan pertemuan.

Sammy Ahmad Amin dan kawan-kawan menyampaikan semua tuntutannya serta memberi ultimatum kepada pihak kampus untuk segera menangani secepatnya.

"Jika tuntutan kita tidak segera tindak lanjuti, maka kita akan gelar aksi dengan membawa massa dalam jumlah lebih besar." Ujarnya.

Selanjutnya disambung oleh Yoan Adrian Govinda mahasiswa Tarbiyah menyatakan bahwa bentuk kepedulian dari bapak Rektor itu memang rendah, buktinya foto Gubernur Jambi Zumi Zola masih terpampang indah di dalam ruangan, bagaimana ingin melihat lingkungan luas IAIN Kerinci sedangkan di dalam ruangan saja tak di perhatikan.

"Kepedulian Rektor IAIN Kerinci sangat rendah sekali. Buktinya saja Foto Gubernur Jambi tidak diganti, padahal Zumi Zola sudah jelas tidak lagi menjadi Gubernur. Bagaimana pihak kampus akan peduli dengan fasilitas lingkungan kampus, jika fasilitas di ruangan Rektor saja belum bisa diperhatikan." Ungkap Yoan.

Setelah mahasiswa menyampaikan tuntutannya, pihak kampus menanda tangani ultimatum yang di sepakati semua massa aksi. Massa aksi dengan tertib membubarkan diri.

Berikut hasil mediasi tuntutan massa aksi serta telah disepakati oleh Rektor IAIN Kerinci:




Trauma Berat Anak-Anak di Pentagen, HMI Cabang Kerinci Adakan Kegiatan HMI Camp


KERINCINEWS.COM, KERINCI - Setelah melaksanakan aksi solidaritas yang dilaksanakan dihari Jumat (3/8). Keesokan harinya tepat pada hari sabtu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kerinci mangantarkan bantuan yang terkumpul pada aksi solidaritas ke masyarakat Pendung Talang Genting (Pentagen) berupa kebutuhan rumah tangga, perlengkapan shalat, makanan ringan dan mainan untuk anak-anak.

Yunaldi Ketua Umum HMI cabang Kerinci mengatakan, "semoga sedikit bantuan ini dapat membantu masyarakat Pentagen, serta untuk beberapa hari kedepan kita dari keluarga besar HMI Cabang Kerinci akan melaksanakan HMI Camp di Pentagen."

"Kegiatan HMI Camp yang akan dilaksanakan dalam beberapa hari mendatang bertujuan untuk memgembalikan trauma berat terhadap anak-anak yang masih banyak enggan untuk pulang kerumah maupun sekolah akibat dari kejadian yang menimpa desa Pendung Talang Genting." Ungkap Yunaldi.


Semoga kegiatan HMI Camp ini dapat sedikit membantu trauma berat bagi anak-anak di desa Pentagen. Harapnya

Kegiatan HMI Camp yang dilakukan oleh HMI Cabang Kerinci disambut positif oleh elemen masyarakat Pendung Talang Genting.

Usman koordinator posko Pentagen mengatakan bahwa anak-anak di desa Pentagen mengalami trauma berat, yang dimana masih banyak anak yang belum berani untuk pulang kerumahnya masing-masing.

Kami sangat mensupport dengan adanya kegiatan adik-adik dari HMI yang dilakukan didesa kami, dan kita siap berkerjasama dengan HMI Cabang Kerinci. Tegas Usman. (*) 



Trauma Berat Anak-Anak di Pentagen, HMI Cabang Kerinci Adakan Kegiatan HMI Camp


KERINCINEWS.COM, KERINCI - Setelah melaksanakan aksi solidaritas yang dilaksanakan dihari Jumat (3/8). Keesokan harinya tepat pada hari sabtu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kerinci mangantarkan bantuan yang terkumpul pada aksi solidaritas ke masyarakat Pendung Talang Genting (Pentagen) berupa kebutuhan rumah tangga, perlengkapan shalat, makanan ringan dan mainan untuk anak-anak.

Yunaldi Ketua Umum HMI cabang Kerinci mengatakan, "semoga sedikit bantuan ini dapat membantu masyarakat Pentagen, serta untuk beberapa hari kedepan kita dari keluarga besar HMI Cabang Kerinci akan melaksanakan HMI Camp di Pentagen."

"Kegiatan HMI Camp yang akan dilaksanakan dalam beberapa hari mendatang bertujuan untuk memgembalikan trauma berat terhadap anak-anak yang masih banyak enggan untuk pulang kerumah maupun sekolah akibat dari kejadian yang menimpa desa Pendung Talang Genting." Ungkap Yunaldi.


Semoga kegiatan HMI Camp ini dapat sedikit membantu trauma berat bagi anak-anak di desa Pentagen. Harapnya

Kegiatan HMI Camp yang dilakukan oleh HMI Cabang Kerinci disambut positif oleh elemen masyarakat Pendung Talang Genting.

Usman koordinator posko Pentagen mengatakan bahwa anak-anak di desa Pentagen mengalami trauma berat, yang dimana masih banyak anak yang belum berani untuk pulang kerumahnya masing-masing.

Kami sangat mensupport dengan adanya kegiatan adik-adik dari HMI yang dilakukan didesa kami, dan kita siap berkerjasama dengan HMI Cabang Kerinci. Tegas Usman. (*) 



Aktivis : Hidup Segan Mati Tak Mau


Oleh : Yoanda
(Kabid PTKP HMI KOMISARIAT STIE SAK-STIA NUSA)

KERINCINEWS.COM, Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata aktivis memiliki dua arti. Pertama, aktivis adalah orang yang bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atau berbagai kegiatan dalam organisasinya. Kedua, aktivis adalah seseorang yang menggerakkan.

Berbicara tentang aktivis, bukanlah sesuatu yang baru dan terdengar asing dalam kehidupan masyarakat. Aktivis telah menjadi bagian dari sejarah dalam membawa perubahan pada system kekuasaan dan pemerintahan di negeri ini. Salah satu aksi luar biasa yang pernah dilakukan oleh kelompok aktivis dalam catatan sejarah Indonesia ketika mereka menggulingkan rezim pemerintahan masa Orde Baru yang banyak terjadi penyimpangan dan tidak memihak pada rakyat.

Sebagai masyarakat Indonesia, tentunya kita patut berterima kasih dan mengapresiasi sikap kritis dan mental pemberani mereka dalam memperjuangkan hak rakyat.

Meski berada dalam situasi bahaya dan mengancam jiwa mereka pada waktu itu, tetapi para aktivis muda itu tak pernah merasa gentar dalam melawan pemerintah.Aktivis perempuan misalnya, mereka dikenal dengan visi dan misinya dalam menyuarakan kesetaraan gender serta memperjuangkan hak-hak perempuan yang sering menjadi korban diskrimasi yang belakangan ini terjadi hampir di seluruh pelosok negeri. Aktivis HAM dikenal sebagai orang-orang yang bergerak dalam masalah hak asasi manusia.  Baru-baru ini juga muncul aktivis LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender), yang berusaha memperjuangkan keinginan kaum lesbi dan homo agar diperbolehkan menikah dengan sesama jenis. Dan masih banyak aktivis di bidang lain yang membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat.

Bahkan menjadi mahasiswa aktivis akademisi memang menjadi idaman dari semua mahasiswa. Dan itu tidak dilarang. Maksudnya apa? Bahwa menjadi mahasiswa idaman adalah cita-cita yang harus ditanamkan oleh semua mahasiswa, karena ia nanti tidak hidup di satu lingkungan saja, tetapi mereka akan hidup di banyak lingkungan, yang tidak sama persis di bangku perkuliahan.

Mereka akan menghadapi lingkungan yang berbeda sekali dengan bangku perkuliahan. Untuk itu, di organisasi dilatih untuk mengenal lingkungan yang sebenarnya untuk menjadi pengontrol sosial dan dinamika di masayarakat. Membangun idealisme akan memunculkan semangat untuk mencapai harapan. Berbagai macam strategi pasti digunakan. Pantang menyerah ketika melihat permasalahan, hambatan dan rintangan. Dengan idealisme mahasiwa mampu memompa semangat tak kenal menyerah hingga menjadi dirinya sebagai aktivis sejati.

Namun pada zaman sekarang seringkali ditemukan para aktivis kampus yang kesehariannya hanya bisa mengungkapkan keluh kesah hanya berkoar-koar sebatas di sosial media bahkan memposting kata-kata bijak yg tidak tau arahnya kemana, sekedar mencari sensasi atau ingin dipuji para awak media tanpa ada aksi nyata.

Dan efek dari fakumnya organisasi mahasiswa seperti HMI, PMII, IMM, KAMMI dan organisasi mahasiswa lainnya mengakibatkan kurangnya kritikan terhadap kasus-kasus yang terjadi di kalangan setempat, bahkan organisasi yang di sebutkan di atas tadi seakan-akan bersifat netral menanggapi permasalahan yang sedang terjadi sekarang ini, dalam artian kurangnya rasa ingin menyuarakan aspirasi rakyat atas kelakuan oknum yang tidak bertanggung jawab dan telah merugikan masyarakat kecil yang di anggap sebagai beban anggaran negri, mungkin keinginan mencari solusi aman telah menghampiri aktivis sekarang ini. Bodoh sekali!

Dan mirisnya hanya bisa mengomentari dan menyalahi keadaan pejabat-pejabat tinggi tanpa mengetahui penyebab yg terjadi, bahkan malah sering di intervensi oleh pihak yang tidak tau diri. Banyak aktivis abal-abalan yang tampil di depan publik karena ingin dikenal oleh banyak orang, melakukan demonstrasi sana sini.

Kemana saja mereka pergi, selalu mengenakan baju aktivis sehingga bisa memperlihatkan kepada semua orang kalau mereka adalah seorang aktivis. Lebih miris lagi, ketika berdiri di depan mereka berkoar-koar dengan suara lantang, seolah-olah mereka adalah pemberontak dalam menuntut keadilan rakyat. Tetapi ketika berhadapan dengan penguasa, mereka bungkam setelah ditawarkan sedikit uang, miris sekali. Saking aktifnya, selalu ada di berbagai acara di kampus. Bukan apa- apa mereka memang diundang untuk datang, maklum orang terkenal dan memang untuk meningkatkan relasi organisasi. Sehingga banyak orang kenal degan aktivis, tapi aktivis gak kenal dengan orang yang mengenalnya, hehehehe lucu ya!!! Seperti Presiden yang di kenal banyak orang tapi Presiden ngga kenal rakyat.

Oleh sebab itu mari kita sadarkan aktivis yang selama ini yang memang tujuan dan keinginannya semata-mata hanya untuk memperjuangkan hak-hak rakyat kecil yang ingin merdeka tanpa henti untuk bisa kembali aktif menyuarakan kepentingan masyarakat sejati.

Negeri bukan butuh aktivis yang sok pro mengontrol dinamika yang terjadi , negeri ini hanya butuh aktivis yang benar-benar memperjuangkan hak masyarakat sejati tanpa ada eksploitasi di segala lini.

Mengertilah wahai para aktivis sejati, sadarlah semua yang terjadi hanya bersifat sementara bukan selamanya terjadi.

Ingat kalau bukan seorang aktivis yang mengubah negeri ini siapa lagi?

Bangkitlah aktivis sejati!

Aktivis : Hidup Segan Mati Tak Mau


Oleh : Yoanda
(Kabid PTKP HMI KOMISARIAT STIE SAK-STIA NUSA)

KERINCINEWS.COM, Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata aktivis memiliki dua arti. Pertama, aktivis adalah orang yang bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atau berbagai kegiatan dalam organisasinya. Kedua, aktivis adalah seseorang yang menggerakkan.

Berbicara tentang aktivis, bukanlah sesuatu yang baru dan terdengar asing dalam kehidupan masyarakat. Aktivis telah menjadi bagian dari sejarah dalam membawa perubahan pada system kekuasaan dan pemerintahan di negeri ini. Salah satu aksi luar biasa yang pernah dilakukan oleh kelompok aktivis dalam catatan sejarah Indonesia ketika mereka menggulingkan rezim pemerintahan masa Orde Baru yang banyak terjadi penyimpangan dan tidak memihak pada rakyat.

Sebagai masyarakat Indonesia, tentunya kita patut berterima kasih dan mengapresiasi sikap kritis dan mental pemberani mereka dalam memperjuangkan hak rakyat.

Meski berada dalam situasi bahaya dan mengancam jiwa mereka pada waktu itu, tetapi para aktivis muda itu tak pernah merasa gentar dalam melawan pemerintah.Aktivis perempuan misalnya, mereka dikenal dengan visi dan misinya dalam menyuarakan kesetaraan gender serta memperjuangkan hak-hak perempuan yang sering menjadi korban diskrimasi yang belakangan ini terjadi hampir di seluruh pelosok negeri. Aktivis HAM dikenal sebagai orang-orang yang bergerak dalam masalah hak asasi manusia.  Baru-baru ini juga muncul aktivis LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender), yang berusaha memperjuangkan keinginan kaum lesbi dan homo agar diperbolehkan menikah dengan sesama jenis. Dan masih banyak aktivis di bidang lain yang membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat.

Bahkan menjadi mahasiswa aktivis akademisi memang menjadi idaman dari semua mahasiswa. Dan itu tidak dilarang. Maksudnya apa? Bahwa menjadi mahasiswa idaman adalah cita-cita yang harus ditanamkan oleh semua mahasiswa, karena ia nanti tidak hidup di satu lingkungan saja, tetapi mereka akan hidup di banyak lingkungan, yang tidak sama persis di bangku perkuliahan.

Mereka akan menghadapi lingkungan yang berbeda sekali dengan bangku perkuliahan. Untuk itu, di organisasi dilatih untuk mengenal lingkungan yang sebenarnya untuk menjadi pengontrol sosial dan dinamika di masayarakat. Membangun idealisme akan memunculkan semangat untuk mencapai harapan. Berbagai macam strategi pasti digunakan. Pantang menyerah ketika melihat permasalahan, hambatan dan rintangan. Dengan idealisme mahasiwa mampu memompa semangat tak kenal menyerah hingga menjadi dirinya sebagai aktivis sejati.

Namun pada zaman sekarang seringkali ditemukan para aktivis kampus yang kesehariannya hanya bisa mengungkapkan keluh kesah hanya berkoar-koar sebatas di sosial media bahkan memposting kata-kata bijak yg tidak tau arahnya kemana, sekedar mencari sensasi atau ingin dipuji para awak media tanpa ada aksi nyata.

Dan efek dari fakumnya organisasi mahasiswa seperti HMI, PMII, IMM, KAMMI dan organisasi mahasiswa lainnya mengakibatkan kurangnya kritikan terhadap kasus-kasus yang terjadi di kalangan setempat, bahkan organisasi yang di sebutkan di atas tadi seakan-akan bersifat netral menanggapi permasalahan yang sedang terjadi sekarang ini, dalam artian kurangnya rasa ingin menyuarakan aspirasi rakyat atas kelakuan oknum yang tidak bertanggung jawab dan telah merugikan masyarakat kecil yang di anggap sebagai beban anggaran negri, mungkin keinginan mencari solusi aman telah menghampiri aktivis sekarang ini. Bodoh sekali!

Dan mirisnya hanya bisa mengomentari dan menyalahi keadaan pejabat-pejabat tinggi tanpa mengetahui penyebab yg terjadi, bahkan malah sering di intervensi oleh pihak yang tidak tau diri. Banyak aktivis abal-abalan yang tampil di depan publik karena ingin dikenal oleh banyak orang, melakukan demonstrasi sana sini.

Kemana saja mereka pergi, selalu mengenakan baju aktivis sehingga bisa memperlihatkan kepada semua orang kalau mereka adalah seorang aktivis. Lebih miris lagi, ketika berdiri di depan mereka berkoar-koar dengan suara lantang, seolah-olah mereka adalah pemberontak dalam menuntut keadilan rakyat. Tetapi ketika berhadapan dengan penguasa, mereka bungkam setelah ditawarkan sedikit uang, miris sekali. Saking aktifnya, selalu ada di berbagai acara di kampus. Bukan apa- apa mereka memang diundang untuk datang, maklum orang terkenal dan memang untuk meningkatkan relasi organisasi. Sehingga banyak orang kenal degan aktivis, tapi aktivis gak kenal dengan orang yang mengenalnya, hehehehe lucu ya!!! Seperti Presiden yang di kenal banyak orang tapi Presiden ngga kenal rakyat.

Oleh sebab itu mari kita sadarkan aktivis yang selama ini yang memang tujuan dan keinginannya semata-mata hanya untuk memperjuangkan hak-hak rakyat kecil yang ingin merdeka tanpa henti untuk bisa kembali aktif menyuarakan kepentingan masyarakat sejati.

Negeri bukan butuh aktivis yang sok pro mengontrol dinamika yang terjadi , negeri ini hanya butuh aktivis yang benar-benar memperjuangkan hak masyarakat sejati tanpa ada eksploitasi di segala lini.

Mengertilah wahai para aktivis sejati, sadarlah semua yang terjadi hanya bersifat sementara bukan selamanya terjadi.

Ingat kalau bukan seorang aktivis yang mengubah negeri ini siapa lagi?

Bangkitlah aktivis sejati!

HMJ Tadris Matematika Gelar Aksi Solidaritas Untuk Masyarakat Pentagen


KERINCINEWS.COM, KERINCI - Mahasiswa IAIN Kerinci Jurusan Tadris Matematika gelar penggalanan dana untuk membantu meringankan beban korban kebakaran di Pentagen (Pendung Talang Genting), Kecamatan Danau kerinci Kabupaten Kerinci. Kamis (2/8/2018).

Kegiatan ini dilakukan di beberapa titik di Kota Sungai Penuh , seperti toko-toko, pasar tradisional dan disekitar lapangan merdeka Sungai Penuh.

Dela Kristia Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tadris Matematika IAIN Kerinci mengatakan, penggalangan dana dilakukan untuk membantu saudara-saudara yang terkena musibah kebakaran di Pendung Talang Genting.

“Kami keluarga besar Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tadris Matematika IAIN Kerinci merasa harus turut andil untuk membantu saudara-saudara yang ada di Pentagen”, ujar Dela.

Dalam penggalangan dana ini HMJ Tadris Matematika mengerahkan sekitar 20 personel yang disebar ke masing-masing lokasi yang ditentukan. Dana yang terkumpul, selanjutnya akan dibelikan kebutuhan bahan pangan sesuai kebutuhan masyarakat.

Bahan pangan tersebut direncanakan akan disalurkan esok hari  3 Agustus 2018 kepada para korban bencana kebakaran di Pentagen, mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, dapat mengetuk hati para dermawan yang masih peduli sesama terhadap warga yang terkena musibah kebakaran. Dengan demikian,   dapat meringankan sedikit beban dari para korbanbencana ini”, harap Dela


HMJ Tadris Matematika Gelar Aksi Solidaritas Untuk Masyarakat Pentagen


KERINCINEWS.COM, KERINCI - Mahasiswa IAIN Kerinci Jurusan Tadris Matematika gelar penggalanan dana untuk membantu meringankan beban korban kebakaran di Pentagen (Pendung Talang Genting), Kecamatan Danau kerinci Kabupaten Kerinci. Kamis (2/8/2018).

Kegiatan ini dilakukan di beberapa titik di Kota Sungai Penuh , seperti toko-toko, pasar tradisional dan disekitar lapangan merdeka Sungai Penuh.

Dela Kristia Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tadris Matematika IAIN Kerinci mengatakan, penggalangan dana dilakukan untuk membantu saudara-saudara yang terkena musibah kebakaran di Pendung Talang Genting.

“Kami keluarga besar Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tadris Matematika IAIN Kerinci merasa harus turut andil untuk membantu saudara-saudara yang ada di Pentagen”, ujar Dela.

Dalam penggalangan dana ini HMJ Tadris Matematika mengerahkan sekitar 20 personel yang disebar ke masing-masing lokasi yang ditentukan. Dana yang terkumpul, selanjutnya akan dibelikan kebutuhan bahan pangan sesuai kebutuhan masyarakat.

Bahan pangan tersebut direncanakan akan disalurkan esok hari  3 Agustus 2018 kepada para korban bencana kebakaran di Pentagen, mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, dapat mengetuk hati para dermawan yang masih peduli sesama terhadap warga yang terkena musibah kebakaran. Dengan demikian,   dapat meringankan sedikit beban dari para korbanbencana ini”, harap Dela


Mahasiswa Bersinergi


Oleh: Yoanda 
(Kabid PTKP HMI Komisariat STIE SAK-STIA NUSA) 

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Parlemen lapangan kok di mentori? Sebagian konseptor sudah menguasai segala lini, bahkan dunia kemahasiswaan sedang dilanda bencana yang begitu mempengaruhi dunia politisi maupun di dunia akademisi sudah terancam krisis eksekusi mati! Bahkan banyak masyarakat kontra akan dunia politisi, bersih keras untuk mempelopori sejumlah partai politik yang tidak diakui eksentensi.

Maka dari itu mahasiswa sebagai sosial kontrol di dunia yang nyata ini sudah tidak berfungsi di lingkungan yang di tempati.

Berkembangnya isu negatif di kalangan pemuda, anak usia dini bahkan para kaum ulama semakin menjadi, semua itu akan merusak generasi penerus bangsa ini.

Untuk itu mari segenap parlemen lapangan untuk berani mengambil sikap inisiatif sendiri guna untuk mengawal para tikus-tikus berdasi yang di tunggangi oleh mentor yang tidak mau di publikasi.

Ayo segenap pemuda khususnya Sungai Penuh - Kerinci untuk mengawali langkah ini, maka dari pada itu sangat dibutuhkan energi yang bergejolak tinggi demi kepentingan masyarakat sejati!

Jangan hanya menjadi mahasiswa yang mencari sensasi di dunia demokrasi tanpa memberikan bukti untuk masyarakat kedepan nanti!

Mulai hari ini, besok lusa, sampai akhir nanti tetaplah menjadi seorang mahasiswa yang sadar akan peran dan fungsinya sebagai pengontrol dinamika lingkungan yang sudah basi ini!

Yakinkan dengan Iman
Usahakan dengan Ilmu
Sampaikan dengan Amal.

Yakin Usaha Sampai.



Mahasiswa Bersinergi


Oleh: Yoanda 
(Kabid PTKP HMI Komisariat STIE SAK-STIA NUSA) 

KERINCINEWS.COM, KERINCI - Parlemen lapangan kok di mentori? Sebagian konseptor sudah menguasai segala lini, bahkan dunia kemahasiswaan sedang dilanda bencana yang begitu mempengaruhi dunia politisi maupun di dunia akademisi sudah terancam krisis eksekusi mati! Bahkan banyak masyarakat kontra akan dunia politisi, bersih keras untuk mempelopori sejumlah partai politik yang tidak diakui eksentensi.

Maka dari itu mahasiswa sebagai sosial kontrol di dunia yang nyata ini sudah tidak berfungsi di lingkungan yang di tempati.

Berkembangnya isu negatif di kalangan pemuda, anak usia dini bahkan para kaum ulama semakin menjadi, semua itu akan merusak generasi penerus bangsa ini.

Untuk itu mari segenap parlemen lapangan untuk berani mengambil sikap inisiatif sendiri guna untuk mengawal para tikus-tikus berdasi yang di tunggangi oleh mentor yang tidak mau di publikasi.

Ayo segenap pemuda khususnya Sungai Penuh - Kerinci untuk mengawali langkah ini, maka dari pada itu sangat dibutuhkan energi yang bergejolak tinggi demi kepentingan masyarakat sejati!

Jangan hanya menjadi mahasiswa yang mencari sensasi di dunia demokrasi tanpa memberikan bukti untuk masyarakat kedepan nanti!

Mulai hari ini, besok lusa, sampai akhir nanti tetaplah menjadi seorang mahasiswa yang sadar akan peran dan fungsinya sebagai pengontrol dinamika lingkungan yang sudah basi ini!

Yakinkan dengan Iman
Usahakan dengan Ilmu
Sampaikan dengan Amal.

Yakin Usaha Sampai.



Rangga Helmi : Kabupaten Kerinci Buktikan Mampu Keluar Dari 10 Besar Daerah Rawan Konflik PILKADA


KERINCINEWS.COM, KERINCI - Perhelatan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA)  Kabupaten Kerinci Tahun 2018 telah usai. Hasil perhitungan cepat (quick count) sementara ini di menangkan oleh pasangan nomor Adi Rozal-Ami Taher.

Adi Rozal sebagai Petahana mampu mempertahankan tahta dengan hasil perolehan suara sementara 55.684 pasangan Zainal-Arsal Apri  49.664 Monadi-Edison 42.390

Pasca Pilkada ketiga pasangan calon telah bertemu dan bertatap muka dan didampingi oleh Kapolda Jambi Brigjen. Pol. Muclish dengan tujuan menunjukkan bahwa Masyarakat Kabupaten Kerinci mampu Berdemokrasi dengan Baik, Sportifitas yang di tunjukkan oleh ketiga pasangan calon ini mampu membawa Kabupaten Kerinci keluar dari 10 besar daerah yang rawan terjadinya konflik Pilkada.

Aktivis HMI Cabang Kerinci Rangga Helmi mengatakan, "meski dikategorikan rawan konflik Pilkada, namun hingga saat ini situasi di Kerinci setelah pemilihan masih tergolong aman dan kondusif."

Dengan kondisi yang kondusif, aman serta damai sekarang ini, diharapkan jangan sampai ada yang menimbulkan gejolak yang bisa memunculkan konflik di tengah-tengah masyarakat. Saat ini mari kita bersama-sama menjaga kekondusifan dan kita buktikan bahwa Kabupaten Kerinci jauh dari rawan konflik saat perhelatan pesta demokrasi. Ujar Rangga Helmi aktivis HMI Cabang Kerinci. (*) 


Rangga Helmi : Kabupaten Kerinci Buktikan Mampu Keluar Dari 10 Besar Daerah Rawan Konflik PILKADA


KERINCINEWS.COM, KERINCI - Perhelatan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA)  Kabupaten Kerinci Tahun 2018 telah usai. Hasil perhitungan cepat (quick count) sementara ini di menangkan oleh pasangan nomor Adi Rozal-Ami Taher.

Adi Rozal sebagai Petahana mampu mempertahankan tahta dengan hasil perolehan suara sementara 55.684 pasangan Zainal-Arsal Apri  49.664 Monadi-Edison 42.390

Pasca Pilkada ketiga pasangan calon telah bertemu dan bertatap muka dan didampingi oleh Kapolda Jambi Brigjen. Pol. Muclish dengan tujuan menunjukkan bahwa Masyarakat Kabupaten Kerinci mampu Berdemokrasi dengan Baik, Sportifitas yang di tunjukkan oleh ketiga pasangan calon ini mampu membawa Kabupaten Kerinci keluar dari 10 besar daerah yang rawan terjadinya konflik Pilkada.

Aktivis HMI Cabang Kerinci Rangga Helmi mengatakan, "meski dikategorikan rawan konflik Pilkada, namun hingga saat ini situasi di Kerinci setelah pemilihan masih tergolong aman dan kondusif."

Dengan kondisi yang kondusif, aman serta damai sekarang ini, diharapkan jangan sampai ada yang menimbulkan gejolak yang bisa memunculkan konflik di tengah-tengah masyarakat. Saat ini mari kita bersama-sama menjaga kekondusifan dan kita buktikan bahwa Kabupaten Kerinci jauh dari rawan konflik saat perhelatan pesta demokrasi. Ujar Rangga Helmi aktivis HMI Cabang Kerinci. (*) 


IKAMARU-PADANG GELAR IKAMARU SILENT EFFECT PENTAS BUDAYA ADAT


KERINCINEWS.COM, KERINCI - Ikatan Mahasiswa Koto Baru-Padang (IKAMARU-P) menyelenggarakan IKAMARU-P Silent Effect Pentas  Budaya Adat Sembilan Luhah  Koto Baru dengan tema Angi Iloa Lah Dapiak, Angi Patoah Lah Tumbuaoh yang bertempat di  Gedung Serbaguna Kec. Koto Baru, Senin hingga Rabu (18-20/6/2018).

Kegiatan ini dibuka langsung  oleh  Camat Koto Baru  Desrizal, S.Pd., MM dan ditutup oleh Ketua DPD  KNPI Sungai Penuh Fikar Azami, SH., MH dan diikuti oleh  lebih kurang 70 orang peserta lomba dari setiap desa se-Kecamatan Koto Baru. Kegiatan IKAMARU-P Silent Effect merupakan estafet dari acara yang diadakan pertama kalinya pada tahun 2017. Kegiatan tersebut dimeriahkan dengan perlombaan Parno Adat, Lomba Rangguk, dan Pemilihan Bujang Gadis dengan tujuan untuk melestarikan adat dan budaya lokal agar tidak punah di tengah maraknya budaya asing.

Ketua DPD KNPI Sungai Penuh, Fikar Azami, SH., MH menyampaikan bahwa kegiatan yang diadakan oleh IKAMARU-P Silent Effect  Pentas Budaya Adat Sembilan Luhah Koto Baru pantas diapresiasi setinggi-tingginya, karena kegiatan ini mampu mempertahankan nilai-nilai budaya di tengah kemajuan zaman. Selain itu, kegiatan ini tentunya mampu menjaga dan meningkatkan silahturahmi antar sesama.

“Seni dan budaya tradisional asli daerah tidak akan lenyap ditelah oleh gempitanya seni dan budaya milik bangsa asing. Anak-anak bangsa akan meresapi lekuk-lekuk nilai yang tersimpan dalam kesenian dan kebudayaan daerahnya masing-masing yang lebih sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia,” ujarnya.

Ketua Pelaksana IKAMARU-P Silent Effect, Rafi Mandala Putra juga menyampaikan bahwa demi menciptakan generasi yang unggul, inovatif, dan kreatif Ikatan Mahasiswa Koto Baru mengadakan acara tersebut dengan menyatukan ide-ide cemerlang IKAMARU-P.

“Semoga untuk ke depannya IKAMARU-P lebih maju lagi, memiliki integritas dan loyalitas, dapat mengangkat acara yang lebih bermanfaat dan bermartabat. Serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan. Jaya terus IKAMARU-P,” jelasnya.

Bayu Setia Mahardika sebagai Steering Comimttee (SC) IKAMARU–P mengatakan bahwa kegiatan tersebut  digelar dengan megah dan meriah, tentunya kegiatan tersebut  berjalan dengan baik berkat kolaborasi seluruh panitia dengan seluruh upaya demi menyukseskan acara.

“Selain untuk melestarikan budaya adat dan budaya lokal, kegiatan ini  juga bertujuan untuk menjalin silahturahmi antar mahasiswa yang ada di Koto Baru, lapisan masyarakat, bahkan mahasiswa yang ada di Sungai Penuh. Harapan saya semoga generasi muda tetap mencintai adat dan budaya  lokal  terutama pemuda Koto Baru. serta  dapat mempertahankan budaya asli, sehingga anak cucu nantinya dapat melihat dan mengetahui kearifan lokal di tanah kelahirannya,”  jelasnya. (*) 



IKAMARU-PADANG GELAR IKAMARU SILENT EFFECT PENTAS BUDAYA ADAT


KERINCINEWS.COM, KERINCI - Ikatan Mahasiswa Koto Baru-Padang (IKAMARU-P) menyelenggarakan IKAMARU-P Silent Effect Pentas  Budaya Adat Sembilan Luhah  Koto Baru dengan tema Angi Iloa Lah Dapiak, Angi Patoah Lah Tumbuaoh yang bertempat di  Gedung Serbaguna Kec. Koto Baru, Senin hingga Rabu (18-20/6/2018).

Kegiatan ini dibuka langsung  oleh  Camat Koto Baru  Desrizal, S.Pd., MM dan ditutup oleh Ketua DPD  KNPI Sungai Penuh Fikar Azami, SH., MH dan diikuti oleh  lebih kurang 70 orang peserta lomba dari setiap desa se-Kecamatan Koto Baru. Kegiatan IKAMARU-P Silent Effect merupakan estafet dari acara yang diadakan pertama kalinya pada tahun 2017. Kegiatan tersebut dimeriahkan dengan perlombaan Parno Adat, Lomba Rangguk, dan Pemilihan Bujang Gadis dengan tujuan untuk melestarikan adat dan budaya lokal agar tidak punah di tengah maraknya budaya asing.

Ketua DPD KNPI Sungai Penuh, Fikar Azami, SH., MH menyampaikan bahwa kegiatan yang diadakan oleh IKAMARU-P Silent Effect  Pentas Budaya Adat Sembilan Luhah Koto Baru pantas diapresiasi setinggi-tingginya, karena kegiatan ini mampu mempertahankan nilai-nilai budaya di tengah kemajuan zaman. Selain itu, kegiatan ini tentunya mampu menjaga dan meningkatkan silahturahmi antar sesama.

“Seni dan budaya tradisional asli daerah tidak akan lenyap ditelah oleh gempitanya seni dan budaya milik bangsa asing. Anak-anak bangsa akan meresapi lekuk-lekuk nilai yang tersimpan dalam kesenian dan kebudayaan daerahnya masing-masing yang lebih sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia,” ujarnya.

Ketua Pelaksana IKAMARU-P Silent Effect, Rafi Mandala Putra juga menyampaikan bahwa demi menciptakan generasi yang unggul, inovatif, dan kreatif Ikatan Mahasiswa Koto Baru mengadakan acara tersebut dengan menyatukan ide-ide cemerlang IKAMARU-P.

“Semoga untuk ke depannya IKAMARU-P lebih maju lagi, memiliki integritas dan loyalitas, dapat mengangkat acara yang lebih bermanfaat dan bermartabat. Serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan. Jaya terus IKAMARU-P,” jelasnya.

Bayu Setia Mahardika sebagai Steering Comimttee (SC) IKAMARU–P mengatakan bahwa kegiatan tersebut  digelar dengan megah dan meriah, tentunya kegiatan tersebut  berjalan dengan baik berkat kolaborasi seluruh panitia dengan seluruh upaya demi menyukseskan acara.

“Selain untuk melestarikan budaya adat dan budaya lokal, kegiatan ini  juga bertujuan untuk menjalin silahturahmi antar mahasiswa yang ada di Koto Baru, lapisan masyarakat, bahkan mahasiswa yang ada di Sungai Penuh. Harapan saya semoga generasi muda tetap mencintai adat dan budaya  lokal  terutama pemuda Koto Baru. serta  dapat mempertahankan budaya asli, sehingga anak cucu nantinya dapat melihat dan mengetahui kearifan lokal di tanah kelahirannya,”  jelasnya. (*) 



Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Tim Malkovic
CEO
David Bell
Creative Designer
Eve Stinger
Sales Manager
Will Peters
Developer

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567

JSON Variables

Random Posts

{getFeatured} $results={5} $label={recent}